Pencarian cuan tambahan kini menjadi topik hangat, terutama di tengah badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang melanda industri media. Program afiliasi atau affiliate marketing muncul sebagai salah satu solusi menarik yang patut dipertimbangkan, khususnya bagi para jurnalis dan konten kreator. Lalu, sebenarnya apa itu affiliate marketing? Singkatnya, ini adalah strategi di mana Anda mempromosikan produk atau layanan orang lain, dan ketika ada penjualan yang terjadi melalui promosi Anda, Anda akan mendapatkan komisi. Ini bisa menjadi “keran cuan” baru karena modal yang dibutuhkan relatif kecil, fleksibilitas kerja yang tinggi, dan potensi penghasilan yang tidak terbatas, tergantung pada seberapa efektif Anda mempromosikan.
Bagi jurnalis dan konten kreator, affiliate marketing sangat relevan. Mereka sudah memiliki keahlian dalam membuat konten yang menarik, membangun audiens, dan memiliki kredibilitas. Dengan menyematkan tautan afiliasi secara cerdas dalam ulasan produk, rekomendasi, atau artikel informatif, mereka bisa mengubah minat audiens menjadi penghasilan. Hal ini sevalidasi dengan pernyataan Riswan Abidin, praktisi affiliate marketing sekaligus tech reviewer, yang dalam sesi workshop “Cari Cuan Ala Jurnalis Zaman Now, Ubah Konten Jadi ‘Cair’ Lewat Affiliate” di Forwat Technocamp 2025, mengungkapkan bahwa profesinya sebagai Tech Reviewer dan Content Creator sangat memengaruhi penghasilan puluhan juta rupiah setiap bulannya dari program afiliasi. Ini membuktikan bahwa program afiliasi sangat mungkin diterapkan oleh para jurnalis sebagai individu.

Dalam lanskap media yang terus berubah, di mana model bisnis tradisional sering kali berada di bawah tekanan, affiliate marketing menawarkan jalur diversifikasi pendapatan yang inovatif. Ini bukan hanya tentang menghasilkan uang, tetapi juga tentang memanfaatkan keahlian yang sudah ada untuk menciptakan nilai baru di era digital. Ini adalah kesempatan bagi jurnalis untuk tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga membantu audiens membuat keputusan pembelian yang lebih baik, sambil di saat yang sama, mendapatkan kompensasi atas upaya mereka.
Baca Juga
Advertisement
Memahami Berbagai Bentuk Program Afiliasi di Technocamp 2025
Dunia affiliate marketing cukup luas, dengan berbagai model dan platform yang bisa dimanfaatkan. Memahami perbedaan ini akan membantu jurnalis memilih strategi yang paling sesuai dengan jenis konten dan audiens mereka.
- Afiliasi Berbasis Produk Fisik
Model afiliasi ini melibatkan promosi produk-produk fisik yang bisa dibeli secara daring. Contoh paling umum adalah melalui e-commerce besar seperti Amazon, Tokopedia, atau Shopee. Jurnalis dapat mereview, membandingkan, atau merekomendasikan produk tertentu (misalnya, gadget terbaru, buku, atau perlengkapan rumah tangga) dalam artikel, video, atau postingan media sosial mereka. Ketika audiens mengklik tautan afiliasi dan melakukan pembelian, jurnalis akan mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang berhasil.
Untuk menggunakannya, jurnalis perlu mendaftar ke program afiliasi dari platform e-commerce atau merek tertentu. Setelah disetujui, mereka akan mendapatkan tautan unik yang berisi kode pelacakan. Tautan ini kemudian disematkan secara strategis dalam konten. Penting untuk selalu mengungkapkan bahwa tautan tersebut adalah tautan afiliasi (prinsip transparansi), agar audiens merasa percaya dan tidak merasa tertipu. Komisi biasanya berkisar antara 1% hingga 10% dari harga produk, tergantung pada kategori produk dan program afiliasi.
Baca Juga
Advertisement
- Afiliasi Berbasis Produk Digital
Berbeda dengan produk fisik, afiliasi produk digital fokus pada promosi produk yang tidak berwujud, seperti kursus online, e-book, software, template, atau layanan berlangganan. Komisi untuk produk digital umumnya lebih tinggi daripada produk fisik, seringkali mencapai 30% hingga 70% per penjualan, karena biaya produksi yang minim. Contoh platform yang populer untuk afiliasi produk digital adalah ClickBank, Gumroad, atau program afiliasi dari penyedia kursus online.
Cara kerjanya serupa: jurnalis mendaftar program afiliasi, mendapatkan tautan unik, dan mempromosikannya. Keuntungan utama dari produk digital adalah margin keuntungan yang lebih besar dan potensi pendapatan berulang jika itu adalah layanan berlangganan. Jurnalis dapat merekomendasikan kursus yang relevan dengan niche mereka, misalnya kursus fotografi untuk jurnalis foto, atau software penunjang kerja bagi content creator.
