Jika mengikuti perkembangan teknologi smartphone, istilah UFS tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Hampir semua ponsel Android keluaran terbarubaik kelas entry level, menengah, hingga flagship mulai mengandalkan teknologi penyimpanan ini. Namun demikian, masih banyak pengguna yang belum benar-benar memahami apa itu memori UFS dan mengapa keberadaannya sangat penting.
Padahal, di balik performa HP yang terasa cepat, responsif, dan minim lag, ada peran besar dari jenis memori yang digunakan. Oleh karena itu, sebelum membeli smartphone atau tablet baru, memahami teknologi memori seperti UFS menjadi langkah penting agar tidak salah pilih.
Lantas, apa sebenarnya memori UFS? Apa bedanya dengan memori lama seperti eMMC? Dan mengapa produsen kini berlomba-lomba menggunakannya? Berikut penjelasan lengkapnya.
Baca Juga
Advertisement
1. Mengenal Jenis Memori pada Perangkat Digital
Secara umum, memori pada perangkat elektronik terbagi menjadi dua jenis utama, yakni memori volatil dan memori non-volatil. Memori volatil, seperti RAM, hanya menyimpan data sementara dan akan hilang saat perangkat dimatikan. Sebaliknya, memori non-volatil berfungsi sebagai penyimpanan permanen untuk sistem operasi, aplikasi, dan data pengguna.
Nah, UFS termasuk ke dalam kategori memori non-volatil. Artinya, seluruh data tetap tersimpan meskipun perangkat dalam kondisi mati. Karena itulah, kualitas dan kecepatan memori penyimpanan sangat berpengaruh terhadap pengalaman penggunaan sehari-hari.
2. Pengertian Memori UFS
UFS merupakan singkatan dari Universal Flash Storage, yaitu standar memori modern yang dirancang khusus untuk perangkat berukuran kecil seperti smartphone, tablet, dan kamera digital.
Baca Juga
Advertisement
Menurut Synopsys, UFS hadir sebagai solusi untuk menggantikan memori lama seperti eMMC dan SD Card yang dinilai sudah tertinggal dari sisi performa. Selain kecepatannya yang terbatas, memori lama juga sering mengalami bottleneck saat melakukan banyak tugas secara bersamaan.
Seiring waktu, UFS terus dikembangkan dan kini hadir dalam beberapa generasi, mulai dari UFS 2.1, UFS 2.2, UFS 3.1, hingga versi terbaru UFS 4.0. Setiap generasi membawa peningkatan signifikan, terutama dalam hal kecepatan baca-tulis data dan efisiensi daya.
Menariknya, UFS bekerja secara full-duplex, sehingga mampu membaca dan menulis data secara bersamaan. Inilah yang membuatnya jauh lebih unggul dibanding eMMC yang masih menggunakan sistem half-duplex.
Baca Juga
Advertisement
3. Kelebihan Memori UFS
Salah satu keunggulan utama memori UFS terletak pada kecepatan transfer data yang sangat tinggi. Sebagai contoh, UFS 4.0 diklaim mampu mencapai kecepatan hingga 5.800 MBps, jauh melampaui standar memori sebelumnya.
Dengan kecepatan tersebut, membuka aplikasi terasa lebih instan, memindahkan file besar menjadi lebih cepat, serta proses multitasking berjalan lebih mulus. Tak hanya itu, UFS juga memberikan efisiensi daya yang lebih baik, sehingga konsumsi baterai menjadi lebih hemat meski performa meningkat.
Selain cepat dan efisien, UFS juga menawarkan kapasitas besar, bahkan hingga 2 TB. Fitur tambahan seperti command queuing dan error correction juga membuatnya lebih stabil dan andal dalam penggunaan jangka panjang.
Baca Juga
Advertisement
4. Kekurangan Memori UFS
Meski unggul di banyak aspek, memori UFS bukan tanpa kelemahan. Berdasarkan informasi dari PROFOLUS, salah satu kekurangannya adalah usia pakai yang relatif lebih pendek dibanding beberapa jenis memori lainnya.
Selain itu, sistem UFS tergolong kompleks dan memiliki biaya produksi yang lebih tinggi. Hal inilah yang membuat tidak semua perangkat, terutama HP kelas bawah, menggunakan teknologi ini.
Dari sisi keamanan, UFS juga dinilai lebih rentan terhadap kerusakan data apabila terjadi kegagalan sistem. Oleh sebab itu, perlindungan tambahan dari sisi software menjadi hal yang sangat penting.
Baca Juga
Advertisement
5. Perangkat yang Menggunakan Memori UFS
Saat ini, mayoritas smartphone dan tablet Android telah mengadopsi memori UFS. Beberapa di antaranya adalah Samsung Galaxy S25 Ultra, Xiaomi 14, dan Samsung Galaxy Tab S10 Ultra yang dikenal mengandalkan performa tinggi.
Brand seperti Samsung dan Xiaomi menjadi contoh produsen yang konsisten menghadirkan UFS di lini produknya.
Namun, berbeda dengan Android, seluruh produk dari Apple tidak menggunakan UFS. Sebagai gantinya, perangkat seperti iPhone 16 dan iPhone 12 justru memakai SSD NVMe, teknologi penyimpanan yang biasa digunakan pada komputer dan laptop kelas atas.
Baca Juga
Advertisement
Pada akhirnya, memori UFS merupakan teknologi penyimpanan modern yang berperan besar dalam meningkatkan performa smartphone dan tablet. Dengan kecepatan tinggi, efisiensi daya yang baik, serta dukungan multitasking yang mumpuni, UFS menjadi standar baru di industri perangkat mobile.
Sebagai konsumen, memahami jenis memori yang digunakan pada HP atau tablet sangatlah penting. Jika menginginkan pengalaman penggunaan yang cepat, lancar, dan minim lag, memilih perangkat dengan memori UFS bisa menjadi keputusan yang tepat.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.