Dalam gelombang transformasi digital yang kian deras, kemampuan beradaptasi dan menawarkan solusi yang komprehensif menjadi kunci kesuksesan bisnis. Hal inilah yang diusung oleh PT Astra Graphia Tbk (Astragraphia), perusahaan teknologi ternama di Indonesia. Dalam sebuah paparan terkini, Trivena Nalsalita, Direktur Astragraphia, membeberkan strategi perusahaan untuk terus meningkatkan pertumbuhan bisnis melalui layanan terintegrasi yang menjawab kebutuhan zaman.
“Kami berkomitmen untuk menjadi pilihan utama para pemangku kepentingan dalam hal percetakan, teknologi, dan transformasi digital,” ujar Trivena, membuka presentasinya.
Dua Pilar Utama Penggerak Bisnis
Baca Juga
Advertisement
Secara fundamental, Astragraphia berdiri pada dua entitas bisnis utama. Pertama, adalah Astragraphia Document Solutions yang berfokus pada penyediaan solusi percetakan dan dokumen, dengan kemitraan strategis bersama Fujifilm Business Innovation. Kedua, adalah PT Astra Graphia Information Technology (AGIT) yang khusus menangani solusi digital dan teknologi informasi. Kombinasi kedua pilar inilah yang membentuk fondasi kuat perusahaan.

Lantas, bagaimana hasil dari strategi ini? Ternyata, cukup menggembirakan. Pada semester pertama tahun 2025, Astragraphia mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 18% atau setara dengan Rp1,53 triliun.
Yang menarik, komposisi pendapatan ini menunjukkan pergeseran signifikan. Jika sebelumnya kontribusi terbesar didominasi oleh bisnis solusi dokumen, kini AGIT tumbuh pesat dan memberikan porsi yang seimbang. “Fokus AGIT untuk menjadi profesional TI andal telah mendorong pertumbuhan ini,” jelas Trivena saat acara Astra Media Day 2025 di Menara Astra, Jakarta (23/9).
Baca Juga
Advertisement
Lebih detail, pendapatan AGIT didominasi oleh sektor jasa atau penyewaan sebesar 55%. “Kami menyediakan layanan manajemen dan operasional TI,” tambahnya. Komponen berikutnya adalah penjualan barang, seperti infrastruktur TI, yang menyumbang 26%. Sisanya, berasal dari pendapatan proyek implementasi.
Dari sisi profitabilitas, kinerja AGIT juga tercatat lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini didukung oleh produk-produk dengan margin yang lebih sehat. Sementara itu, dari aspek ketenagakerjaan, perusahaan mencatatkan pertumbuhan beban tenaga kerja sebesar 29% menjadi Rp82,1 miliar, seiring dengan ekspansi bisnis yang dilakukan.
Kekuatan lain yang menonjol adalah kondisi neraca keuangan yang sehat. Total aset Astragraphia mencapai Rp2,8 triliun, dengan komposisi terbesar berupa kas yang mencapai Rp 100,6 miliar. “Yang terpenting, kondisi ini dicapai tanpa adanya pinjaman. Ini adalah modal kami yang kuat untuk menciptakan investasi dan inisiatif-inisiatif baru di masa depan,” tegas Trivena.
Baca Juga
Advertisement
Astragraphia dengan pendapatan bersih sebesar Rp1,53 triliun pada periode Januari-Juni 2025, artinya perusahaan mengalami pertumbuhan sebesar 18% atau setara dengan Rp238 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar Rp1,29 triliun.
Tidak hanya pendapatan, profitabilitas perusahaan juga mengalami kenaikan signifikan. Laba bersih tahun berjalan yang menjadi hak pemilik entitas induk mencapai Rp106 miliar, melonjak 29% dari posisi Rp82 miliar di H1 2024. Secara lebih rinci, laba per saham dasar (EPS) juga ikut naik dari Rp61 menjadi Rp79.
Menjawab Tantangan Era Kerja Baru
Baca Juga
Advertisement
Di tengah perubahan pola kerja pasca-pandemic, Astragraphia berfokus untuk berkontribusi pada peningkatan produktivitas, efisiensi, dan pertumbuhan pelanggan. “Solusi kami dirancang untuk menjadi mitra di tempat kerja yang cerdas,” ujar Trivena.
Melalui Astragraphia Document Solutions, perusahaan menawarkan tiga solusi inti yaitu solusi perkantoran, komunikasi grafis dan layanan pencetakan Managed Print Services (MPS).
Namun, layanannya tidak berhenti di sana. Astragraphia juga mengembangkan Solusi Bisnis baru yang fokus pada otomatisasi proses. “Kami menyediakan solusi untuk pengambilan data dari dokumen fisik, menciptakan alur kerja digital untuk persetujuan yang dapat diakses dari mana saja, serta manajemen keamanan data dan perangkat,” papar Trivena. Ini sangat relevan untuk mendukung Work From Anywhere (WFA).
Baca Juga
Advertisement
Sementara itu, di pilar AGIT, revolusi digital yang ditawarkan lebih dinamis lagi. Layanannya bersifat terpadu yaitu infrastruktur digital yang menyediakan solusi inti digital seperti infrastruktur hybrid cloud, teknologi pendukung Industri 4.0, penyimpanan server, keamanan siber, dan teknologi Artificial Intelligence (AI). Aplikasi perusahaan menyediakan berbagai perangkat lunak untuk digitalisasi operasional bisnis, mulai dari manajemen rantai pasok hingga hubungan dengan pelanggan. Dan layanan terkelola (managed services): Setelah infrastruktur dan aplikasi dibangun, perusahaan membutuhkan operasi yang handal. AGIT menawarkan layanan pemeliharaan dan operasional TI yang komprehensif.
“Pada intinya, kami menyediakan solusi TI terpadu dari hulu ke hilir,” jelas Trivena. Dia juga mengungkapkan bahwa kerja sama terbaru AGIT dengan dua raksasa teknologi global, Hewlett Packard Enterprise (HPE) dan Equinix memperkuat bisnis Astragraphia ke ke depan, terutama dalam membangun solusi private cloud berbasis AI untuk pasar Indonesia. “Equinix menyediakan platform data center yang andal, HPE unggul dalam teknologi AI, dan kami sebagai AGIT akan menghadirkan solusi yang tepat guna bagi pelanggan,” pungkasnya.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.