Resmi Dibuka! Samsung Innovation Campus Batch 8 Siap Cetak Talenta AI, IoT, dan Coding Generasi Muda

Samsung

Pendaftaran program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8 resmi dibuka hingga pertengahan Agustus 2026. Inisiatif sosial dari Samsung Electronics Indonesia ini menyediakan pelatihan tanpa biaya di bidang kecerdasan buatan (AI), pemograman (coding), dan Internet of Things (IoT).

​Program ini ditujukan bagi kalangan siswa tingkat menengah atas hingga mahasiswa aktif di seluruh pelosok Indonesia. Melalui pembelajaran berbasis proyek, para peserta diajak untuk mengasah keterampilan teknis yang dapat diterapkan langsung untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

​Pelaksanaan SIC Batch 8 juga berjalan selaras dengan agenda pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan mempercepat pembaruan ekosistem digital nasional. Langkah ini dinilai krusial untuk memenuhi kebutuhan talenta berteknologi tinggi di masa depan.

Advertisement

​Berdasarkan estimasi Kementerian Komunikasi dan Digital, Indonesia masih menghadapi celah kebutuhan talenta digital yang diproyeksikan mencapai belasan juta orang pada 2030. Hadirnya program pelatihan ini diharapkan dapat membantu menjembatani kesenjangan jumlah tenaga terampil tersebut.

​Daya tarik pendaftaran program pelatihan ini terus memperlihatkan grafik kenaikan dari tahun ke tahun. Pada gelombang sebelumnya, tercatat ada lebih dari tujuh ribu pendaftar yang antusias untuk ikut serta dalam rantai seleksi program.

​Pada gelombang lalu, puluhan tim terbaik berhasil menembus tahap akhir untuk memamerkan inovasi buatan mereka di hadapan para pakar industri. Hal ini menjadi ajang pembuktian atas pemahaman teknis dan kreativitas yang telah diasah selama pelatihan.

Advertisement

​Pihak manajemen Samsung menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar memberikan pemahaman teori, melainkan juga menumbuhkan mentalitas pemecah masalah (problem solver). Generasi muda didorong untuk memunculkan gagasan baru yang memberikan dampak positif nyata bagi lingkungan sekitar.

​Dampak nyata dari program pelatihan ini tercermin dari hasil karya para alumninya, seperti PhysioTrack yang diciptakan oleh Tim Outliers. Perangkat ini menggabungkan kecerdasan buatan dan sensor IoT untuk membantu proses pemulihan medis pasien pasca-strok secara jarak jauh.

​Perwakilan tim alumnus mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti pelatihan ini mengubah cara pandang mereka terhadap teknologi. Inovasi tidak hanya diukur dari kecanggihan sistem, melainkan dari sejauh mana teknologi tersebut mampu menjawab kebutuhan dan memberikan manfaat bagi pengguna.

Advertisement

​Pendekatan belajar berbasis pembuatan proyek memungkinkan para peserta untuk mengawal gagasan mereka mulai dari tahap riset awal, pembuatan prototipe, hingga tahap penyempurnaan produk. Pelatihan ini menjadi modal penting bagi para talenta muda Indonesia dalam menghadapi tantangan industri digital yang dinamis.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids.