5 Tahun AIA Vitality Dorong Gaya Hidup Sehat

Img 5212

PT AIA Financial (AIA Indonesia) menandai lima tahun perjalanan program wellness AIA Vitality di Indonesia dengan memperkuat komitmennya mendorong masyarakat menjalani hidup yang lebih sehat, lebih lama, dan lebih berkualitas.

Sejak diluncurkan, program ini dirancang sebagai ekosistem kesehatan yang membantu masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat secara konsisten. Melalui pendekatan berbasis sains dan teknologi, serta dukungan berbagai insentif, anggota diajak lebih aktif bergerak, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, dan menerapkan gaya hidup yang lebih baik dalam keseharian.

Bagi paradiva, program ini menjadi menarik karena tidak hanya berfokus pada perlindungan kesehatan, tetapi juga mendorong pencegahan penyakit melalui perubahan perilaku sehari-hari.

Advertisement

Fokus pada pencegahan penyakit

Stuart A. Spencer, Chief Marketing Officer AIA Group, mengatakan sebagian besar penyakit yang terjadi saat ini berkaitan erat dengan gaya hidup.

“Sekitar 80 persen diagnosis penyakit berkaitan dengan gaya hidup seperti kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, merokok, atau stres. Jika kita ingin masyarakat hidup lebih sehat dan lebih lama, kita harus mendorong perubahan perilaku,” ujarnya.

Advertisement

Namun berdasarkan penelitian AIA di berbagai negara Asia, banyak orang merasa menjadi sehat adalah sesuatu yang sulit dicapai.

Menurut Stuart, persepsi tersebut muncul karena media sosial sering menampilkan gambaran gaya hidup sehat yang tidak realistis.

“Sering kali kita melihat bahwa sehat itu harus memiliki tubuh sempurna, rajin latihan intens di gym, atau terlihat seperti influencer fitness. Padahal kenyataannya tidak selalu seperti itu,” jelasnya.

Advertisement

Ia menegaskan bahwa aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, mengajak anjing berjalan, bermain dengan anak, bahkan melakukan pekerjaan rumah juga merupakan bagian dari gaya hidup sehat.

Karena itu, AIA ingin mendorong pemahaman bahwa kesehatan seharusnya lebih inklusif, realistis, dan dapat dicapai oleh siapa saja.

Program kesehatan berbasis perilaku

Advertisement

Melalui AIA Vitality, anggota didorong untuk mengenali kondisi kesehatan terlebih dahulu melalui assessment online dan pemeriksaan kesehatan. Setelah itu, mereka diajak meningkatkan kesehatan dengan menyelesaikan berbagai tantangan aktivitas fisik.

Setiap aktivitas sehat akan memberikan poin kepada anggota. Semakin tinggi poin yang dikumpulkan, semakin tinggi pula status AIA Vitality yang dimiliki.

Status tersebut kemudian membuka berbagai manfaat tambahan, mulai dari reward mingguan hingga keuntungan finansial bagi pemegang polis.

Advertisement

Beragam reward dan cashback premi

Kathryn Parapak, Chief Marketing Officer AIA Indonesia, menjelaskan bahwa AIA Vitality bukan sekadar aplikasi kesehatan biasa.

Img 5217
5 Tahun AIA Vitality Dorong Gaya Hidup Sehat 6

Program ini terintegrasi langsung dengan produk asuransi jiwa dan kesehatan AIA.

Advertisement

“AIA Vitality merupakan bagian dari produk perlindungan kami. Jadi jika pelanggan lebih sehat, risiko kesehatan mereka juga lebih rendah. Dalam model ini, kami bisa memberikan lebih banyak manfaat kepada nasabah,” katanya.

Melalui program ini, anggota bisa mendapatkan berbagai reward mingguan dari aktivitas sehat yang dilakukan.

Nilainya bahkan bisa mencapai sekitar Rp2,6 juta per tahun dalam bentuk voucher dari berbagai mitra seperti platform e-commerce, layanan perjalanan, hingga brand gaya hidup.

Advertisement

Beberapa mitra yang terlibat antara lain Shopee, Tokopedia, Kopi Kenangan, dan Traveloka.

Selain reward mingguan, anggota juga berkesempatan mendapatkan cashback atau pengembalian dana premi sesuai dengan status AIA Vitality yang berhasil dicapai.

Semakin aktif anggota menjalani gaya hidup sehat dan mengumpulkan poin, semakin besar manfaat yang bisa mereka nikmati, termasuk potensi diskon premi untuk tahun berikutnya.

Advertisement

“Dengan konsep ini, AIA tidak hanya hadir ketika pelanggan sakit, tetapi juga mendampingi mereka setiap hari untuk hidup lebih sehat,” kata Kathryn.

Dampak nyata pada kesehatan anggota

Kathryn menjelaskan sejak diperkenalkan di Indonesia pada 2021, AIA Vitality telah memiliki sekitar 10.000 anggota aktif dengan berbagai capaian kesehatan yang cukup signifikan.

Advertisement

Total langkah yang dicatat anggota mencapai lebih dari 30,3 juta kilometer, dengan total 292 juta poin aktivitas sehat yang terkumpul.

Selain itu, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan perbaikan kondisi kesehatan pada banyak anggota, antara lain: 40% anggota mengalami perbaikan kadar kolesterol, 62% menunjukkan peningkatan kontrol gula darah, 63% mengalami perbaikan tekanan darah dan 15% mencapai indeks massa tubuh yang lebih sehat.

Data ini menunjukkan bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan.

Advertisement

Selain program digital, AIA Vitality juga aktif membangun komunitas kebugaran melalui berbagai kegiatan olahraga. Salah satunya adalah ajang lari AIA Vitality Women’s 10K yang akan kembali digelar pada 26 April 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan kategori 5K dan 10K. Acara ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk memulai atau melanjutkan perjalanan wellness mereka.

Tips tetap aktif saat Ramadan

Founder dan Coach SANA Studio, Laila Munaf, juga membagikan tips menjaga aktivitas fisik selama Ramadan.

Advertisement

Img 5216
5 Tahun AIA Vitality Dorong Gaya Hidup Sehat 7

Menurutnya, puasa tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti berolahraga.

“Jika sedang berpuasa, olahraga bisa dilakukan menjelang berbuka puasa agar tubuh tidak terlalu lama dalam kondisi dehidrasi,” ujarnya.

Misalnya dengan jogging ringan sekitar 45 menit menjelang waktu berbuka.

Advertisement

Alternatif lainnya adalah melakukan olahraga ringan pada pagi hari setelah sahur, karena tubuh masih memiliki energi dari makanan yang dikonsumsi sebelumnya.

Latihan dengan intensitas rendah seperti yoga, pilates, atau berjalan kaki juga bisa menjadi pilihan selama Ramadan.

Namun ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengikuti tren olahraga yang justru mengganggu waktu istirahat, seperti berolahraga sebelum sahur jika hal tersebut mengurangi waktu tidur.

Advertisement

“Tidur yang cukup juga bagian penting dari hidup sehat. Jadi olahraga harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan rutinitas masing-masing,” jelasnya. 

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.