Desain terbaru Samsung Galaxy Z Fold8 menjadi sorotan setelah sejumlah pengguna media sosial menilai tampilannya mirip dengan bocoran ponsel lipat milik Apple yang selama ini dikenal sebagai iPhone Fold atau iPhone Ultra. Bentuk perangkat yang lebih pendek dan lebar saat dilipat memicu perdebatan, bahkan tak sedikit yang menuding Samsung mengikuti arah desain yang disebut-sebut akan diusung Apple.
Namun jika ditelusuri lebih jauh, anggapan tersebut belum tentu benar. Pasalnya, Samsung justru telah memperlihatkan konsep perangkat lipat dengan karakter serupa lebih dari satu dekade lalu. Tepatnya pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2013, perusahaan asal Korea Selatan itu sudah memamerkan visi mengenai masa depan smartphone lipat yang menyerupai desain Galaxy Z Fold8 saat ini.
Desain Galaxy Z Fold8 Jadi Perbincangan
Galaxy Z Fold8 hadir membawa perubahan desain yang cukup signifikan dibandingkan pendahulunya. Jika seri Galaxy Z Fold sebelumnya dikenal memiliki bodi yang tinggi dan ramping, kini Samsung memilih pendekatan berbeda melalui desain yang lebih ringkas dan lebar.
Baca Juga
Advertisement
Konsep tersebut dikenal dengan sebutan passport-style karena ketika perangkat ditutup, bentuknya menyerupai paspor. Sementara saat dibuka, pengguna akan disuguhi layar berukuran 7,6 inci dengan rasio mendekati 4:3, sehingga pengalaman penggunaan terasa seperti tablet berukuran kecil.
Perubahan rasio ini bukan tanpa alasan. Samsung ingin menghadirkan perangkat yang lebih nyaman digenggam sekaligus memberikan ruang layar yang lebih luas untuk berbagai aktivitas. Mulai dari membaca artikel, menonton video, bermain gim, hingga menjelajahi media sosial dapat dilakukan dengan lebih nyaman.
Di sisi lain, kemunculan desain tersebut langsung dikaitkan dengan rumor mengenai iPhone layar lipat yang hingga kini belum diumumkan secara resmi oleh Apple. Berdasarkan berbagai bocoran yang beredar, perangkat tersebut diperkirakan juga akan mengusung desain berbentuk buku dengan bodi yang lebih pendek dan lebar.
Baca Juga
Advertisement
Akibatnya, muncul anggapan bahwa Samsung sengaja meluncurkan Galaxy Z Fold8 lebih dahulu sebelum Apple memasuki pasar ponsel lipat. Perdebatan itu pun semakin ramai karena tampilan keduanya sekilas memang terlihat memiliki konsep yang mirip.
Kritik dari CEO Nothing
Perbincangan mengenai desain Galaxy Z Fold8 bahkan ikut menarik perhatian CEO Nothing, Carl Pei. Ia menilai Samsung kerap memanfaatkan rumor mengenai produk Apple sebagai bagian dari strategi peluncuran perangkat barunya.
Menurut Carl Pei, pola tersebut bukan hal baru. Ia bahkan menyebut Samsung “selalu melakukan itu” ketika menanggapi isu mengenai kemiripan Galaxy Z Fold8 dengan bocoran iPhone Fold.
Baca Juga
Advertisement
Meski demikian, tudingan tersebut masih sulit dibuktikan. Hingga saat ini Apple belum memperkenalkan perangkat lipatnya secara resmi. Selain itu, proses pengembangan sebuah smartphone premium biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun, mulai dari tahap riset, desain, pengujian, hingga akhirnya dipasarkan kepada konsumen.
Artinya, sangat kecil kemungkinan Samsung mengubah keseluruhan desain produknya hanya berdasarkan rumor yang masih berkembang di internet.
Samsung Sudah Memiliki Visi Sejak 2013
Jika melihat perjalanan teknologi Samsung, konsep Galaxy Z Fold8 sebenarnya bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Jauh sebelum tren ponsel lipat berkembang, Samsung telah memperlihatkan visi tersebut kepada publik.
Baca Juga
Advertisement
Pada CES 2013 di Las Vegas, Samsung memperkenalkan teknologi layar fleksibel bernama Youm Flexible OLED. Saat itu perusahaan mendemonstrasikan berbagai kemungkinan penggunaan layar OLED yang dapat ditekuk maupun dilipat.
