Marak Pemakaian AI di Industri Film, Jenna Ortega Buka Suara

Jenna Ortega
Foto: Deadline

Jenna Ortega mengemukakan pendapatnya soal AI di industri film. Menurutnya, orang-orang akan sangat mudah untuk merasa takut terhadap ketidakpastiaan yang dibawa oleh teknologi tersebut, khususnya saat pembuatan film. 

Didapuk sebagai juri termuda dalam gelaran Festival Film Marrakech pada Sabtu (29/11), Jenna Ortega dan para sineas lainnya berkesempatan untuk berdiskusi soal AI. Ia menyatakan bahwa kehadiran AI di industri ini seperti membuka kotak pandora. 

“Ada pesona yang sesungguhnya dalam kondisi manusia… sebagai manusia, kita cenderung selalu, ketika melihat kembali sejarah, melangkah terlalu jauh. Sangat mudah untuk merasa takut. Saya tahu saya merasa demikian di masa-masa ketidakpastian yang mendalam ini. Dan rasanya seperti kita telah membuka kotak Pandora,” ungkap Jenna Ortega yang dikutip dari Daily Mail pada Senin (1/12). 

Advertisement

Menurut Jenna, AI tidak dapat meniru hal-hal tertentu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia. Sebab, komputer tidak memiliki. 

“Ada hal-hal tertentu yang tidak dapat ditiru oleh AI, dan ya, ada kesalahan yang indah dan sulit, dan komputer tidak bisa melakukannya. Komputer tidak memiliki jiwa dan itu bukanlah sesuatu yang pernah kita bisa beresonansi atau hubungkan,” katanya. 

Lebih jauh lagi, Aktris berusia 23 tahun itu, membayangkan masa depan di mana penonton merasa lelah dengan konten yang dihasilkan oleh AI dan merindukan kembali cerita yang autentik. Yakni, buatan manusia. 

Advertisement

“Saya tidak mengasumsikan untuk penonton, tapi saya berharap sampai pada titik di mana AI dan menatap layar menjadi semacam makanan junk mental, dan tiba-tiba kita semua merasa mual, dan kita tidak tahu mengapa, lalu sutradara independen di halaman belakang rumahnya muncul dengan sesuatu, dan itu membangkitkan kegembiraan baru lagi,” imbuhnya. 

Jenna memang memiliki pengalaman yang buruk seputar AI. Tahun lalu, ia membahasa sisi negatif teknologi tersebut dalam episode podcast The Interview bersama The New York Times.

Dalam podcast tersebut, ia bercerita pernah melihat gambar palsu yang bermuatan seksual menampilkan dirinya saat masih di bawah umur pada berbagai platform media sosial. 

Advertisement

“Saya benci AI. Apakah saya suka menjadi berusia 14 tahun dan membuat akun Twitter karena saya harus melakukannya, lalu melihat konten yang diedit secara kotor tentang diri saya saat masih anak-anak? Tidak. Itu menakutkan. Itu korup,” ungkapnya. 

Mantan bintang Disney Channel tersebut menjelaskan kalau selama bertahun-tahun melihat foto palsu dirinya yang direkayasa oleh AI. Serta, menerima gambar eksplisit orang lain, ia cendrung menjauhi media sosial. 

“Saya akhirnya menghapus [beberapa akun media sosialnya] sekitar dua atau tiga tahun yang lalu karena banjir gambar dan foto yang absurd setelah [Wednesday] dirilis,” ungkapnya.

Advertisement

“Mereka sangat menjijikkan, dan saya sudah dalam keadaan bingung, jadi saya menghapusnya karena itu tidak perlu, dan saya tidak membutuhkannya,” kata Jenna. 

Jenna menjelaskan bahwa dia didorong untuk mempertahankan akunnya untuk ‘membangun’ ‘citra’nya, tetapi gambar-gambar eksplisit tersebut membuatnya menghapus X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter).

Kendati demikian, Jenna turut nenyoroti pemanfaatan AI seperti mendeteksi kanker payudara. Menurutnya, teknologi tersebut harusnya dapat dimanfaatkan dengan bijak. 

Advertisement

“Itu indah … Mari kita fokus pada itu. Saya ingin AI digunakan dengan niat baik, tapi kita bisa mengatakan hal yang sama tentang segala hal,” kata Jenna Ortega. 

Festival Film Marrakech berlangsung hignga 6 Desember. Gelaran ini resmi dibuka pada Jumat (28/11) dengan pemutaran film Dead Man’s Wire karya Gus Van Sant. 

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.