Mengenal Perempuan di Balik Mesin Pencuci Piring, Josephine Cochrane

Josephine Cochrane
Foto: Pop Sci

Garis-Cochran Dishwashing Machine sempat menggemparkan gelaran pameran World’s Columbian Exposition alias World’s Fair pada tahun 1893. Sebab, perangkat ini merupakan satu-satunya yang dibuat oleh perempuan bernama Josaphine Cochrane. 

Mesin pencuci piring milik Josephine Cochrane ini diketahui mampu memuat lebih dari 200 piring kotor. Piring-piring kotor tersebut kemudian dipindahkan ke dalam kotak yang dikelilingi oleh katrol dan roda gigi. Dua menit kemudian, piring-piring itu muncul bersih dan berkilau. 

Dalam gelaran World’s Fair, mesin cuci piring milik Josephine Cochrane ini lebih dari sekadar pajangan. Alat ini juga digunakan oleh banyak restoran dalam pameran tersebut untuk membersihkan puluhan ribu piring setiap harinya. 

Advertisement

Penemuan Josephine ini menerima penghargaan dalam kategori “konstruksi mekanis, daya tahan dan adaptasi terbaik terhadap bidang pekerjaannya”. Hal ini menjadi momen terobosan bagi seorang sosialitas yang berhasil menjadi penemu. 

Kala itu, mungkin Josephine tak menyangka hasil penemuan ini akan menjadi momen yang merevolusi lintasan peralatan dapur. Bahkan sampai saat ini. 

Awal Mula Penemuan Mesin Cuci Josephine Cochrane

Penemuan mesin cuci ini bermula setelah ia dan suaminya yang bernama William Cochrane pindah ke sebuah rumah besar di Shelbyville, Illinois. Rumah tersebut memiliki beberapa pelayan. 

Advertisement

Kala itu, pasangan tersebut baru saja menikah. Mereka sering menjamu tetangga dengan porselen pusaka abad ke-17 milik Josephine. Namun, porselen miliknya tersebut kerap pecah saat dicuci oleh pelayannya. 

Oleh sebab itu, ia memutuskan utnuk mencucinya sendiri. Kemudian, Josephine berpikir pasti ada cara untuk mengotomatiskan tugas tersebut dan bersumpah jika tidak ada orang lain yang akan menemukan mesin pencuci piring, maka ia akan melakukannya sendiri. 

“Ia tidak senang porselen itu terus pecah ketika dicuci [oleh para pelayan], jadi ia memutuskan untuk mencucinya sendiri,” ungkap insinyur Lauran Busch yang menulis buku Women in the National Investors Hall of Fame dikutip dari Pop Sci, Senin (22/9).

Advertisement

Pada tahun 1883, William tiba-tiba meninggal dan hanya meninggalkannya dengan nominal uang sebesar USD 1.500 dan utang yang terus bertambah. Dengan pilihan yang terbatas, Cochran mengerahkan seluruh upayanya untuk mengembangkan mesin pencuci piringnya. 

Ia perlu menemukan seseorang yang dapat membuat prototipe dari gambar-gambarnya. Akhirnya, dirinya memutuskan untuk mempekerjakan mekanik George Butters. 

“Mereka meiliki hubungan yang sangat sukses karena George menganggapnya serius, dan ia tahu  bahwa ia ada di sana untuk mengemplementasikan ide-idenya,” ungkap Busch. 

Advertisement

Beberapa hari setelah Natal tahun 1886, Cochran mendapatkan Paten AS 355.139 untuk mesin pencuci piringnya. Meksipun mesin ini bukan yang pertama dalam jenisnya, namun telah dilengkapi dengan sikat untuk membersihkan piring bukan dengan tekanan air. 

Ini merupakan sebuah ide revolusioner yang masih digunakan oleh mesin pencuci piring modern. Melalui mesin ini, Cochran berharap dapat meringankan beban mencuci piring yang seringkali ditanggun perempuan. 

