Elon Musk dikabarkan bakal meninggalkan Kabinet Presiden Donald Trump. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Trump maupun JD Vance dalam sebuah wawancara pekan lalu.
Dalam wawancara tersebut, Elon Musk dikabarkan bakal meninggalkan pemerintahan dan depatermen efisiensi pemerintah (DOGE) yang didirikannya. Politico juga melaporkan bahwa Trump telah mengumumkan kepada anggota lingkarannya bahwa CEO Tesla tersebut akan hengkang dalam beberapa minggu mendatang.
Rumor tersebut ditepis oleh Musk. Ia mengklaim artikel tersebut sebagai berita palsu.
Baca Juga
Advertisement
Musk sendiri menjabat sebagai “karyawan pemerintah khusus” atau “special government employee” di Pemerintahan Trump. Yakni, sebuah sebutan yang secara teknis memiliki masa jabatan 130 hari yang tergantung pada bagaimana pemerintah memilih untuk mencatat har-hari tersebut dan dapat berakhir pada akhir Mei.
Vance memastikan bahwa Musk akan tetap menjadi teman dan penasihat dekat bagi pemerintah, meskipun ia hengkang dari jabatannya. Hal tersebut semakin memperkeruh suasana terkait bagaimana menandai potensi kepergian Musk.
Berita kepergian Musk dari Kabinet Donald Trump ini juga ditepis oleh Gedung Putih. Mereka menyatakan bahwa miliarder teknologi tersebut akan tetap menjabat dan menyelesaikan misinya dalam memangkas pengeluaran pemerintah serta mengurangi pegawai federal.
Baca Juga
Advertisement
“Elon Musk dan Presiden Trump telah menyatakan secara terbuka bahwa Elon akan meninggalkan layanan publik sebagai pegawai pemerintah khusus ketika pekerjaannya yang luar biasa di DOGE selesai,” ungkap Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt yang dikutip dari Reuters, Rabu (2/3).
Pada hari Selasa (1/3), Musk dan Trump mengalami pergolakan ketika seorang hakim liberal di Wisconsin memenangi pemilihan Mahkamah Agung negara bagian dengan mudah mengalahkan hakim konservatif yang kampanyenya sebagian besar didanai oleh Musk serta kelompok-kelompok yang terkait dengannya.
Pemungutan suara tersebut dinilai sebagai referendum awal mengenai kepresidenan Trump dan kampanye Musk untuk merombak layanan sipil AS. Saham sejumlah perusahaan kontraktor pemerintah setempat naik menyusul laporan kemungkinan Musk akan kembali ke sektor swasta.
Baca Juga
Advertisement
Beberapa pekan lalu, Musk menyatakan kepada Fox News bahawa ia yakin akan menyelesaikan sebagian besar tujuannya untuk memangkas pengeluaran federal sebesar USD 1 triliun pada akhir 130 harinya. Namun, dalam sebuah wawancara bulan lalu, ia ditanya “Anda akan pergi setahun lagi?”, Musk menjawab, “Ya, saya rasa begitu.”
Menurut situs DOGE, diperkirakan bahwa lembaga tersebut telah menghemat uang pembayar pajak AS sebesar USD 140 miliar hingga 2 April melalui serangkaian tindakan. Termasuk di antaranya ialah pengurangan tenaga kerja, penjualan aset dan pembatalan kontrak. Namun, angka terebut masih jauh dari target Musk sebesar USD 1 triliun.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.