Selain memamerkan teknologi layarnya, Samsung juga menampilkan sebuah video konsep yang menggambarkan smartphone yang dapat dibuka layaknya buku sehingga berubah menjadi perangkat seukuran tablet.
Menariknya, bentuk perangkat dalam video tersebut sangat mirip dengan konsep passport-style yang kini diterapkan pada Galaxy Z Fold8. Walaupun saat itu hanya berupa ilustrasi masa depan, desain tersebut menunjukkan bahwa Samsung sudah memiliki gambaran mengenai arah perkembangan smartphone lipat sejak lebih dari sepuluh tahun lalu.
Baca Juga
Advertisement
Dari Konsep Menjadi Produk Nyata
Pada masa itu, teknologi layar fleksibel memang belum cukup matang untuk diproduksi secara massal. Prototipe yang diperlihatkan Samsung masih berfokus pada kemampuan panel OLED yang dapat melengkung, sedangkan perangkat lipat sepenuhnya masih sebatas konsep.
Meski demikian, Samsung terus mengembangkan inovasi tersebut selama bertahun-tahun. Hasilnya mulai terlihat ketika perusahaan meluncurkan Galaxy Fold pertama pada 2019.
Sejak saat itu, Samsung secara konsisten menyempurnakan lini ponsel lipatnya melalui berbagai generasi Galaxy Z Fold. Perbaikan dilakukan pada banyak aspek, mulai dari kualitas engsel, daya tahan layar, lipatan di tengah layar yang semakin tipis, desain bodi yang lebih ramping, hingga optimalisasi perangkat lunak agar pengalaman multitasking semakin nyaman.
Baca Juga
Advertisement
Kini, Galaxy Z Fold8 dianggap sebagai salah satu pencapaian dari perjalanan panjang tersebut. Teknologi layar, baterai, engsel, dan sistem operasi yang dimiliki Samsung akhirnya memungkinkan konsep yang dahulu hanya tampil dalam video promosi menjadi produk nyata yang dapat digunakan masyarakat.
Galaxy Z Fold8 dan Fold8 Ultra Punya Karakter Berbeda
Samsung juga membedakan Galaxy Z Fold8 dengan varian Galaxy Z Fold8 Ultra. Model standar mengusung desain passport-style yang lebih ringkas sehingga nyaman digunakan sehari-hari.
Sementara itu, versi Ultra tetap mempertahankan karakter layar yang lebih besar dengan fokus pada produktivitas. Varian ini diperkirakan menawarkan spesifikasi lebih tinggi, termasuk peningkatan sektor kamera dan performa untuk pengguna profesional.
Baca Juga
Advertisement
Strategi tersebut menunjukkan bahwa Samsung tidak hanya menghadirkan satu pendekatan dalam lini ponsel lipatnya, tetapi juga mencoba memenuhi kebutuhan pengguna yang berbeda.
Kemiripan Belum Tentu Berarti Meniru
Perdebatan mengenai kemiripan Galaxy Z Fold8 dengan bocoran iPhone Fold memang masih akan terus berlangsung hingga Apple benar-benar meluncurkan perangkat lipat pertamanya.
Namun, melihat rekam jejak Samsung sejak CES 2013, desain passport-style bukanlah ide yang baru muncul belakangan. Sebaliknya, konsep tersebut telah menjadi bagian dari visi jangka panjang Samsung dalam mengembangkan perangkat layar fleksibel.
Baca Juga
Advertisement
Karena itu, menyebut Galaxy Z Fold8 sebagai hasil tiruan dari iPhone Fold masih terlalu dini. Justru, sejarah pengembangan teknologi Samsung menunjukkan bahwa perusahaan telah menyiapkan konsep tersebut jauh sebelum Apple dikabarkan akan memasuki pasar smartphone lipat.
Pada akhirnya, persaingan sesungguhnya baru akan terlihat ketika Apple resmi memperkenalkan iPhone Fold. Saat momen itu tiba, publik dapat menilai secara objektif bagaimana kedua perusahaan menerjemahkan konsep ponsel lipat ke dalam produk yang siap bersaing di pasar global. Hingga kini, Galaxy Z Fold8 menjadi bukti bahwa gagasan yang pernah dipamerkan Samsung lebih dari satu dekade lalu akhirnya berhasil diwujudkan menjadi perangkat komersial.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.