Industri pusat data global kini memasuki fase baru seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Kebutuhan komputasi yang semakin besar, kepadatan rak yang meningkat, serta tuntutan efisiensi energi mendorong transformasi besar dalam desain dan operasional data center.
Menjawab tantangan tersebut, Vertiv (NYSE: VRT), pemimpin global dalam infrastruktur digital kritis, memproyeksikan lonjakan kapasitas pusat data berbasis AI melalui pemanfaatan teknologi digital twin, arsitektur daya bertegangan tinggi, serta sistem adaptive liquid cooling.
Proyeksi tersebut tertuang dalam laporan terbaru bertajuk Vertiv™ Frontiers, yang disusun oleh para ahli lintas organisasi Vertiv. Laporan ini mengulas berbagai tren teknologi yang diprediksi akan membentuk masa depan industri pusat data, khususnya dalam mendukung operasional AI factory berskala besar.
Baca Juga
Advertisement
AI Mengubah Wajah Industri Pusat Data
Seiring meningkatnya penggunaan artificial intelligence dan high performance computing (HPC), pusat data kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai fasilitas penyimpanan dan pemrosesan data. Sebaliknya, data center telah berevolusi menjadi unit komputasi terintegrasi yang dirancang khusus untuk kebutuhan AI.
“Industri pusat data berkembang sangat cepat dalam desain, pembangunan, hingga operasionalnya sebagai respons terhadap tuntutan kepadatan dan kecepatan implementasi AI factory,” ujar Scott Armul, Chief Product and Technology Officer Vertiv.
Menurutnya, transformasi ini dipicu oleh berbagai kekuatan lintas teknologi, mulai dari densifikasi ekstrem hingga munculnya arsitektur daya DC bertegangan tinggi dan teknologi pendinginan cair canggih.
Baca Juga
Advertisement
Selain itu, pembangkitan energi di lokasi serta pemanfaatan digital twin juga diprediksi menjadi kunci untuk mempercepat adopsi AI dalam skala besar.
Faktor Makro yang Mengubah Lanskap Data Center
Dalam laporan Vertiv™ Frontiers, terdapat empat faktor makro utama yang menjadi pendorong inovasi pusat data global.
Pertama, densifikasi ekstrem yang dipicu oleh beban kerja AI dan HPC membuat pusat data harus mampu menampung daya komputasi yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Baca Juga
Advertisement
Kedua, pembangunan pusat data kini dilakukan dalam skala gigawatt dengan kecepatan tinggi, di mana fasilitas dibangun lebih cepat dan dalam kapasitas yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Ketiga, pusat data kini dipandang sebagai satu unit komputasi terpadu, bukan sekadar kumpulan server. Era AI menuntut fasilitas yang dirancang dan dioperasikan sebagai satu sistem terintegrasi.
Keempat, diversifikasi silikon, di mana infrastruktur pusat data harus mampu beradaptasi dengan berbagai jenis chip dan arsitektur komputasi terbaru.
Baca Juga
Advertisement
Keempat faktor ini kemudian melahirkan lima tren utama yang akan membentuk masa depan industri pusat data.
1. Lonjakan Kebutuhan Daya untuk AI
Saat ini, sebagian besar pusat data masih mengandalkan distribusi daya AC/DC hibrida dari jaringan listrik ke rak TI. Sistem ini melibatkan beberapa tahap konversi daya yang cenderung kurang efisien, terutama ketika kepadatan daya semakin meningkat akibat beban kerja AI.
Sebagai solusinya, Vertiv memproyeksikan peralihan menuju arsitektur DC bertegangan lebih tinggi. Pendekatan ini mampu mengurangi arus listrik, memperkecil ukuran konduktor, serta memangkas jumlah tahap konversi daya.
Baca Juga
Advertisement
Dengan demikian, konversi daya dapat dipusatkan di tingkat ruangan, sementara efisiensi operasional meningkat secara signifikan. Selain itu, pembangkitan energi di lokasi serta pengembangan microgrid juga akan mendorong adopsi sistem DC bertegangan tinggi di masa depan.
2. AI Terdistribusi dan Fleksibilitas Infrastruktur
Investasi bernilai miliaran dolar telah digelontorkan untuk membangun pusat data AI guna mendukung large language models (LLM) dan aplikasi berbasis AI lainnya. Namun, cara dan lokasi layanan inferensi AI akan sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing organisasi.
Untuk industri dengan regulasi ketat seperti keuangan, pertahanan, dan kesehatan, pengelolaan private dan hybrid AI melalui pusat data on-premises masih menjadi pilihan utama karena alasan keamanan, lokasi data, dan latensi.
Baca Juga
Advertisement
Oleh karena itu, sistem daya dan liquid cooling yang fleksibel, berskala besar, serta berkapasitas tinggi menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan AI terdistribusi.
3. Akselerasi Autonomi Energi
Keterbatasan pasokan listrik global kini mendorong pusat data untuk berinvestasi pada pembangkit energi di lokasi. Strategi ini tidak hanya meningkatkan ketahanan operasional, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang untuk pusat data AI yang membutuhkan daya besar.
Teknologi seperti turbin gas alam, pembangkit mandiri, hingga konsep Bring Your Own Power and Cooling diprediksi akan menjadi bagian penting dari strategi autonomi energi berkelanjutan.
Baca Juga
Advertisement
4. Desain dan Operasi Berbasis Digital Twin
Dengan meningkatnya kompleksitas AI factory, pusat data kini membutuhkan pendekatan desain yang lebih cerdas dan cepat. Melalui teknologi digital twin, pusat data dapat dimodelkan secara virtual sebelum dibangun secara fisik.
Pendekatan ini memungkinkan integrasi infrastruktur TI dan digital kritis dalam desain modular prefabrikasi, yang dapat diterapkan sebagai satu unit komputasi terpadu.
Hasilnya, waktu implementasi dapat dipangkas hingga 50%, sekaligus mendukung pembangunan pusat data dalam skala gigawatt untuk kebutuhan AI masa depan.
Baca Juga
Advertisement
5. Adaptive Liquid Cooling yang Semakin Cerdas
Beban kerja AI telah mendorong adopsi liquid cooling sebagai solusi pendinginan utama. Namun, AI juga berperan dalam menyempurnakan sistem pendinginan cair agar semakin efisien dan tangguh.
Dengan dukungan sistem pemantauan berbasis AI, liquid cooling dapat memprediksi potensi kegagalan, mengelola fluida secara optimal, serta meningkatkan keandalan perangkat keras bernilai tinggi.
Pendekatan ini diyakini mampu memperpanjang usia infrastruktur, menjaga stabilitas operasional, dan memastikan keberlangsungan beban kerja AI yang kritikal.
Baca Juga
Advertisement
Vertiv Siap Dukung Masa Depan AI Global
Saat ini, Vertiv beroperasi di lebih dari 130 negara dengan menyediakan solusi infrastruktur digital kritis untuk pusat data, jaringan komunikasi, serta fasilitas komersial dan industri.
Portofolio Vertiv mencakup manajemen daya, manajemen termal, serta solusi dan layanan infrastruktur TI dari cloud hingga edge network.
Dengan pendekatan terpadu tersebut, Vertiv menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan industri AI global yang berkelanjutan, efisien, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.