Aplikasi kecerdasan buatan milik Meta Platforms mengalami lonjakan signifikan dalam jumlah unduhan setelah perusahaan tersebut memperkenalkan model AI terbarunya, Muse Spark. Peluncuran yang dilakukan pada Rabu (8/4) waktu setempat itu langsung memberikan dampak besar terhadap popularitas aplikasi Meta AI di pasar global.
Lonjakan ini, terlebih lagi, terlihat jelas dari peringkat aplikasi di Apple App Store. Dalam waktu singkat, Meta AI berhasil menembus jajaran lima besar aplikasi terpopuler di Amerika Serikat, sebuah pencapaian yang sebelumnya sulit diraih.
Berdasarkan laporan dari Appfigures, aplikasi Meta AI melonjak drastis dari posisi ke-57 sebelum peluncuran Muse Spark menjadi peringkat ke-5 hanya dalam waktu satu hari. Kenaikan tajam ini menunjukkan tingginya minat pengguna terhadap inovasi terbaru yang ditawarkan Meta.
Baca Juga
Advertisement
Muse Spark Jadi Motor Lonjakan Unduhan
Kehadiran Muse Spark menjadi faktor utama di balik peningkatan unduhan tersebut. Model AI ini merupakan produk perdana dari Superintelligence Labs milik Meta yang dipimpin oleh Alexandr Wang, sosok yang sebelumnya dikenal melalui kiprahnya di Scale AI.
Meta mengklaim bahwa Muse Spark membawa peningkatan signifikan dibandingkan model sebelumnya, yakni Llama 4. Dengan kemampuan yang lebih canggih, Muse Spark dirancang untuk memberikan pengalaman AI yang lebih responsif dan fleksibel bagi pengguna.
Di sisi lain, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar Meta untuk mengejar ketertinggalannya dari para kompetitor utama di industri AI, seperti OpenAI, Anthropic, dan Google.
Baca Juga
Advertisement
Dukungan Multimodal dan Fitur Canggih
Secara teknis, Muse Spark hadir dengan dukungan input multimodal. Artinya, pengguna dapat berinteraksi menggunakan berbagai format seperti teks, suara, hingga gambar. Kemampuan ini membuat aplikasi Meta AI menjadi lebih fleksibel dalam menangani berbagai kebutuhan pengguna.
Selain itu, model ini juga dirancang untuk menangani berbagai tugas kompleks. Mulai dari membantu pengguna memahami kondisi kesehatan, hingga menjawab pertanyaan rumit di bidang sains dan matematika.
Tak hanya itu, Muse Spark juga menghadirkan fitur menarik dalam bidang pengkodean visual. Pengguna dapat membuat situs web sederhana hingga mini-game hanya dengan memberikan instruksi berbasis teks. Fitur ini tentu menjadi nilai tambah, terutama bagi kreator dan developer pemula.
Baca Juga
Advertisement
Meta juga menyebut bahwa sistem AI ini mampu menjalankan beberapa subagen sekaligus untuk merespons pertanyaan pengguna dengan lebih efisien. Dengan kata lain, pengalaman interaksi menjadi lebih cepat dan terstruktur.
Ekspansi ke Berbagai Platform
Sebagai langkah lanjutan, Meta berencana memperluas jangkauan Muse Spark ke berbagai platform miliknya. Dalam beberapa minggu ke depan, model AI ini akan hadir di layanan populer seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, serta Messenger.
Tidak hanya itu, Meta juga akan menghadirkan teknologi ini pada perangkat wearable seperti kacamata pintar mereka. Langkah ini menunjukkan ambisi perusahaan untuk menghadirkan AI yang terintegrasi dalam berbagai aspek kehidupan digital pengguna.
Baca Juga
Advertisement
Bersamaan dengan peluncuran Muse Spark, Meta turut memperbarui tampilan aplikasi dan situs web Meta AI. Desain baru ini memungkinkan pengguna untuk berpindah antar mode dengan lebih mudah, tergantung pada kebutuhan atau jenis tugas yang sedang dilakukan.
Masih Tertinggal dari Kompetitor
Meski mencatat pertumbuhan yang impresif, posisi Meta AI masih belum mampu menyalip para pemain utama di industri chatbot AI. Saat ini, aplikasi seperti ChatGPT dari OpenAI masih menduduki posisi teratas di App Store.
Sementara itu, pesaing lain seperti Claude dari Anthropic dan Gemini dari Google juga berada di posisi yang lebih tinggi dibandingkan Meta AI.
Baca Juga
Advertisement
Namun demikian, Alexandr Wang tetap optimistis terhadap perkembangan aplikasi ini. Dalam unggahannya di platform X, ia menyebut bahwa Meta AI “masih terus berkembang” dan memiliki potensi besar untuk bersaing di masa depan.
Data Unduhan Global Terus Meningkat
Secara keseluruhan, performa Meta AI dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tren yang positif. Data dari Appfigures mencatat bahwa aplikasi ini telah diunduh sebanyak 60,5 juta kali secara global, baik melalui App Store maupun Google Play.
Menariknya, sebanyak 25 juta unduhan terjadi hanya sepanjang tahun ini. Selain itu, dalam lima bulan terakhir, jumlah unduhan Meta AI meningkat hingga 138 persen dibandingkan periode lima bulan sebelumnya.
Baca Juga
Advertisement
Dari sisi pasar, India menjadi kontributor terbesar dalam jumlah unduhan Meta AI. Setelah itu, disusul oleh Amerika Serikat, Brasil, Pakistan, dan Meksiko.
Ambisi Meta di Industri AI Semakin Nyata
Lonjakan unduhan yang dialami Meta AI menegaskan bahwa investasi besar perusahaan di sektor kecerdasan buatan mulai menunjukkan hasil. Upaya merekrut talenta terbaik serta mengembangkan teknologi mutakhir kini mulai menarik perhatian publik.
Ke depan, kehadiran Muse Spark bisa menjadi titik balik bagi Meta dalam persaingan industri AI global. Terlebih lagi, dengan integrasi ke berbagai platform dan perangkat, Meta berpeluang memperluas ekosistem AI mereka secara signifikan.
Baca Juga
Advertisement
Meski masih menghadapi persaingan ketat, langkah agresif ini menunjukkan bahwa Meta tidak ingin tertinggal dalam perlombaan teknologi yang semakin kompetitif.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.