Samsung Pimpin Pengiriman Smartphone Global, AI Jadi Kunci Pertumbuhan

Pengiriman smartphone global naik 1% di Q2 2025. Samsung pimpin, Apple tumbuh di negara berkembang, AI jadi daya tarik utama.

Samsung
Andalkan Galaxy AI, Samsung berhasil menduduki tahta pasar smartphone global.

Samsung terus melaju di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang mempengaruhi daya beli masyarakat, industri smartphone justru menunjukkan ketangguhan. Berdasarkan laporan awal dari International Data Corporation (IDC), pengiriman smartphone global pada kuartal kedua 2025 mencapai 295,2 juta unit, meningkat 1,0% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Angka ini terbilang signifikan, mengingat ketidakpastian ekonomi akibat fluktuasi tarif, inflasi, hingga ketegangan geopolitik yang masih berlanjut. Namun, ternyata ada satu faktor kunci yang mampu menjaga laju pertumbuhan: inovasi kecerdasan buatan (AI) di ponsel kelas menengah.

Samsung: Raja Pasar yang Pandai Memanfaatkan AI

Samsung
Foto: Reuters

Menurut data IDC, Samsung kembali menjadi pemimpin pasar dengan mengapalkan 58 juta unit smartphone di Q2 2025. Ini menjadikannya sebagai brand dengan pangsa pasar 19,7%, naik dari 18,4% di Q2 tahun sebelumnya. Kinerja luar biasa ini tidak lepas dari peluncuran Galaxy A36 dan A56, dua model kelas menengah yang telah dibekali fitur-fitur AI canggih.

Advertisement

Francisco Jeronimo, Vice President Client Devices di IDC, mengungkapkan:

“Samsung mampu mempertahankan kepemimpinan pasar dan melampaui pertumbuhan industri secara keseluruhan. Strategi mengintegrasikan AI ke ponsel kelas menengah terbukti efektif di ritel karena makin banyak konsumen tertarik mengeksplorasi teknologi ini.”

Keberhasilan Samsung mengadaptasi tren AI secara cepat dan merata ke berbagai lini produk menjadi keunggulan kompetitif tersendiri. Teknologi ini tidak hanya tersedia di flagship, tapi juga hadir di harga yang lebih terjangkau—membuka pasar lebih luas bagi konsumen yang penasaran dengan AI namun memiliki bujet terbatas.

Advertisement

Apple Bertumbuh Tipis, Tapi Unggul di Negara Berkembang

Sementara itu, Apple menyusul di posisi kedua dengan pengiriman 46,4 juta unit smartphone, naik tipis 1,5% dari kuartal yang sama tahun lalu. Meskipun sempat mengalami penurunan penjualan di Tiongkok sebesar 1%, performa Apple di pasar negara berkembang sangat positif.

Nabila Popal, Senior Research Director dari IDC, menjelaskan:

“Meskipun performa di Tiongkok turun, Apple menunjukkan pertumbuhan dua digit di pasar negara berkembang. Sayangnya, festival e-commerce besar di China seperti 618 hanya dimanfaatkan brand untuk menguras stok, bukan untuk mendorong pengiriman.”

Advertisement

Festival 618 memang menunjukkan hasil penjualan tinggi, namun lebih kepada penyaluran inventaris yang tertahan dari kuartal sebelumnya, bukan peningkatan permintaan baru. Hal ini turut menjelaskan stagnasi pasar Tiongkok secara umum di kuartal ini.

Xiaomi, vivo, dan Transsion Masih Bertahan

Di posisi ketiga, Xiaomi mencatatkan pengiriman 42,5 juta unit dengan pangsa pasar 14,4%. Meski hanya tumbuh 0,6%, Xiaomi tetap menjadi kekuatan besar dengan penetrasi yang kuat di berbagai kawasan, terutama Asia dan Eropa Timur.

Sementara itu, vivo mengamankan posisi keempat dengan 27,1 juta unit dan pertumbuhan cukup positif yaitu 4,8% YoY. Ini menandakan strategi vivo mulai membuahkan hasil, terutama di segmen menengah ke bawah.

Advertisement

Namun tidak demikian dengan Transsion, brand asal Tiongkok yang dikenal dominan di Afrika. Di Q2 2025, Transsion justru mencatat penurunan 1,7% dengan pengiriman 25,1 juta unit. Hal ini bisa jadi akibat tekanan inflasi di pasar negara berkembang yang menjadi basis utama mereka.

Tantangan Masih Membayangi: Harga, Inflasi, dan Tarif

Meski angka pertumbuhan global terlihat positif, IDC mencatat bahwa ketidakpastian ekonomi global masih membayangi, khususnya pada segmen low-end Android.

Nabila Popal kembali menegaskan:

Advertisement

“Ketidakpastian ekonomi menekan permintaan di segmen harga rendah, di mana sensitivitas harga sangat tinggi. Hal ini menahan pertumbuhan pasar secara keseluruhan.”

Segmen ini mengalami tekanan berat karena konsumen lebih memilih menunda pembelian atau beralih ke produk refurbished, terutama di wilayah yang menghadapi fluktuasi kurs dan kenaikan harga bahan pokok.

AI Jadi Faktor Penentu Masa Depan Smartphone

Salah satu benang merah dari keberhasilan para brand di Q2 2025 adalah strategi integrasi AI. Selain Samsung, brand-brand lain mulai menyadari pentingnya menghadirkan fitur pintar yang bukan hanya gimmick, melainkan betul-betul memberikan nilai tambah—seperti fitur kamera AI, optimasi baterai, dan personalisasi perangkat.

Advertisement

Anthony Scarsella, Research Director di IDC menambahkan:

“Di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi, pertumbuhan 1% adalah indikator penting bahwa pasar siap bangkit kembali. Q2 penuh dengan model baru dan desain inovatif yang menggabungkan kekuatan AI.”

Dengan tren ini, konsumen semakin terdorong untuk tidak hanya membeli smartphone berdasarkan spesifikasi dasar, tetapi juga pengalaman teknologi cerdas yang ditawarkan.

Advertisement

Q2 2025 menunjukkan bahwa industri smartphone tidak mati suri, bahkan bisa terus tumbuh jika brand mampu membaca arah pasar. Integrasi AI, peluncuran produk inovatif, serta adaptasi terhadap pasar negara berkembang menjadi kunci sukses.

Dengan Samsung sebagai pemenang besar dan Apple yang tetap relevan meski diterpa tantangan di pasar utama, serta tumbuhnya kesadaran konsumen terhadap fitur AI, pasar smartphone global akan tetap menarik untuk diikuti.

Kini, semua mata tertuju pada kuartal berikutnya—siapa yang akan terus naik, dan siapa yang tertinggal?

Advertisement

Data IDC Q2 2025 (Jutaan Unit):

  • Samsung: 58.0 (19.7%)
  • Apple: 46.4 (15.7%)
  • Xiaomi: 42.5 (14.4%)
  • vivo: 27.1 (9.2%)
  • Transsion: 25.1 (8.5%)
  • Others: 96.1 (32.6%)
  • Total: 295.2 juta unit (1% YoY Growth)

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids.