Pasar estetika global tengah melesat. Laporan terbaru memprediksi nilai pasar terapi kombinasi—yang menggabungkan teknologi medis canggih, injeksi, hingga perawatan kulit profesional—akan tumbuh dari 3,69 miliar dolar AS pada 2024 menjadi lebih dari 8 miliar dolar AS pada 2034. Angka ini menggambarkan satu hal: teknologi menjadi tulang punggung industri kecantikan modern.
Industri kecantikan di Indonesia pun kini bergerak seiring kemajuan teknologi. Dari analisis kulit berbasis kecerdasan buatan (AI) hingga perangkat wearable yang memantau perawatan harian, sistem pintar memungkinkan layanan menjadi lebih personal, praktis, dan menyenangkan bagi konsumen.
Klinik kecantikan mengadopsi beragam alat modern untuk meningkatkan kualitas perawatan. Peralatan laser, mesin microdermabrasi, radiofrequency (RF), hingga cryotherapy banyak digunakan untuk peremajaan kulit, pengencangan wajah, hingga pengurangan lemak tubuh. Tak hanya itu, AI juga hadir sebagai alat analisis kulit yang mampu memberikan rekomendasi perawatan sesuai kebutuhan individu.
Baca Juga
Advertisement
Di sisi operasional, teknologi digital seperti Rekam Medis Elektronik (RME) dan aplikasi pendukung membantu klinik bekerja lebih efisien. Pasien bisa membuat janji temu secara online, berkonsultasi lewat telekonsultasi, hingga melakukan pembayaran tanpa repot.
Teknologi Kecantikan yang Paling Dicari
• Laser & IPL: menghilangkan rambut permanen, menyamarkan bekas luka, sekaligus bikin kulit lebih segar.
Baca Juga
Advertisement
• Microdermabrasi: solusi instan untuk kulit kusam.
• RF (Radiofrequency): favorit untuk yang ingin kulit lebih kencang tanpa operasi.
• Cryotherapy: teknologi dingin yang ampuh melawan lemak membandel.
Baca Juga
Advertisement
• Body contouring machine: membantu membentuk tubuh lebih ideal.
Sekarang, perawatan kecantikan bukan hanya soal hasil, tapi juga pengalaman. Pasien bisa booking janji lewat aplikasi, melakukan konsultasi online, bahkan membayar secara digital. Semua data perawatan tersimpan rapi dalam Rekam Medis Elektronik (RME), lengkap dengan foto before–after.
Aplikasi klinik juga dilengkapi pengingat otomatis, jadi pasien tak perlu takut lupa jadwal treatment. Praktis, cepat, dan sesuai gaya hidup modern.
Baca Juga
Advertisement
Di tengah tren tersebut, lahirlah inovasi yang mengubah wajah perawatan estetika. Salah satu tokoh yang memainkan peran penting dalam transformasi ini adalah dr. Olivia Aldisa, seorang dokter estetika dengan pengalaman lebih dari 12 tahun. Kiprahnya membawa teknologi baru, riset ilmiah, hingga konsep mindful ageing ke ranah praktik nyata, menjadikannya salah satu figur sentral di Indonesia.
Lahirnya Altruva: Klinik Regenerative Contouring Pertama di Jakarta
Perjalanan dr. Olivia Aldisa di industri kecantikan tidak sekadar klinis. Ia konsisten menggabungkan penelitian, protokol ilmiah, dan praktik yang etis. Prinsipnya sederhana: tidak merugikan pasien, hasil harus bermanfaat, dan teknologi harus aman.
Baca Juga
Advertisement

Selama lebih dari satu dekade, ia menyaksikan bagaimana alat-alat estetika terus berkembang. Dari teknologi ultrasound generasi awal hingga platform terbaru, prosesnya tidak instan. Dibutuhkan riset panjang, uji pra-klinik, uji klinik, hingga regulasi ketat sebelum teknologi tersebut bisa digunakan di masyarakat.
Namun, justru di situlah letak perbedaan dr. Aldisa. Ia tidak asal mengikuti tren, melainkan menyeleksi teknologi yang memang relevan untuk pasiennya.
Kepekaan klinis itu akhirnya mendorongnya mendirikan Altruva Aesthetic Clinic, yang pada grand opening-nya mengusung klaim sebagai Jakarta’s First Regenerative Contouring Clinic.
Baca Juga
Advertisement
Visi Altruva jelas: kecantikan bukan tentang menjadi muda kembali, melainkan kembali selaras dengan diri sendiri. Karena itu, semua perawatan dikurasi secara personal, mengikuti ritme biologis pasien.
Paradiva, inilah bedanya. Alih-alih terjebak dalam “kecantikan instan”, Altruva justru menekankan mindful ageing—sebuah filosofi yang menerima penuaan sebagai proses alami, sambil tetap merawat kualitas kulit dan struktur wajah agar tetap sehat.
Teknologi Utama di Altruva
Baca Juga
Advertisement
Sofwave menjadi salah satu teknologi unggulan Altruva. Alat ini bekerja pada kedalaman 1,5 mm, area yang kaya fibroblast, untuk merangsang produksi kolagen, elastin, dan asam hialuronat alami kulit. Dengan sistem Synchronous Ultrasound Parallel Beam, energi panas dikirim merata tanpa merusak jaringan sekitar.

Dr. Olivia Aldisa, yang ditunjuk sebagai Key Opinion Leader (KOL) global Sofwave, bahkan mengembangkan protokol khusus untuk pasien Asia dengan kulit sensitif. Ia menyesuaikan parameter agar hasilnya natural, tanpa downtime, dan minim risiko volume loss—masalah yang kerap terjadi pada ultrasound generasi sebelumnya.
Selain Sofwave, Altruva juga memperkenalkan GOURI, kolagen cair berbasis PCL yang menyebar merata tanpa risiko granuloma. Teknologi ini berfungsi membangun scaffoldkolagen yang stabil, menjadikan kulit lebih kencang, elastis, dan halus.
Baca Juga
Advertisement
Dr. Aldisa tidak hanya menggunakannya di klinik, tetapi juga membawa riset dan protokol kombinasi Sofwave + GOURI ke panggung internasional, seperti MESTDER Conference di Turki (2024) dan iCAMPS Conference di Bulgaria (2025).

Hasil risetnya menunjukkan, kombinasi keduanya mampu meningkatkan kualitas kulit sekaligus kontur wajah tanpa tampilan berlebihan—menciptakan gaya quiet luxury yang kini jadi tren global.
Untuk mendampingi pasien secara terukur, Altruva merancang protokol 369 Harmony Program yang terbagi dalam tiga fase:
Baca Juga
Advertisement
1. Awaken (1–3 bulan): hidrasi mendalam, perbaikan skin barrier, reduksi inflamasi.
2. Balance (bulan ke-6): penguatan kolagen, modulasi otot wajah agar ekspresi tetap natural.
3. Elevate (bulan 9–12): konturing halus dan peremajaan jaringan jangka panjang.
Baca Juga
Advertisement
Protokol ini memadukan berbagai teknologi, mulai dari Sofwave, Exion, GOURI, hingga skin booster berbasis PDRN, namun tetap dengan prinsip anti-overtreatment. Artinya, setiap pasien hanya menerima perawatan yang memang dibutuhkan.
Mindful Ageing: Filosofi yang Mengakar
Menurut dr. Aldisa, mindful ageing adalah kesadaran bahwa penuaan tidak bisa dihentikan, tetapi bisa dijalani dengan lebih sehat.
Baca Juga
Advertisement

“Kalau pasien berusia 60 atau 70 tahun ingin facelift, tentu boleh. Tapi yang lebih penting, mereka datang dengan kulit yang sehat, sehingga hasilnya tetap bagus dan natural,” jelasnya.
Filosofi ini membuat banyak pasien merasa nyaman, termasuk Paulina Purnomowati, seorang eksekutif perempuan yang menjadi salah satu testimoni Altruva. “Treatment Sofwave dan GOURI membuat wajah saya kencang tapi natural. Rasanya lebih percaya diri, dan tiap hari bisa langsung beraktivitas karena hasilnya ringan dan nyata,” ujarnya.
Kiprah dr. Aldisa tidak berhenti di klinik. Sebagai KOL global untuk Sofwave dan GOURI Expert, ia aktif membagikan hasil penelitian, menulis jurnal klinis, serta menjadi pembicara di forum internasional. Kontribusinya membuat Altruva tidak hanya dikenal di Jakarta, tetapi juga menjadi rujukan di tingkat global.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.