Jajaran Galaxy Z Fold 8 diluncurkan dengan harga yang fantastis di sejumlah negara, kecuali di Korea Selatan. Apa alasannya?
Harga peluncuran smartphone lipat Galaxy Z Fold 8 diperkirakan mencapai 48% lebih tinggi di pasar global daripada di Korea Selatan. Hal ini dikarenakan harga chip RAM dan memori yang melambung tinggi.
Perusahaan dinilai menerapkan strategi penetapan harga yang lebih agresif di pasar domestik. Langkah ini disebut dapat memicu keluhan dari konsumen luar negeri akibat perbedaan harga yang diterapkan.
Baca Juga
Advertisement
Di samping itu, langkah ini juga menunjukkan bahwa Samsung bersedia menerima margin keuntungan yang lebih rendah di pasar domestiknya.
CEO Samsung Electronics dan Head of Device Experience Division Roh Tae-Moon mengungkap bahwa perusahaan berfokus untuk menawarkan untuk menawarkan harga perangkat Galaxy lebih rendah di Korea Selatan. Sebab, pasar di negara kelahirannya tersebut menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing global bagi merek Galaxy.
“Dukungan, feedback dan dorongan dari konsumen Korea telah menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing global merek Galaxy. Sebagai pengakuan atas pentingnya pasar Korea, kami akan terus berupaya menawarkan perangkat Galaxy dengan harga paling kompetitif di Korea dan mempertahankan kebijakan tersebut ke depannya.” jelas pria yang dikenal dengan nama TM Roh yang dikutip dari Korea Times pada Senin (27/7).
Baca Juga
Advertisement
Samsung meluncurkan jajaran Galaxy Z Fold 8 Ultra untuk varian RAM 12GB/256GB dengan harga USD 2.099 di Amerika Serikat atau sekitar Rp. 37,9 jutaan dan di Eropa sebesar EUR 2.199 atau sekitar Rp. 45 jutaan. Harga ini lebih tinggi sekitar 20,4% di AS dan 44% di Eropa daripada di Korea Selatan.
Sebagai perbandingan, Galaxy Z Fold 8 Ultra dibanderol mulai dengan harga KRW 2,56 juta atau sekitar Rp. 31,3 jutaan di Korea Selatan.
Selisih harga bahkan lebih lebar untuk varian Galaxy Z Fold 8 yang dibanderol 23,2% lebih tinggi di Amerika Serikat. Perangkat tersebut dijual mulai dari harga USD 1899 atau sekitar Rp. 34 jutaan.
Baca Juga
Advertisement
Sementara, harga perangkat yang dijual di Eropa lebih tinggi 48%. Galaxy Z Fold 8 dijual mulai dari harga EUR 2000 atau sekitar Rp. 40 jutaan. Sedangkan, di Korea Selatan, perangkat ini dijual dengan harga mulai dari USD 1541 atau sekitar Rp. 27,7 jutaan.
Roh menegaskan kalau Samsung akan melanjutkan kebijakan penetapan harga tersebut di Korea Selatan. Kendati demikian, bukan berarti perusahaan terbebas dari tekanan biaya yang terus meningkat.
Ia tidak menampik bahwa perusahaan telah menyerap sebagian besar kenaikan tersebut melalui optimalisasi rantai pasokan dan kolaborasi yang lebih erat dengan pemasok komponen. Sebagian dari biaya tambahan tersebut mau tidak mau tercermin dalam harga ritel.
Baca Juga
Advertisement
“Bahkan dalam kondisi tersebut, tujuan kami bukanlah untuk membebankan seluruh beban kepada konsumen. Kami akan terus bekerja sama dengan mitra kami untuk meminimalkan dampaknya sekaligus membuat inovasi Galaxy dapat diakses oleh sebanyak mungkin pelanggan,” imbuhnya.
Di sisi lain, Samsung berupaya mencapai rekor penjualan smartphone lipat melalui kehadiran jajaran Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Galaxy Z Flip 8. Perusahaan tetap ingin mempertahankan kepemimpinannya di pasar smartphone foldable global.
“Seiring matangnya pasar, semakin banyak perusahaan yang akan masuk, dan kami menyambut baik hal itu karena menunjukkan bahwa ponsel lipat menjadi arus utama dan pasar akan terus tumbuh,” tandasnya.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.