CIMB Niaga berhasil menjaga performa solid sepanjang 2025. Di tangan Lani Darmawan, meski ekonomi bergerak lambat, laba bank tetap tumbuh 1,7% secara tahunan, mencapai Rp6,7 triliun.
Jika sebagian bank lain memilih mengerem penyaluran kredit, CIMB Niaga justru mencatatkan pertumbuhan 4,6%, ditopang sektor UMKM yang tumbuh hampir 6%.
Lani yang sudah dua dekade lebih berkarir di CIMB Niaga didaulat sebagai presiden direktur sejak 2021 ini berhasil membawa bank ini menunjukkan tren kuat dalam penghimpunan dana.
Baca Juga
Advertisement

DPK (Dana Pihak Ketiga) CIMB Niaga mencapai Rp278 triliun, naik 8,6% YoY, sementara komposisi CASA mencapai 67,9%—salah satu yang tertinggi di pasar. Angka-angka itu mempertegas posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta terbesar kedua, tepat di bawah BCA, dengan total aset Rp369,5 triliun.
Namun bagi Lani, angka hanyalah hasil dari kerja panjang sebuah strategi. “Produk bank itu mirip-mirip,” katanya. “Yang membedakan adalah bagaimana kita memperlakukan nasabah. Customer centricity itu kunci.”
Pernyataan itu menggambarkan perubahan besar yang ia bawa ke CIMB Niaga: menggeser fokus dari sekadar memperbanyak fitur menjadi memahami perilaku nasabah secara holistik. Dalam bahasa Lani, ini berarti “melihat nasabah dari semua sisi”—sebagai individu, pemilik bisnis, investor, dan bagian dari keluarga.
Baca Juga
Advertisement
Bagi Lani, bisnis yang solid tidak hanya fokus pada pertumbuhan angka, melainkan juga memastikan organisasi tetap relevan menghadapi perubahan perilaku nasabah.
Hal tersebut dipaparkan Lani pada forum Media Gathering CIMB Niaga 2025: Jurnalisme Inspiratif 2025, Lani menggambarkan situasi ekonomi saat ini sebagai kondisi “maju kena, mundur kena”. Meskipun begitu, CIMB Niaga berhasil menjaga performa.
F30: Arah Baru CIMB Niaga
Baca Juga
Advertisement
Sebagai wujud purpose Advancing Customers & Society, CIMB Niaga telah memulai strategi jangka panjang Forward30 (F30). Melalui strategi ini, CIMB Niaga berkomitmen memperkuat kepercayaan nasabah dengan fokus pada transformasi digital, inovasi produk, dan layanan yang semakin mudah, semakin baik, dan semakin cepat untuk menjawab kebutuhan nasabah dan masyarakat.
Lani membawa CIMB Niaga memasuki fase baru melalui F30. Peta jalan hingga 2030 ini memiliki empat pilar utama, dikenal sebagai 4C:
1. Cash (CASA) – Memperkuat dana murah sebagai fondasi biaya yang lebih efisien.
Baca Juga
Advertisement
2. Cross-selling – Memberikan solusi berbasis kebutuhan nasabah, bukan sekadar menawarkan produk.
3. Capabilities – Mengembangkan kapabilitas internal dan eksternal melalui prinsip Simpler, Better, Faster.
4. Capital – Menjaga permodalan dan likuiditas tetap solid. Saat ini CAR berada di kisaran 24–25%, mengindikasikan fundamental yang kuat.
Baca Juga
Advertisement
Di bawah F30, digitalisasi menjadi pusat gravitasi. Semua aplikasi dan kanal digital CIMB Niaga kini dirangkum dalam ekosistem OCTO. Lani bahkan mendorong percepatan integrasi OCTO Mobile dan OCTO Clicks agar nasabah mendapatkan pengalaman transaksi yang lebih intuitif dan pengalaman transaksi yang lebih seamless. Melalui strategi F30 ini CIMB Niaga membuka adopsi AI Generatif.
Membawa UMKM dan Kota Lapisan Kedua ke Panggung Utama
Salah satu strategi CIMB Niaga yang juga fokus ekspansi ke kota lapis kedua tahun ini menjadi kunci keberhasilan Lani menjaga kinerja bisnis bank yang tahun ini berusia 70 tahun. Tahun 2025, CIMB Niaga memperluas cakupan ke 30 kota dari sebelumnya 18 kota. Hasilnya, kontribusi pertumbuhan kredit UMKM—yang naik hampir 6%—menjadi lebih signifikan.
Baca Juga
Advertisement
Lani melihat potensi besar di luar kota-kota metropolitan. Menurutnya, pelaku UMKM di daerah memiliki daya tahan bisnis yang kuat, terutama jika didukung layanan digital dan pembiayaan yang mudah diakses. CIMB Niaga juga memperkenalkan OCTO Biz, platform yang menyederhanakan transaksi bisnis bagi UKM dan korporasi.
CIMB Niaga juga memiliki platform “GreenBiz Ready” untuk mengedukasi pelaku UKM agar mulai mengadopsi prinsip keberlanjutan.
CIMB Niaga terus memperluas portofolio pembiayaan berkelanjutan. Saat ini, sekitar 24% portofolio kredit bank sudah mengarah ke proyek-proyek sustainable. Program pemberdayaan masyarakat, seperti pengembangan bambu di Indonesia Timur dan kolaborasi penanganan stunting bersama UNICEF, juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang.
Baca Juga
Advertisement
Kekuatan CIMB Niaga yang mendukung strategi yang telah diramu di atas adalah falsafah “Work from Heart”—bekerja dengan ketulusan. Lani percaya bahwa kinerja terbaik hanya tercapai ketika organisasi memahami nasabah secara menyeluruh, bukan hanya sebagai pengguna layanan, tetapi sebagai individu dengan kebutuhan unik.
Nasabah bukan hanya sebagai entitas finansial, tetapi sebagai individu beragam keunikan karakter dan kebutuhannya. Lalu organisasi bukan sekadar mesin, tetapi kumpulan manusia yang ingin berkembang. Dan dia memandang perubahan bukan sebagai ancaman, tetapi ruang inovasi.
Visi ini pula yang mengarahkan CIMB Niaga memasuki era F30. Dengan kombinasi transformasi digital, penguatan fundamental, dan fokus keberlanjutan, Lani memastikan CIMB Niaga tetap gesit menghadapi tantangan, tanpa kehilangan sentuhan manusiawi yang selama ini menjadi kekuatan utamanya.
Baca Juga
Advertisement
“Apakah kami puas? Jika kondisi ekonomi lebih stabil dan kembali normal, tentu hasilnya bisa lebih baik lagi. Meski begitu, dengan situasi saat ini, kami menilai CIMB Niaga telah melakukan yang terbaik untuk tetap hadir bagi masyarakat mewujudkan mimpi terbaiknya, sekaligus menjaga perusahaan tetap sehat dan tetap menghasilkan profit,” pungkasnya.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.