Administrasi Ruang Siber Tiongkok (CAC) kini mewajibkan influencer memiliki kualifikasi formal untuk membahas topik profesional. Peraturan ini mulai berlaku pada 25 Oktober 2025.
Melansir dari The Economic Times, topik profesional yang dimaksud meliputi kedokteran, hukum, pendidikan atau keungan. Undang-undang ini mewajibkan para influencer memiliki gelar dari universitas, sertifikat dari pelatihan yang diakui, lisensi atau sertifikasi profesional untuk membuktikan keahlian mereka di bidang-bidang tersebut.
Upaya ini dilakukan untuk mengurangi misinformasi di ruang digital. Regulasi ini berlaku untuk para influencer di platform media sosial seperti Douyin (TikTok China), Blibli dan Weibo.
Baca Juga
Advertisement
Para influencer kini harus secara jelas mendeskripsikan materi dalam konten mereka jika dihasilkan menggunakan bantuan AI atau menggunakan referensi lain. Mereka harus dengan jelas menyatakan kapan informasi tersebut bersumber dari studi atau kapan video mereka menggunakan konten yang dihasilkan oleh AI.
Tak hanya influencer, platform media sosial juga harus patuh terhadap regulasi ini. Mereka harus memverifikasi kredensial kreator yang tersedia di platform mereka dan memastikan bahwa konten yang dibagikan menyebutkan kutipan serta pernyataan yang tepat.
Selain itu, CAC juga telah melarang iklan-iklan untuk produk medis, suplemen dan makanan kesehatan. Guna menghindari promosi terselubung yang disamarkan sebagai konten “edukasi”.
Baca Juga
Advertisement
Di sisi lain, pengguna juga harus tetap menyadari tanggung jawab mereka saat berbagi konten daring. Guna mencegah penyebaran misinformasi.
Sebelumnya, studi dari UNESCO dan Bowling Green State University mengungkap hanya 36,9% kreator konten digital yang memverifikasi informasi sebelum membagikannya kepada audiens.
Studi ini juga menemukan bahwa 41,7% kreator konten menggunakan metrik popularitas seperti likes dan views sebagai indikator utama kredibilitas sumber online. Sebanyak 58,1% kreator konten mengambil materi dari pengalaman pribadi, 38,7% membuat konten dari hasil penelitian independen dan wawancara ahli.
Baca Juga
Advertisement
Selain China, Spanyol juga telah menerapkan regulasi untuk kreator konten pada tahun 2024. Regulasi ini mewajibkan kreator berpenghasilan lebih dari EUR 300.000 (atau sekitar Rp. 5,7 miliar) per tahun atau memiliki lebih dari 1 juta pengikut untuk mendaftar dan mematuhi pedoman iklan yang ketat.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.