Relawan TIK Jawa Barat baru saja menggelar seminar besar di Universitas Muhammadiyah Cirebon pada awal Februari 2026. Acara ini fokus membahas cara membangun kecerdasan digital di tengah populernya teknologi kecerdasan buatan atau AI. Inisiatif ini menunjukkan kepedulian mereka dalam membantu masyarakat Indonesia agar tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi yang sangat cepat.
Kegiatan ini tidak berdiri sendiri, melainkan hasil kerja sama berbagai pihak seperti pemerintah daerah, akademisi, media, hingga perusahaan telekomunikasi besar seperti Telkomsel. Ratusan mahasiswa dan warga umum hadir dengan penuh semangat untuk mendengarkan langsung paparan dari para ahli. Mereka berdiskusi tentang bagaimana teknologi AI bisa menjadi kawan sekaligus tantangan di masa kini.
Ketua Relawan TIK Jawa Barat, Muhammad Arifin, menjelaskan bahwa literasi digital sudah menjadi kebutuhan pokok, terutama bagi anak muda. Baginya, memiliki gadget canggih saja tidak cukup jika penggunanya tidak bisa membedakan mana informasi asli dan mana yang berita bohong. Masyarakat perlu lebih teliti agar tidak menjadi korban penipuan atau penyalahgunaan teknologi di ruang siber.
Baca Juga
Advertisement
Di zaman sekarang, memahami cara kerja AI sangatlah penting agar kita bisa memanfaatkannya untuk hal-hal yang produktif. Peserta diajak untuk tidak sekadar menjadi penonton atau pengguna pasif, tetapi juga harus mampu berpikir kritis. Tujuannya adalah agar setiap konten yang dikonsumsi sehari-hari bisa disaring dengan logika yang baik sebelum diterima mentah-mentah.
Menariknya, kecerdasan buatan ternyata punya manfaat luar biasa di bidang sosial, seperti membantu menangani masalah gizi buruk atau stunting pada anak. Dengan bantuan AI, pemerintah bisa lebih mudah memetakan daerah mana yang paling butuh bantuan kesehatan secara cepat. Teknologi ini mampu mengolah data yang rumit menjadi urutan prioritas yang memudahkan petugas di lapangan untuk bertindak.
Pemerintah Kabupaten Cirebon juga menekankan bahwa AI bukan lagi sekadar cerita film masa depan, melainkan sudah ada di genggaman kita saat ini. Namun, penguasaan teknologi ini harus dibarengi dengan rasa tanggung jawab dan etika yang kuat. Pintar secara teknis saja tidak cukup jika tidak digunakan dengan cara yang bijak dan benar dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga
Advertisement
Mahasiswa memiliki peran kunci sebagai penggerak perubahan untuk menciptakan budaya internet yang lebih sehat. Mereka diharapkan bisa menjadikan AI sebagai asisten belajar yang cerdas namun tetap menjaga integritas. Dengan semangat ini, diharapkan teknologi digital tidak merusak moral, melainkan justru mempermudah proses belajar dan menciptakan inovasi baru yang bermanfaat.
Terakhir, ada pesan kuat agar kita tidak hanya sibuk memperbarui tipe ponsel atau aplikasi saja, tetapi juga harus memperbarui pola pikir kita. Melalui program internet yang aman dan kreatif, masyarakat didorong untuk lebih menjaga data pribadi dan menggunakan kuota internet untuk hal yang menghasilkan karya. Kuncinya adalah menjadi lebih pintar dari perangkat yang kita gunakan sehari-hari.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.