Josephine Cochrane
Foto: Pop Sci

Mesin cuci ini pertama kali dijual ke Palemer House Hotel di Chicago pada tahun 1887. Ia mengenang betapa menakutkanya untuk menyampaikan idenya kepada para pengusaha hotel pria. 

Advertisement

“Anda tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya pada masa itu… seorang perempuan melewati lobi hotel sendirian. Saya belum pernah ke mana pun tanpa suami atau ayah saya — lobinya terasa sangat luas. Saya pikir saya akan pingsan di setiap langkah, tetapi ternyata tidak — dan saya mendapatkan pesanan senilai USD 800 sebagai hadiah,” jelasnya. 

Pada tahun 1893, ia mendirikan Garis-Cochran Dish-Washing Company bersama beberapa pendukung pria. Ia akhirnya meraih kesuksesan besar di Chicago World’s Fair di tahun yang sama. 

“Ia mendapat banyak perhatian” di pameran tersebut, kata Busch, yang berarti pesanannya meningkat pesat. Selain restoran dan hotel, rumah sakit juga mulai membeli mesin pencuci piringnya. 

Advertisement

Sekitar tahun 1898, Cochran akhirnya berhasil memproduksi mesin pencuci piringnya sendiri dan mengganti nama perusahaannya menjadi Crescent Washing Machine Company. Setelah membuka pabriknya sendiri, ia mempromosikan Butters menjadi mandor. 

Dari sana, perusahaan terus berkembang, menjual mesin pencuci kepada pembeli dari Alaska hingga Meksiko. Tiga belas tahun setelah kematian Josephine, perusahaannya ini diakuisisi oleh Hobart Manufacturing Company. 

Mereka kemudian mulai memproduksi mesin pencuci piring KitchenAid berdasarkan paten asli Cochran. Akhirnya, pada tahun 1986, Whirlpool Corporation mengakuisisi KitchenAid.

Advertisement

Sungguh mengejutkan mengetahui adanya “garis waktu yang tak terputus” antara mesin pencuci piring Cochran terdahulu dan mesin-mesin modern, kata Busch. 

Profil Singkat Josephine Cochran

Josephine Garis Cochran, yang memiliki nama gadis Garis, lahir pada suatu hari di bulan Maret pada tahun 1839 di Ashtabula County, Ohio. Bakat penemuannya ini sudah mendarah daging dalam dirinya. 

Pasalnya, kakek buyutnya menerima salah satu paten pertama untuk kapal uap. Sedangkan, ayahnya adalah seorang insinyur sipil yang mengoperasikan beberapa pabrik di Ohio dan Indiana. 

Advertisement

Setelah ibunya meninggal, Cochran pindah bersama kakak perempuannya ke Illinois, tempat ia bertemu dengan William Cochran yang merupakan seorang petualang. Pada tahun 1858, Josephone yang berusia 19 tahun menikah dengan William yang sembilan tahun lebih tua darinya. 

Josephine Cochrane
Foto: Pexels

Sebagai istri pengusaha yang sukses, Josephone menjalani kehidupan yang santai. Ia mulai mengeja nama belakangnya “Cochrane” karena menurutnya terdengar lebih Eropa dan berkelas.  

“Itu hal yang cukup radikal karena suaminya tidak melakukan itu,” kata Busch. “Itu menunjukkan bahwa ia memang memiliki ide-idenya sendiri dan memiliki rasa kemandirian dari suaminya.” 

Advertisement

Pada 3 Agustus 1913, Cochran meninggal dunia di rumahnya di Chicago pada usia 74 tahun. Dalam sebuah wawancara sesaat sebelum kematiannya, Josaphine Cochran merenung, “Jika saya tahu semua yang saya ketahui hari ini ketika saya mulai memasarkan mesin pencuci piring, saya tidak akan pernah punya keberanian untuk memulainya. Tapi saat itu, saya akan kehilangan pengalaman yang sangat indah.”

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.