Kecepatan Internet RI Tertinggal di ASEAN, Pemerintah Perlu Lakukan Hal Ini

Kecepatan Internet
Foto: Unsplash/Glenn Carstens Peters

Kecepatan internet di Indonesia masih tertinggal dari negara-negara di Asia Tenggara lainnya. Oleh sebab itu, pemerintah perlu melakukan pembenahan. 

Saat ini, kecepatan internet di Indonesia hanya mencapai 64,76 Mbps untuk fixed broadband dan 61,70 Mbps untuk selular. Angka ini masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan Malaysia yang sudah mencapai kecepatan 150 Mbps. 

Kabid Regulasi APJII Syahrial Syarif menyampaikan solusi dari permasalahan kecepatan internet di Indonesia. Menurutnya, fundamental yang harus dibenahi ialah spektrum frekuensi. 

Advertisement

“Frekuensi 2,6 itu bisa dapat 60-70 mbps dan 3,5 Ghz itu bisa dapat 100 Mbps per operator, itu modal utama kita untuk bisa meningkatkan kecepatan itu,” katanya dalam acara Indotelko Forum di Jakarta, Kamis (27/11).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur and Chief IT Services Lintasarta Ginanjar menyatakan bahwa lelang frekuensi 2,6Ghz dapat menjadi solusi. Sekaligus, bisa menambah bandwidth agar mencapai kecepatan internet 100 Mbps. 

“Di sisi infrastruktur, akan ada lelang lagi, 2,6 GHz ya. Nah ini saya pikir akan menambah bandwidth, akan menambah kecepatan juga. Apalagi di Indonesia itu memang terbanyak tadi mobile aksesnya,” ujar Ginanjar, Direktur and Chief IT Services Lintasarta di kesempatan yang sama.

Advertisement

Menurut Ginanjar, bandwidth yang lebih besar dapat memengaruhi median internet yang tadinya di bawah kecepatan 100 Mbps menjadi lebih cepat. 

“Sehingga kalau bandwidth-nya lebih besar, nanti yang mediannya tadi masih di bawah 100 Mbps bisa jadi 100 Mbps. Tentunya akan banyak sekali use cases-use cases yang akan bisa running on top dari sana dengan capability 100 mbps ini,” jelasnya.

Di samping itu, kecepatan internet dapat menudkung use-case yang membutuhkan jaringan 5G. Termasuk di antaranya automated vehicle, robotic, manufacturing, hingga mining.

Advertisement

“Tapi sekali lagi, 5G adalah platform untuk innovation. Latency, automated vehicle, robotic, manufacturing, mining itu butuh. Aplikasi-aplikasi yang membutuhkan 5G dengan low latency, massive IoT dan lain-lain,” tambahnya.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.