Orang Indonesia Kehilangan Rp. 1,7 Juta dalam Setahun Terakhir Gegara Penipuan

Img 20251031 Wa0008

Penelitian dari organisasi GASA (Global Anti Scam Alliance) menyebutkan bahwa 14% orang Indonesia mengakui kehilangan uang akibat penipuan. Setiap masing-masing orang diperkirakan kehilangan sebesar Rp. 1.723.310 selama 12 bulan terakhir.

“Tapi, 1,7 juta bukanlah jumlah kecil bagi seseorang yang mungkin hanya menghasilkan gaji tiga atau empat juta rupiah,” ungkap APAC Director Anti-Scam Alliance (GASA) Brian D. Hanley dalam acara konferensi pers di Jakarta, Jumat (31/10). 

Jika ditotalkan dalam satu tahun, berarti orang Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp. 49 triliun. Dengan rata-rata, generasi Milenial lebih banyak mengalami kerugian (Rp. 1.954.095) daripada generasi Baby Boomers (Rp. 1.007.821). 

Advertisement

Laporan ini menemukan bahwa jenis penipuan yang paling sering terjadi selama 12 bulan terakhir. Rata-rata orang Indonesia tertipu dengan modus investasi (63%) dan menawarkan hadiah sebesar (55%). 

“Penipuan investasi adalah jenis penipuan yang paling banyak terjadi di Indonesia, yang memengaruhi dua perlima orang dewasa yang pernah dihubungi oleh penipu,” ungkap penelitian tersebut.

Adapun metode pembayaran yang digunakan penipu. Pertama, transfer bank (65%) dan pembayaran digital atau e-wallet (43%). 

Advertisement

Brian juga menjelaskan bahwa sekitar 51% korban penipuan merasa sangat tertekan. Sedangkna, 38% korban penipuan menyatakan berdampak pada signfikan terhadap kesejahteraan mental dan 62% menyatakan dampaknya kecil atau tidak ada.

“51% korban penipuan merasa sangat tertekan karenanya. Dan ini bukan hanya rasa malu, melainkan menciptakan tingkat stress yang tinggi,” katanya.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.