Cahaya Kartini dari Nduga, Kisah Ory Mangiri Menembus Keterbatasan Pendidikan di Papua

Kartini

Momen Hari Kartini di Indonesia saat ini masih dihadapkan pada realitas ketimpangan akses pendidikan bagi perempuan. Berdasarkan data nasional tahun 2025, rata-rata durasi sekolah perempuan di beberapa wilayah masih berada di bawah angka ideal. Kesenjangan ini paling terlihat di wilayah Papua Pegunungan, di mana angka partisipasi sekolah perempuan masih sangat rendah, mencerminkan hambatan besar yang harus dihadapi perempuan untuk menuntaskan pendidikan dasar.

Di tengah keterbatasan infrastruktur di Papua Pegunungan, seorang guru bernama Ory Mangiri mendedikasikan hidupnya untuk mengajar di wilayah pedalaman Kabupaten Nduga. Dengan tantangan akses transportasi yang mahal dan minimnya fasilitas listrik maupun jaringan, Ory tetap konsisten mendampingi murid-muridnya. Selain kendala fisik, ia juga berjuang melawan praktik pernikahan dini yang masih lazim terjadi pada anak usia sekolah dasar demi menyelamatkan masa depan mereka.

Transformasi besar dalam pola mengajar Ory terjadi ketika ia mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui program pelatihan Microsoft Elevate. Meski sempat ragu karena kendala teknis di lapangan, Ory menyadari bahwa memahami AI sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolahnya. Ia percaya bahwa pemberdayaan guru adalah langkah awal untuk menyebarkan perubahan positif bagi generasi muda di Timur Indonesia.

Advertisement

Di sisi lain, perjuangan melalui kebijakan publik dilakukan oleh Sherlita Ratna Dewi Agustin, Kepala Diskominfo Jawa Timur. Ia fokus mematahkan stereotip gender dalam kepemimpinan teknologi sambil berupaya memperkecil kesenjangan penggunaan internet antara laki-laki dan perempuan. Sherlita memandang bahwa perspektif perempuan memberikan nilai tambah yang unik dalam mengelola infrastruktur digital dan komunikasi pemerintahan.

Melalui program GARUDA AI, Sherlita mendorong para aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak alergi terhadap teknologi. Pelatihan yang dilakukan mencakup pemahaman dasar hingga etika penggunaan AI yang bertanggung jawab. Baginya, teknologi bukanlah pengganti peran manusia, melainkan alat bantu untuk mempercepat pekerjaan administratif agar ASN dapat lebih fokus memberikan layanan publik dengan empati dan kreativitas.

Inisiatif Gerakan Cerdas Digital (Cerdig) di Jawa Timur menjadi bukti nyata komitmen dalam meningkatkan literasi digital di lingkungan pemerintahan. Ribuan ASN telah dibekali kemampuan AI untuk menciptakan birokrasi yang lebih efisien dan responsif terhadap ekspektasi masyarakat. Sherlita berharap adopsi teknologi ini mampu membangun sistem pemerintahan yang lebih inklusif dan berpusat pada kepentingan masyarakat luas.

Advertisement

Semangat Kartini masa kini juga diperkuat melalui dukungan pemerintah pusat, seperti yang disampaikan oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan. Beliau menegaskan bahwa akses dan keadilan yang setara adalah syarat mutlak bagi perempuan untuk meraih mimpi setinggi mungkin. Dukungan ini juga diamini oleh pemimpin daerah lainnya yang menekankan pentingnya infrastruktur dan pengembangan kapasitas yang merata hingga ke pelosok.

Pada akhirnya, sinergi antara kepemimpinan manusia dan kesiapan teknologi menjadi kunci dalam menghadapi transformasi digital. Upaya yang dilakukan oleh sosok seperti Ory dan Sherlita membuktikan bahwa semangat Kartini tetap hidup melalui aksi nyata. Kepemimpinan yang visioner di era AI bukan sekadar memberikan arahan, melainkan memastikan bahwa kemajuan teknologi dapat merangkul dan memberdayakan semua pihak secara adil dan bertanggung jawab.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids.