Memperingati Hari Bumi, UNIQLO mengajak masyarakat melihat fashion dari perspektif yang lebih luas. Bukan sekadar gaya, pakaian kini juga mencerminkan dampak terhadap lingkungan. Melalui filosofi LifeWear, UNIQLO menekankan pentingnya menghadirkan pakaian yang tidak hanya nyaman dan berkualitas, tetapi juga relevan untuk penggunaan jangka panjang.
Dalam momentum ini, UNIQLO mendorong masyarakat—termasuk para paradiva—untuk mulai dari langkah sederhana: dari lemari sendiri. Pasalnya, cara memilih, menggunakan, hingga merawat pakaian dapat menjadi kontribusi nyata dalam mengurangi dampak lingkungan.

Menurut Irma Yunita, Corporate Affairs Director PT Fast Retailing Indonesia (UNIQLO), sustainability bukan lagi sekadar program tambahan. Sebaliknya, prinsip ini telah terintegrasi dalam proses desain produk, operasional bisnis, hingga interaksi dengan pelanggan. Dengan kata lain, UNIQLO ingin memastikan bahwa setiap produk yang dihadirkan memiliki nilai lebih, baik bagi pengguna maupun lingkungan.
Baca Juga
Advertisement
“Salah satu inisiatif utama yang terus dikembangkan adalah RE.UNIQLO, program keberlanjutan yang kini memasuki tahun kelima. Melalui program ini, pelanggan diajak berpartisipasi dengan menyumbangkan pakaian UNIQLO yang sudah tidak digunakan melalui recycle box yang tersedia di seluruh toko,” jelas Irma.
Selanjutnya, pakaian tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, baik di dalam maupun luar negeri. UNIQLO bekerja sama dengan berbagai organisasi seperti Human Initiative, UNHCR, serta sejumlah LSM lainnya.
Hingga kini, program tersebut telah menyalurkan lebih dari 290.000 pakaian baru, termasuk produk b-grade dan sampel, serta lebih dari 49.000 pakaian layak pakai. Secara keseluruhan, lebih dari 11.000 penerima manfaat telah merasakan dampaknya.
Baca Juga
Advertisement
Dari Limbah Jadi Solusi
Lebih jauh lagi, pakaian yang tidak layak pakai tidak serta-merta dibuang. Sebaliknya, material tersebut diolah kembali menjadi bahan baru yang bisa dimanfaatkan ulang. Pendekatan ini sekaligus memperkuat konsep circular fashion yang kini semakin relevan di industri mode.

Dalam upaya memperluas dampak, UNIQLO juga menggandeng PABLE Indonesia untuk mengolah pakaian hasil donasi menjadi kain daur ulang. Dari sekitar 600 kilogram pakaian, berhasil dihasilkan hingga 3.600 meter kain baru.
Baca Juga
Advertisement
Menariknya, kain tersebut tidak berhenti sebagai bahan mentah. UNIQLO menggunakannya untuk berbagai kebutuhan di toko, seperti gorden dan sofa pada fitting room disabilitas. Inisiatif ini telah diterapkan di beberapa lokasi, termasuk toko UNIQLO di Harapan Indah Bekasi, Senayan City, dan Grand Indonesia.
Langkah ini menunjukkan bahwa setiap pakaian memiliki “kehidupan kedua” yang bermanfaat. Selain itu, pendekatan ini juga menjadi solusi konkret dalam mengurangi limbah tekstil yang selama ini menjadi tantangan besar industri fashion.

Tak berhenti di situ, UNIQLO juga memperluas kolaborasi dengan pelaku usaha lokal. Bersama Micawork, kain hasil daur ulang diolah menjadi tas ransel untuk anak sekolah.
Baca Juga
Advertisement
Rencananya, tas tersebut akan didonasikan kepada anak-anak Sekolah Dasar korban bencana alam di Aceh Tamiang, Sumatra, melalui Save the Children Indonesia.
Kolaborasi ini tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga membuka peluang bagi UKM lokal untuk berkembang. Micawork sendiri sebelumnya telah terlibat dalam program Neighborhood Collaboration, yang memberikan ruang bagi brand lokal untuk menampilkan produknya di toko UNIQLO.
Perpanjang Usia Pakaian
Baca Juga
Advertisement
Selain donasi dan daur ulang, UNIQLO juga menghadirkan solusi lain melalui RE.UNIQLO STUDIO. Layanan ini memungkinkan pelanggan memperbaiki atau memodifikasi pakaian agar tetap bisa digunakan lebih lama.

Mulai dari perbaikan sederhana, bordir (embroidery), hingga teknik sashiko, pelanggan dapat memberikan sentuhan baru pada pakaian lama mereka. Dengan demikian, kebiasaan konsumsi bisa lebih bijak dan tidak berlebihan.
Layanan ini saat ini tersedia di beberapa toko, seperti La Piazza, Grand Indonesia, dan Senayan City. Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, mulai dari Rp25.000 untuk perbaikan.
Baca Juga
Advertisement
Menurut Irma, UNIQLO ingin menegaskan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Dari lemari pakaian di rumah, setiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi terhadap lingkungan.
“Melalui berbagai inisiatif ini, UNIQLO menunjukan komitemennya bahwa kami tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga mengajak masyarakat membangun kebiasaan baru yang lebih berkelanjutan. Sebuah pendekatan yang relevan di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga bumi—dimulai dari apa yang kita kenakan setiap hari,” terangnya.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.