Catherine Lian tentang Adopsi AI di Indonesia: Tak Lagi Sekadar Uji Coba

IBM memetakan arah AI Indonesia menuju 2026, mulai dari sovereign AI, AI agentik, hingga kepercayaan digital sebagai kunci bisnis. Adopsi AI di Indonesia telah melewati fase eksperimen atau uji coba.

Img 3465

Kecerdasan buatan kini telah melampaui fase eksperimen. AI berubah menjadi fondasi baru dalam pengambilan keputusan bisnis, pembentukan peran kerja, hingga cara perusahaan memahami kebutuhan pelanggan. Jadi bukan sekadar uji coba. Perubahan ini juga terjadi di Indonesia, seiring meningkatnya adopsi AI di berbagai sektor industri. Hal ini diungkap Catherine Lian, General Manager and Technology Leader IBM ASEAN di Jakarta belum lama ini.

Melihat tren tersebut, IBM memetakan sejumlah arah utama perkembangan AI yang diproyeksikan akan membentuk lanskap bisnis Asia Pasifik, termasuk Indonesia, hingga tahun 2026. Peta jalan ini disampaikan dalam sesi media briefing IBM.

Chatherine menegaskan bahwa fokus IBM kini bukan sekadar mendorong adopsi AI, melainkan memastikan teknologi ini mudah diakses, bertanggung jawab, dan mampu memberikan nilai nyata bagi bisnis maupun masyarakat.

Advertisement

Sovereign AI, Kunci Kedaulatan Digital

Salah satu tren yang paling disorot IBM adalah Sovereign AI atau kedaulatan AI. Di tengah dinamika geopolitik global, banyak negara mulai memperkuat kendali atas data dan infrastruktur digital mereka.

Kedaulatan digital tidak lagi hanya soal mematuhi regulasi. Lebih dari itu, organisasi dituntut mampu mengelola data secara mandiri, transparan, dan aman. Studi IBM Institute for Business Value (IBV) mencatat, pada 2027 sekitar 80% organisasi multinasional di Asia Pasifik akan mengadopsi strategi kedaulatan data.

Advertisement

Img 3467
Catherine Lian tentang Adopsi AI di Indonesia: Tak Lagi Sekadar Uji Coba 5

Untuk menjawab tantangan tersebut, IBM mendorong pemanfaatan hybrid cloud agar perusahaan tetap fleksibel, sekaligus patuh terhadap aturan kedaulatan data. Selain itu, kolaborasi dengan mitra teknologi berdaulat serta peningkatan keterampilan SDM menjadi langkah krusial.

AI Berubah Menjadi Mesin Pertumbuhan

Selain isu kedaulatan, IBM menilai AI akan semakin berperan sebagai penggerak pertumbuhan bisnis. Nilai investasi AI baru benar-benar terasa ketika teknologi ini mampu menciptakan keunggulan kompetitif dan membuka sumber pendapatan baru.

Advertisement

Data IBV menunjukkan, 72% CEO dengan kinerja terbaik menjadikan GenAI tingkat lanjut sebagai sumber diferensiasi bisnis. Namun, masih banyak organisasi yang terjebak pada tahap perencanaan, tanpa transformasi nyata.

Karena itu, IBM menyarankan perusahaan untuk menyusun peta jalan AI yang jelas, mengukur dampak secara konsisten, serta memperkuat kapabilitas talenta internal yang memahami proses bisnis secara mendalam.

Memasuki 2026, IBM memprediksi hadirnya era AI agentik dalam skala besar. Agen AI otonom akan mampu bekerja secara kontekstual, mengambil keputusan, dan berkolaborasi dalam alur kerja end-to-end.

Advertisement

Namun, tantangan terbesar terletak pada interoperabilitas. Meski banyak organisasi menyadari pentingnya arsitektur terbuka, belum semua siap dari sisi skalabilitas dan tata kelola.

Paradiva, untuk mengantisipasi hal ini, perusahaan disarankan memulai dari proyek percontohan, memanfaatkan infrastruktur cloud atau hybrid, serta menanamkan aspek keamanan dan kepatuhan sejak awal pengembangan sistem AI.

Kepercayaan Menjadi Mata Uang Baru AI

Advertisement

IBM juga menekankan pentingnya kepercayaan dalam pengembangan AI. Transparansi dan etika terbukti berpengaruh langsung terhadap keberhasilan bisnis. Sebanyak 95% eksekutif global menilai kepercayaan konsumen terhadap AI akan menentukan keberhasilan produk dan layanan baru.

Sebaliknya, penggunaan AI yang tidak transparan justru berisiko menurunkan loyalitas pelanggan. Oleh karena itu, IBM mendorong perusahaan untuk terbuka soal penggunaan AI, memberi nilai jelas atas data pelanggan, serta melibatkan pengguna dalam pengujian inovasi.

Tren terakhir yang disoroti adalah komputasi kuantum. Ketika teknologi ini mencapai tahap quantum advantage, AI dapat dilatih lebih cepat dan efisien, terutama untuk memecahkan masalah kompleks.

Advertisement

Meski masih berada di tahap awal, IBM melihat organisasi yang mulai bersiap sejak dini akan memiliki keunggulan kompetitif. Kunci keberhasilan terletak pada kolaborasi ekosistem, berbagi risiko, dan pemanfaatan data lintas industri.

Catherine Lian dan Peran Strategis IBM ASEAN

Catherine Lian dikenal sebagai salah satu pemimpin teknologi yang aktif mendorong transformasi digital berbasis AI di kawasan Asia Tenggara. Dalam perannya di IBM ASEAN, ia memimpin strategi teknologi yang mencakup AI, hybrid cloud, hingga komputasi generasi berikutnya.

Advertisement

Dengan pengalaman panjang di industri teknologi, Catherine menempatkan etika, keamanan, dan kolaborasi ekosistem sebagai fondasi pengembangan AI. Menurutnya, keberhasilan AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga kesiapan organisasi dan kepercayaan pengguna.

“Perkembangan AI menunjukkan bahwa masa depan dimiliki oleh organisasi yang mampu beradaptasi dengan cepat,” ujar Catherine Lian. Menurutnya, sovereign AI, AI agentik, dan kepercayaan pelanggan akan menjadi fondasi utama pertumbuhan bisnis ke depan.

IBM, lanjut Catherine, akan terus menghadirkan teknologi yang memungkinkan perusahaan di Indonesia melangkah ke level berikutnya dalam rantai nilai bisnis, sekaligus membangun AI yang aman, transparan, dan relevan dengan kebutuhan lokal.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.