Perusahaan penyedia infrastruktur kemitraan global, impact.com, bekerja sama dengan Cube dan jaringan agensi Dentsu menerbitkan laporan tahunan mengenai pemasaran pemengaruh (influencer) dan afiliasi e-commerce di Asia Tenggara untuk edisi 2026. Laporan ini menyoroti pergeseran lanskap perdagangan digital yang makin dipengaruhi oleh integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI).
Meskipun pemanfaatan AI terus berkembang pesat dalam mengubah pola pencarian produk oleh konsumen, peran kreator, penerbit (publisher), serta kemitraan yang transparan tetap menjadi pilar utama. Elemen-elemen berbasis kepercayaan ini terbukti masih memegang kendali penting dalam memengaruhi keputusan pembelian dan mendorong pertumbuhan bisnis.
Riset ini disusun berdasarkan survei terhadap 2.400 konsumen serta analisis data pasar regional yang mencakup wilayah Singapura, Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina. Temuan ini menegaskan bahwa proses pencarian barang di kawasan Asia Tenggara kini makin terpecah ke dalam berbagai saluran digital.
Baca Juga
Advertisement
Penggunaan AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude terbukti makin marak, dengan satu dari empat konsumen mengandalkannya sebagai sarana penemuan produk. Platform AI ini menyusun rekomendasi belanja berdasarkan konten ulasan serta referensi yang dibuat oleh para kreator dan penerbit pihak ketiga di internet.
Bagi para pelaku merek (brand), kondisi ini membuka peluang baru untuk memperkuat kolaborasi dengan mitra tepercaya. Langkah strategis ini tidak hanya efektif untuk mendongkrak angka penjualan secara langsung, tetapi juga memastikan produk mereka direkomendasikan secara optimal oleh algoritma AI.
Di tengah gempuran teknologi, faktor kedekatan personal seperti rekomendasi dari kerabat dan keluarga masih menduduki posisi teratas sebagai sumber informasi yang paling dipercaya. Meski demikian, mayoritas konsumen mengaku tetap terpengaruh dan pernah membeli suatu barang berkat ulasan autentik dari kreator konten.
Baca Juga
Advertisement
Kehadiran kecerdasan buatan dipandang bukan sebagai pengganti saluran pemasaran yang sudah ada, melainkan sebagai lapisan pendukung baru dalam ekosistem perdagangan. Integrasi antara asisten AI, marketplace, dan media sosial menuntut perusahaan untuk menerapkan strategi kemitraan yang berkelanjutan di setiap titik interaksi konsumen.
Perubahan tren penemuan produk dari mesin pencari hingga AI menegaskan bahwa inovasi teknis harus berjalan berdampingan dengan rasa percaya. Kombinasi yang seimbang antara kecerdasan buatan dan jaringan kemitraan yang kuat menjadi kunci utama bagi para pelaku bisnis untuk menciptakan pengalaman belanja yang relevan dan bernilai tinggi.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.