- Afiliasi Layanan (CPA – Cost Per Action)
Model afiliasi ini membayar komisi berdasarkan tindakan tertentu yang dilakukan oleh pengguna, bukan hanya penjualan. Tindakan ini bisa berupa pendaftaran email, pengisian formulir, unduhan aplikasi, atau bahkan percobaan gratis. Model ini dikenal sebagai Cost Per Action (CPA). Contoh yang sering dijumpai adalah program afiliasi dari penyedia layanan finansial, hosting web, atau penyedia software yang menawarkan uji coba gratis.
Baca Juga
Advertisement
Jurnalis bisa merekomendasikan layanan tertentu dan mendapatkan komisi ketika audiens mereka melakukan tindakan yang diinginkan. Misalnya, mereview layanan cloud storage dan mendapatkan bayaran setiap kali ada yang mendaftar untuk uji coba gratis melalui tautan mereka. Model CPA seringkali lebih mudah mendapatkan konversi karena tidak selalu melibatkan pembelian langsung, namun nilai komisinya mungkin lebih kecil per aksi dibandingkan penjualan langsung.
Strategi Afiliasi untuk Jurnalis di Tengah Badai PHK
Kondisi PHK yang marak di industri media menjadi pengingat pahit akan pentingnya diversifikasi pendapatan. Affiliate marketing bukan hanya “keran cuan” tambahan, tetapi juga strategi vital untuk membangun ketahanan finansial. Jurnalis memiliki aset berharga: kemampuan bercerita, kredibilitas, dan audiens yang loyal. Ini adalah fondasi kuat untuk sukses dalam affiliate marketing.
Pertama, pilih niche yang sesuai dan relevan. Jurnalis teknologi bisa fokus pada gadget, software, atau layanan digital. Jurnalis gaya hidup bisa mempromosikan produk kecantikan, fashion, atau wellness. Kredibilitas akan meningkat jika promosi sejalan dengan keahlian mereka. Kedua, prioritaskan kualitas konten. Ulasan yang mendalam, perbandingan yang jujur, dan rekomendasi yang tulus akan membangun kepercayaan audiens. Jangan hanya menempel tautan; berikan nilai tambah. Ketiga, diversifikasi platform. Manfaatkan blog pribadi, kanal YouTube, akun media sosial, atau newsletter email untuk menyebarkan tautan afiliasi. Semakin luas jangkauan, semakin besar potensi konversi.
Baca Juga
Advertisement
Terakhir, transparansi adalah kunci. Selalu sampaikan bahwa Anda menggunakan tautan afiliasi. Ini membangun kepercayaan dan menghormati audiens. Dengan pendekatan yang etis dan strategis, affiliate marketing dapat menjadi penyelamat karir bagi banyak jurnalis, mengubah tantangan menjadi peluang, dan membuktikan bahwa di tengah badai PHK, ada “keran cuan” baru yang bisa diakses dengan kreativitas dan kejelian. Seperti yang ditunjukkan oleh Forwat Technocamp 2025 yang mengusung tema “Collaborate for Greatness”, kolaborasi dan inovasi adalah kunci untuk menghadapi masa depan, dan affiliate marketing adalah salah satu manifestasinya di ranah finansial pribadi.

Forwat Technocamp 2025 sendiri, yang digelar pada 27-28 Mei 2025 di Tumbuhejo Campground & Resto, Sentul, Bogor, adalah bukti nyata komitmen Forum Wartawan Teknologi dalam memberdayakan komunitasnya. Dengan konsep glamping otentik yang menyatukan teknologi dan alam, acara ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar pelaku industri teknologi—wartawan, operator telekomunikasi, vendor, hingga agensi PR—tetapi juga menjadi platform edukasi yang relevan. Ketua Panitia Forwat Technocamp 2025, Edi Kurniawan, menekankan bahwa kegiatan ini adalah ruang terbuka untuk saling mengenal dan mendukung, yang diyakini akan melahirkan kolaborasi hebat.
Danang Arradian, Ketua Umum Forwat, juga menambahkan bahwa Technocamp adalah bentuk nyata komitmen Forwat dalam memberdayakan komunitas teknologi melalui pendekatan yang fun namun berdampak. Acara tahunan yang diikuti oleh sekitar 60 peserta ini, dari total lebih dari 114 anggota Forwat, diharapkan menjadi momentum penting untuk mempererat jejaring serta membuka peluang kolaborasi lebih luas ke depannya.
Baca Juga
Advertisement
Cakdan, panggilan akrab dari Danang Arradian, juga menyampaikan apresiasinya kepada semua peserta, termasuk juga para sponsor yang telah mendukung kelancaran acara Forwat Technocamp 2025, seperti Telkomsel, Lenovo, ASUS, Sharp, Indosat, Samsung, Huawei, LG, OPPO, Xiaomi, POCO, Infinix, TECNO, vivo, iQOO, Telkom Indonesia, XLSMART, Image Dynamics, barenbliss, Indofood, Japfa, Casio, Datascrip Aukey, Tokopedia. Forwat Technocamp 2025 sukses memberikan nilai informatif dan pengalaman berharga bagi para pesertanya, termasuk wawasan tentang affiliate marketing sebagai potensi penghasilan baru di era digital.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.