Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK) menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia kehilangan uang sekitar Rp. 4,1 triliun akibat scam dan fraud. Angka ini tercatat oleh Indonesia Anti-Scam Center.
Angka Rp. 4,1 triliun ini berasal dari 200 ribu masyarakat Indonesia yang telah melapor ke layanan OJK. Hal ini disampaikan oleh Anggota Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari Dewi.
“Nah, yang saya ingin sampaikan di sini adalah meningkatnya scam dan fraud. Kita baru saja launching Indoensia Anti Scam Center di November tahun lalu. Angkanya (uang) berapa yang sudah hilang dari masyarakat kita? 4,1 triliun dari 200 ribu orang yang melapor. Ini sangat berbahaya sekali,” ungkap Frederica dalam acara WhatsApp Business Summit 2025 di Jakarta, Selasa (12/8).
Baca Juga
Advertisement
OJK menggandeng WhatsApp untuk menyediakan layanan pelaporan masyarakat. Sejak 1 Januari hingga 21 Juli 2025, sudah ada sekitar 119.957 masyarakat yang melapor ke layanan ini.
Kemudian, OJK juga mencatat bahwa sudah ada sekitar 42,7% masyarakat yang melapor ke layanan tersebut lewat kanal WhatsApp. Angka ini 2 kali lipat lebih banyak dibandingkan layanan email (28,2%) dan 4 kali lebih banyak melalui layanan telepon (11/8%).
Ke depannya, pihaknya telah dalam proses diskusi dengan Meta untuk melakukan pendalaman. Sehingga, nantinya dapat tesambung ke aplikasi portal perlindungan konsumen oleh OJK untuk melapor.
Baca Juga
Advertisement
“Ke depannya, kita proses diskusi dengan meta untuk bagaimana kita melakukan pendalaman, kemudian nanti bisa tersambung ke aplikasi portal perlindungan konsumen oleh OJK. Sehingga, memudahkan masyarakat untuk bisa melaporkan,” tandasnya.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.