Transformasi pendidikan di Indonesia semakin nyata. Salah satu langkah besar diambil Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan menggandeng Arasoft, perusahaan teknologi pendidikan asal Korea Selatan yang berfokus pada penerbitan buku elektronik, konten pembelajaran elektronik, dan menyediakan platform seperti Namo Author dan Arabook. Keduanya berkolaborasi menggelar workshop penyusunan buku digital interaktif berbasis EPUB 3.0 yang diadakan di Jakarta pada Rabu (27/8).
Langkah ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga sebuah upaya strategis untuk mengubah paradigma guru PAUD dari sekadar pengguna menjadi pencipta konten digital. Para peserta didorong menghasilkan karya berupa buku elektronik yang dilengkapi audio, ilustrasi animasi, hingga kuis sederhana. Semua dirancang agar anak usia dini bisa belajar lebih menyenangkan, interaktif, sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.
Pentingnya Adaptasi Guru PAUD di Era Digital
Baca Juga
Advertisement
Djajeng Baskoro, Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD pada Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen, menegaskan bahwa pembelajaran digital kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Menurutnya, guru PAUD perlu adaptif agar mampu menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak generasi digital. “Workshop ini menempatkan guru PAUD sebagai pencipta konten digital. Dengan kreativitas dan teknologi, kita membangun ekosistem pembelajaran anak yang lebih relevan, adaptif, dan menyenangkan,” ujarnya.

Djajeng menegaskan bahwa kualitas pendidikan anak usia dini tidak hanya bergantung pada metode pengajaran tradisional. Justru dengan pendekatan digital, pembelajaran bisa lebih imersif. Anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan materi, mendengarkan narasi suara, melihat animasi bergerak, hingga menjawab pertanyaan lewat kuis. Semua itu memperkaya pengalaman belajar sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu mereka.
Baca Juga
Advertisement
Dukungan dari Korea Selatan
Pelatihan ini juga mendapat dukungan teknis dari National IT Industry Promotion Agency (NIPA) Korea Selatan. Kehadiran NIPA memperkuat kerja sama antar negara dalam pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya di bidang pendidikan.
Kolaborasi ini tidak hanya membawa teknologi baru, tetapi juga standar global yang bisa menjadi acuan bagi guru PAUD di Indonesia. Harapannya, guru dapat menghasilkan konten digital yang tidak hanya berguna untuk anak Indonesia, tetapi juga bisa bersaing di kancah internasional.
Baca Juga
Advertisement
Djajeng menambahkan bahwa workshop ini merupakan bagian dari inisiatif nasional Kemendikdasmen dalam mendorong transformasi pendidikan dasar melalui integrasi teknologi. “Program ini sejalan dengan agenda prioritas Kemendikdasmen dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berdaya saing global, melalui program strategis seperti Wajib Belajar 13 Tahun, penguatan karakter, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, literasi-numerasi berbasis teknologi abad ke-21, pemenuhan sarana pembelajaran digital, serta pengembangan bahasa dan sastra,” jelasnya.
Mareta Wahyuni, Ketua Tim Kerja Pembelajaran dan Penilaian Direktorat PAUD, menilai pelatihan intensif ini sebagai ajang strategis untuk memperkuat kapasitas guru PAUD. Dengan pendekatan aplikatif dan sistematis, guru tidak hanya menjadi konsumen materi digital, melainkan juga produsen utama konten pembelajaran.
“Melalui kegiatan ini, guru PAUD bisa menghasilkan materi ajar yang inovatif, kreatif, dan sesuai karakteristik anak usia dini. Lebih dari itu, karya mereka juga bisa berstandar global,” ujarnya.
Baca Juga
Advertisement
Pernyataan Mareta ini penting karena menyoroti posisi guru bukan lagi sekadar pelaksana kurikulum. Mereka kini dipersiapkan menjadi kreator yang mampu menciptakan pengalaman belajar baru. Dengan kemampuan itu, guru bisa memanfaatkan teknologi untuk menjembatani kebutuhan anak di era digital.
Buku Digital Interaktif: Solusi Masa Depan Belajar Anak
Mengapa buku digital interaktif penting untuk anak usia dini? Pertama, karena anak-anak zaman sekarang tumbuh bersama gawai. Mereka terbiasa dengan layar, suara, dan visual bergerak. Kedua, buku digital memberi ruang interaksi yang lebih kaya dibandingkan buku cetak tradisional.
Baca Juga
Advertisement
EPUB 3.0 memungkinkan penyematan audio, video, animasi, hingga kuis interaktif. Bayangkan seorang anak membaca cerita tentang hewan, lalu bisa langsung mendengar suara singa mengaum atau menonton animasi burung terbang. Dengan pendekatan multisensori ini, daya serap anak terhadap pembelajaran akan lebih tinggi.
Selain itu, buku digital juga lebih mudah diakses. Guru maupun orang tua bisa menyimpannya di perangkat tanpa perlu ruang penyimpanan fisik. Biaya produksi pun lebih efisien, sekaligus mendukung gerakan ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan kertas.
Transformasi digital pendidikan anak usia dini ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah. Kemendikdasmen menekankan bahwa literasi abad ke-21 tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Oleh karena itu, guru PAUD harus diperlengkapi dengan kemampuan digital sejak dini.
Baca Juga
Advertisement
Workshop yang digelar bersama Arasoft ini menjadi salah satu langkah nyata. Harapannya, akan lahir ribuan guru PAUD kreator buku digital di seluruh Indonesia. Dengan begitu, akses terhadap pembelajaran interaktif semakin merata, dari kota besar hingga pelosok negeri.
Lebih jauh, langkah ini juga sejalan dengan target jangka panjang membangun ekosistem pendidikan inklusif. Anak-anak di seluruh Indonesia berhak merasakan pengalaman belajar yang setara dan berkualitas, tanpa dibatasi oleh akses geografis maupun keterbatasan sarana fisik.
Melihat antusiasme peserta workshop, baik Djajeng maupun Mareta optimistis program ini akan berkelanjutan. Mereka percaya bahwa guru PAUD mampu menjadi ujung tombak inovasi pendidikan.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.