Primaya Hospital Bekasi Timur Lakukan Sacral Neuromodulation Pertama di Indonesia

Primaya Hospital

Penderita gangguan berkemih yang disebabkan oleh masalah saraf di Indonesia kini memiliki opsi pengobatan yang lebih luas. Sebelumnya, keterbatasan fasilitas medis di dalam negeri sering kali memaksa para pasien untuk menempuh perjalanan jauh dan berobat ke luar negeri. Situasi tersebut terjadi karena metode penanganan modern seperti Sacral Neuromodulation (SNM) belum diadopsi di tanah air.

​Titik balik bagi dunia kedokteran nasional akhirnya tercipta pada awal tahun 2026 melalui sebuah tindakan medis yang bersejarah. Tim Dokter Spesialis Bedah Saraf di Primaya Hospital Bekasi Timur mencatatkan prestasi dengan sukses mengimplementasikan prosedur SNM untuk pertama kalinya di Indonesia. Operasi pionir ini dipimpin secara langsung oleh dokter spesialis bedah saraf, dr. Muhamad Aulia Rahman.

​Langkah maju yang dicapai oleh penyedia layanan kesehatan domestik ini tidak luput dari perhatian global. Atas keberhasilan memelopori tindakan tersebut, tim medis institusi terkait menerima penghargaan resmi dari PINS Medical. Perusahaan teknologi neuromodulasi terkemuka yang berbasis di Beijing, Tiongkok, tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi dokter Indonesia.

Advertisement

​Secara fungsional, metode SNM menawarkan pendekatan penyembuhan yang berbeda dibandingkan dengan perawatan medis konvensional. Terapi ini memanfaatkan stimulasi elektrik pada area saraf sakral untuk memulihkan kinerja organ panggul, usus, serta kandung kemih yang bermasalah. Dibandingkan hanya meredakan gejala luar, prosedur ini langsung memperbaiki titik kerusakan utama yang terletak pada sistem persarafan tubuh.

​Menurut dr. Muhamad Aulia Rahman, banyak orang keliru dalam mengidentifikasi gejala ini dan menganggapnya sebagai gangguan kemih biasa, padahal sumber masalahnya ada di sistem saraf. Ia mengibaratkan kondisi ini seperti jaringan listrik yang terputus, di mana perbaikan harus menyasar pada kabel utama dan bukan sekadar mengganti lampunya. Melalui teknologi stimulasi ini, jalur komunikasi saraf yang terganggu dipulihkan kembali.

​Selain efisien karena hanya memakan waktu operasi berkisar antara 30 hingga 60 menit, tindakan minimal invasif ini juga sangat berorientasi pada pemulihan kenyamanan hidup pasien. Harapan besar disematkan agar kehadiran teknologi ini mampu menekan angka penanganan medis ke luar negeri. Efek jangka panjangnya adalah menjadikan Indonesia sebagai pusat perkembangan layanan neuromodulasi yang mandiri.

Advertisement

​Keberhasilan yang diraih menjadi validasi kuat bagi keandalan layanan Brain & Neuro yang menjadi salah satu pusat keunggulan di rumah sakit tersebut. Pihak manajemen, melalui Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah perwujudan komitmen untuk menyediakan fasilitas kesehatan bertaraf global yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

​Manfaat nyata dari inovasi ini telah dirasakan langsung oleh pasien perdana, seorang wanita berusia 40 tahun bernama Ratna Ira Andriyanti, yang mengalami masalah berkemih pasca insiden kecelakaan. Setelah menjalani tindakan SNM, ia mengaku mengalami perbaikan kondisi yang sangat signifikan dan berhasil mendapatkan kembali kepercayaan dirinya untuk beraktivitas. Keberhasilan kasus ini menumbuhkan optimisme baru bagi penyembuhan penyakit saraf serupa di dalam negeri.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids.