Samsung kembali membuat gebrakan besar di dunia teknologi chipset. Chip terbarunya, Exynos 2600 yang dibangun dengan proses fabrikasi 2 nanometer (nm), berhasil mencetak hasil mengesankan dalam uji coba Geekbench terbaru. Skor yang diraih bahkan menempatkan prosesor ini sejajar, bahkan lebih unggul dari beberapa pesaing terkuat di kelas premium.
Jika menengok ke belakang, perjalanan Exynos 2600 tidaklah mulus. Pada Juli 2025, chip ini sudah sempat diuji melalui Geekbench. Namun, skor yang didapat kala itu terbilang kurang memuaskan. Chip hanya meraih 2.155 poin single-core dan 7.788 poin multi-core. Angka ini masih di bawah ekspektasi pasar untuk sebuah chip dengan klaim arsitektur terbaru.
Namun, uji coba terbaru menunjukkan cerita yang berbeda. Exynos 2600 kini sukses membukukan skor 3.309 untuk single-core dan 11.256 untuk multi-core. Lompatan besar ini memperlihatkan bagaimana Samsung melakukan optimasi serius hanya dalam kurun waktu beberapa bulan.
Baca Juga
Advertisement
Lebih Cepat, Lebih Efisien
Rahasia di balik peningkatan performa tersebut terletak pada penyesuaian kecepatan CPU. Inti utama Cortex-X930 kini beroperasi di 3,8GHz, naik dari 3,55GHz. Tak hanya itu, tiga inti performa Cortex-A730 juga melonjak menjadi 3,26GHz dari sebelumnya 2,96GHz.
Performa efisiensi pun tidak ketinggalan mendapat pembaruan. Enam inti Cortex-A730 lain kini berjalan di 2,76GHz, lebih tinggi dari 2,46GHz pada pengujian Juli lalu. Dengan peningkatan ini, Exynos 2600 mampu menyeimbangkan kinerja tinggi sekaligus efisiensi daya yang lebih baik.
Tantang Snapdragon di Papan Atas
Hasil skor Geekbench terbaru ini menempatkan Exynos 2600 di atas Snapdragon 8 Elite, salah satu chip premium andalan Qualcomm. Meski begitu, harus diakui bahwa Snapdragon 8 Elite 2 yang akan menjadi pesaing langsung di 2026 tetap menunjukkan benchmark awal lebih unggul.
Baca Juga
Advertisement
Kendati demikian, pencapaian ini menegaskan Samsung tidak lagi tertinggal jauh di belakang. Justru, mereka siap menantang dominasi Snapdragon di segmen flagship.
Teknologi Produksi Canggih: 2nm GAA
Exynos 2600 juga mencatat sejarah sebagai chip 2nm pertama di industri smartphone. Prosesor ini diproduksi menggunakan metode Gate-All-Around (GAA) 2nm milik Samsung Foundry. Teknologi tersebut memungkinkan peningkatan efisiensi daya, manajemen panas, dan kecerdasan buatan (AI).
Tak hanya soal kinerja, Samsung juga memikirkan aspek termal. Chip ini diperkirakan akan dilengkapi teknologi pendingin terbaru bernama Heat Path Block (HPB). Dengan heatsink berbasis tembaga mikro yang terintegrasi langsung di atas prosesor dan memori, HPB mampu menjaga suhu chip tetap terkendali meskipun bekerja pada performa puncak.
Baca Juga
Advertisement
Menuju Galaxy S26 Series
Semua peningkatan ini bukan tanpa alasan. Samsung diperkirakan akan memperkenalkan Exynos 2600 melalui lini ponsel andalannya, Galaxy S26 Pro dan Galaxy S26 Edge, pada awal 2026.
Namun, untuk varian tertinggi Galaxy S26 Ultra, laporan menyebut Samsung masih akan mempercayakan dapur pacunya kepada Snapdragon 8 Elite 2. Strategi ini bisa jadi merupakan langkah untuk menjaga stabilitas kinerja pada model paling premium, sekaligus menyeimbangkan persaingan di pasar global.
Bukan Hanya untuk Smartphone
Menariknya, ambisi Samsung dengan chip 2nm tidak berhenti di ranah smartphone. Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini juga sudah menandatangani kontrak senilai 16,5 miliar dolar AS dengan Tesla. Kerja sama tersebut ditujukan untuk memproduksi chip 2nm yang akan digunakan dalam teknologi otomotif pintar.
Baca Juga
Advertisement
Langkah ini menunjukkan bahwa Samsung ingin memperluas adopsi chip canggihnya, tidak hanya untuk gadget, tetapi juga ke sektor lain yang tengah berkembang pesat.
Masa Depan Chip Exynos
Kehadiran Exynos 2600 dengan performa impresif di Geekbench menjadi sinyal kuat bahwa Samsung siap kembali ke peta persaingan chipset global. Selama ini, Exynos kerap dipandang sebelah mata karena performanya dianggap tertinggal dari Snapdragon maupun Apple Silicon.
Namun, dengan lompatan performa besar, efisiensi daya lebih baik, serta penerapan teknologi produksi 2nm, Samsung kini memiliki modal kuat untuk kembali bersaing. Jika debut resminya di Galaxy S26 berjalan mulus, Exynos 2600 bisa menjadi titik balik penting bagi perjalanan lini prosesor Samsung.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.