Gegara ChatGPT, Kim Kadarshian Tidak Lulus Ujian Hukum

Kim Kadarshian
Foto: Mashable

Aktris dan calon Pengacara Kim Kadarshian menyebut ChatGPT membuatnya gagal dalam ujian hukum. Kala itu, ia tengah mengikuti ujian pengacara. 

Dalam sebuah video untuk Vanity Fair, Kim mengaku bahwa dirinya menggunakan ChatGPT sebagai asisten belajar informal. Hal ini justru menjadi bencana baginya. 

Kim menggunakan ChatGPT sebagai penasihat hukum. Terutama ketika ia membutuhkan jawaban untuk suatu pertanyaan. 

Advertisement

Ia juga keram menyematkan gambar terkait pertanyaan soal hukum danmemasukkannya ke dalam ChatGPT. Ia berharap mendapatkan jawaban cepat untuk konsep hukum yang rumit. 

Awalnya, metode ini nampak nyaman bagi Kim. Namun, ia segera menyadair bahwa teknologi tersebut memiliki keterbatasan signifikan dalam hal memberikan nasihat hukum yang akurat. 

“Aku menggunakannya (ChatGPT) untuk nasihat hukum. Jadi, ketika aku butuh jawaban atas suatu pertanyaan, saya akan memotretnya, lalu memasukannya ke sana,” ujar Kadarshian kepada Teyana Taylor dalam video tersebut yang diunggah pada Selasa (4/11). 

Advertisement

Selanjutnya, Teyana bertanya apakah penggunaan ChatGPT termasuk kecurangan, Kim mengaku bahwa chatbot ini tidak dapat daindalkan. Sebab, chatbot ini secara konsisten memberikan informasi yang salah. 

Hal tersebut menyebabkan beberapa ujiannya gagal selama enam tahun program pelatihan hukumnya. Kim bercerita bahwa ia sempat frustrasi hingga mendapati dirinya berteriak di depan layar komputernya, mengkonfrontasi AI tersebut tentang perannya dalam kegagalan akademisnya. 

Namun, interaksinya tak berakhir sampai di sana saja. Alih-alih, Kim malah terlibat dalam percakapan penuh dengan chatbot tersebut. Ia memperlakukannya hampir seperti tutor lalai yang perlu memahami konsekuensi dari kesalahannya.

Advertisement

“Mereka selalu salah. Itu (ChatGPT) membuatku gagal ujian. Selalu begitu. Lalu, aku akan marah dan membentaknya dan berkata, ‘Kamu membuatku gagal. Kenapa kamu melakukan ini?'” ungkapnya. 

Kemudian, chatbot tersebut meresepons yang menunjukkan bahwa jawaban yang salah justru mengajari Kim untuk mempercayai instingnya sendiri. Menurutnya, ChatGPT pada dasarnya akan memberi tahunya bahwa ia sudah tahu jawaban yang benar sejak awal dan tidak perlu bergantung pada teknologi. 

Tak hanya itu, Kim Kadarshian mengaku bahwa ChatGPT ini juga dianggapnya sebagai terapis. Chatbot tersebut kerap membantunya dan mengajari pelajaran hidup. Sekaligus, memberinya motivasi. 

Advertisement

“Tapi mereka perlu berbuat lebih baik karena aku bersandar pada mereka untuk benar-benar membantuku, dan dia mengajariku pelajaran hidup lalu menjadi terapisku untuk memberitahuku kenapa aku harus percaya pada diriku sendiri setelah mereka salah menjawab. Itu seperti sesuatu. Aku selalu mengambil tangkapan layar dan mengirimkannya ke obrolan grupku. Seperti, apa kau percaya perempuan ini bicara seperti ini padaku? Gila sekali,” ungkap Kim. 

Sebagai informasi, Kim Kadarshian telah menyelesaikan program hukumnya pada bulan Mei lalu. Setelah menyelesaikan program tersebut, ia kini tengah menunggu hasil ujian pengacaranya. 

Dalam penampilannya di The Graham Norton Show pada 24 Oktober, ia mengungkapkan bahwa ia berharap dapat memenuhi syarat sebagai pengacara dalam beberapa minggu. Ke depannya, Kardashian membayangkan perubahan karier yang dramatis dalam dekade berikutnya, kemungkinan meninggalkan citra selebritasnya untuk fokus sepenuhnya pada praktik hukum. 

Advertisement

Kim Kadarshian bercita-cita menjadi pengacara litigasi. Melalui jalur karier ini, ia akan sepenuhnya meninggalkan dunia hiburan yang digelutinya saat ini. Ia mengaku profesi ini benar-benar diinginkannya, bukan sekadar minat sesaat.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.