Indonesia Summit 2025, Ingatkan Pentingnya Kolaborasi Antar Generasi

Hari pertama Indonesia Summit 2025 digelar di Jakarta, hadirkan kolaborasi lintas generasi demi masa depan Indonesia yang berdaya saing global.

Img 0468

Suasana hangat bercampur antusias menyelimuti The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, ketika Indonesia Summit 2025 resmi dibuka. Mengusung tema “Thriving Beyond Turbulence. Celebrating Indonesia’s 80 Years of Purpose, Progress, and Possibility”, forum tahunan ini mempertemukan tokoh lintas sektor dengan generasi muda untuk membahas strategi menghadapi tantangan global dan meraih peluang baru.

Dari isu infrastruktur, kecerdasan buatan, perdagangan internasional, hingga kesehatan mental, seluruh sesi di hari pertama menegaskan pentingnya kolaborasi lintas generasi demi masa depan Indonesia yang lebih tangguh.

Acara dimulai dengan pidato Winston Utomo, Founder & CEO IDN. Dengan penuh semangat, Winston menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran vital dalam membawa karya Indonesia ke panggung dunia.

Advertisement

“Generasi muda Indonesia harus berani percaya diri bahwa karya dan inovasi mereka bisa dinikmati bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga secara global. Semangat gotong royong yang dulu kita kenal kini berkembang menjadi kolaborasi lintas generasi,” ujar Winston.

Baginya, membangun Indonesia masa depan membutuhkan kepercayaan, dukungan, dan kerja sama antar generasi. Pesan ini langsung menjadi energi pembuka bagi rangkaian sesi diskusi sepanjang hari.

Img 0467
Indonesia Summit 2025, Ingatkan Pentingnya Kolaborasi Antar Generasi 8

Setelah sesi pembukaan, William Utomo, Founder & COO IDN, memperkenalkan Indonesia Millennial & Gen Z Report (IMGR) 2026. Laporan ini sudah menjadi tradisi tahunan IDN untuk memetakan tren, perilaku, dan aspirasi generasi muda di Indonesia.

Advertisement

“IMGR 2026 menunjukkan bahwa Milenial dan Gen Z adalah penggerak utama saat ini, sementara Gen Alpha mulai memperlihatkan potensinya. Laporan ini bukan sekadar riset, tetapi dirancang untuk menginspirasi perubahan dan memberi arah bagi setiap generasi,” tegas William.

Di panggung Visionary Leaders by IDN Times, diskusi bertajuk “Infrastructure Development: Paving the Way for Economic Independence” menghadirkan Diana Kusumastuti, Adrianto P. Adhi, dan Raffi Ahmad.

Img 0466
Indonesia Summit 2025, Ingatkan Pentingnya Kolaborasi Antar Generasi 9

Raffi menekankan, pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun jalan atau gedung. “Infrastruktur adalah pintu peluang. Dengan akses lebih mudah, anak muda bisa berkreasi, berinovasi, dan melahirkan lapangan kerja baru,” jelasnya.

Advertisement

Topik teknologi juga menjadi sorotan dalam panel “AI Revolution: Shaping Indonesia’s Future in Business, Creativity, and Society” yang menghadirkan Arbie Seo dan Stephen NG.

Arbie menyebut AI bukan pengganti manusia, melainkan partner kerja. “Kuncinya ada pada bagaimana kita memanfaatkannya secara bijak. AI bisa memperkuat kreativitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,”

Dalam sesi “Global Trade and Investment: Positioning Indonesia as a Key Player”, Mari Elka Pangestu dan Tony Wenas menekankan pentingnya kepercayaan diri generasi muda untuk ikut bersaing di pasar global.

Advertisement

“Indonesia harus percaya diri. Inovasi dan kreativitas anak muda adalah kunci agar produk kita bisa bersaing di kancah internasional,” ujar Tony.

Untuk mencairkan suasana, panggung Visionary Leaders menghadirkan Stand-Up Comedy Special Show bersama Mamat Alkatiri. Dengan gaya khasnya, Mamat mengangkat isu sosial dan ekonomi dengan humor cerdas yang tetap relevan.

Di panggung Talent Trifecta by ICE, sesi “From Nobody to Industry Icon: The New Rules of Personal Branding in 2025” menghadirkan Danilla dan Titan Tyra.

Advertisement

Titan membagikan pesan kuat, “Jangan takut memulai dari nol. Dunia digital memberi ruang luas bagi siapa saja yang konsisten dan autentik. Personal branding yang kuat lahir dari keaslian.”

Isu keberlanjutan hadir dalam sesi “Green Economy and Innovation for a Sustainable Future”bersama Yuliot Tanjung dan Belladonna Maulianda.

Yuliot menegaskan, “Sustainability bukan lagi pilihan, tapi kewajiban. Generasi muda harus ikut berkomitmen pada inovasi ramah lingkungan di semua sektor.”

Advertisement

Sesi berikutnya menyinggung isu yang dekat dengan anak muda: “High Functioning Anxiety: When You’re Struggling but No One Can Tell” oleh Caca Tengker dan Naura Ayu.

Img 0462
Indonesia Summit 2025, Ingatkan Pentingnya Kolaborasi Antar Generasi 10

Caca mengingatkan bahwa kecemasan adalah sinyal, bukan kelemahan. “Rasa cemas bisa jadi pengingat untuk lebih aware, sekaligus motivasi agar kita berpikir dan bertindak lebih baik,” ujarnya.

Dalam diskusi “Digital Transformation: Accelerating Indonesia’s Economic Independence”, Meutya Hafid (Menkomdigi) dan Yessie D. Yosetya (Direktur XLSmart) menekankan pentingnya inklusivitas.

Advertisement

“Transformasi digital harus merata. Baik di kota maupun desa, semua anak muda harus punya kesempatan sama untuk berkembang,” kata Meutya.

Img 0461
Indonesia Summit 2025, Ingatkan Pentingnya Kolaborasi Antar Generasi 11

Hari pertama ditutup dengan sesi “Empowering Millennials & Gen Z: Driving the Creative Economy in the Era of Industry 4.0” bersama Aulion, Raditya Dika, dan Hendry Lim.

Raditya Dika berbagi pandangan, “Ekonomi kreatif hanya bisa tumbuh kalau kita berani bereksperimen. Gagal itu wajar, yang penting kita tahu value apa yang kita bawa.”

Advertisement

Rangkaian diskusi hari pertama Indonesia Summit 2025 menunjukkan satu benang merah: kolaborasi lintas generasi adalah kunci menghadapi masa depan.

Dari infrastruktur hingga digitalisasi, dari kesehatan mental hingga ekonomi kreatif, semua sepakat bahwa generasi muda perlu percaya diri, sementara generasi senior perlu memberi ruang dan dukungan.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.