Shopee kembali menjadi sorotan setelah viral kabar takedown produk thrifting oleh beberapa pedagang di platformnya. Tindakan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pengguna dan penjual, terutama soal bagaimana sistem penertiban barang impor bekas diterapkan.
Deputy of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, menjelaskan bahwa fenomena ini bukan hal baru. Sejak 2023, Shopee sudah aktif menertibkan penjualan barang impor bekas, terutama pakaian, pasca adanya aturan pelarangan perdagangan produk bekas impor.
“Kita sudah melakukan penurunan barang-barang impor bekas ini dari 2023 sebenarnya. Dari balpres pada saat itu,” ujar Radynal usai pertemuan dengan Kementerian UMKM di Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Baca Juga
Advertisement
Radynal menambahkan, metode penertiban saat ini lebih humanis dan terkontrol. Alasannya, ada sebagian pedagang yang menuliskan deskripsi produk dengan cara manipulatif, sehingga bisa menutupi status barang impor mereka.
“Pendekatannya harus humanis karena memang ada beberapa seller yang menaruh deskripsinya manipulatif,” katanya.
Shopee sengaja menghindari pemblokiran otomatis berbasis kata kunci. Menurut Radynal, penggunaan sistem semacam ini berisiko merugikan UMKM lokal yang menjual produk legal namun menggunakan istilah yang serupa di deskripsinya.
Baca Juga
Advertisement
“Jadi memang agak-agak humanis, kita turunkan satu per satu judgement-nya biar judgement manusia. Kita nggak mau pakai mesin langsung blokir secara keyword, takutnya malah UMKM kecil yang jualan legal jadi kena imbas,” jelasnya.
Fenomena viral ini muncul setelah beberapa pedagang di Shopee melaporkan akun mereka diblokir. Banyak yang awalnya mengira notifikasi yang masuk adalah pesanan yang membludak, tetapi ternyata seluruhnya adalah pemberitahuan pemblokiran produk karena dianggap melanggar aturan.
Unggahan di media sosial menunjukkan bahwa banyak barang dagangan ditandai sebagai pelanggaran karena termasuk barang impor bekas, yang memang dilarang diperjualbelikan di platform e-commerce.
Baca Juga
Advertisement
Radynal menekankan bahwa berita viral ini hanyalah sebagian kecil dari penertiban yang dilakukan Shopee. Menurutnya, tindakan ini mencerminkan keseriusan Shopee menindak pedagang yang menjual barang impor ilegal.
“Beberapa berita terkait di sosial media menunjukkan ada akun seller yang barangnya diturunin terkait barang impor. Nah itu menggambarkan bagaimana keseriusan kita, menjadi salah satu dari puluhan ribu toko yang kita tertibkan,” ujarnya.
Shopee mengungkapkan bahwa hingga saat ini ratusan ribu SKU (stock keeping unit) telah ditertibkan. Platform ini juga membuka jalur komunikasi langsung dengan Kementerian UMKM untuk mempercepat pengecekan barang yang dicurigai sebagai produk impor, termasuk pakaian bekas.
Baca Juga
Advertisement
“Koordinasi kami dengan Kementerian UMKM penting untuk memastikan tidak ada salah blokir. Jadi kalau ada yang masih legal, UMKM tetap aman,” imbuh Radynal.
Shopee menekankan bahwa penertiban dilakukan bertahap dan tidak merugikan pelaku UMKM yang berjualan secara sah. Hal ini penting agar penegakan aturan tidak menimbulkan dampak negatif bagi penjual lokal.
Selain itu, Shopee juga mengingatkan para pedagang untuk jujur dan transparan dalam menulis deskripsi produk. Deskripsi yang manipulatif tidak hanya melanggar aturan, tapi juga berisiko memengaruhi reputasi akun penjual.
Baca Juga
Advertisement
Dengan pendekatan humanis ini, Shopee berharap pelaku UMKM bisa tetap menjalankan bisnisnya dengan aman, sementara barang impor bekas yang dilarang bisa tertindak secara tepat.
Viralnya kasus ini menjadi pengingat bagi penjual untuk lebih berhati-hati dalam mengunggah produk dan bagi konsumen untuk lebih jeli dalam membeli barang thrifting. Shopee menegaskan bahwa penertiban bukan untuk menakuti pedagang, melainkan bagian dari upaya menjaga ekosistem e-commerce yang sehat.
Dengan langkah ini, Shopee menunjukkan bahwa meski platform ramai dan beragam, aturan tetap harus ditegakkan. UMKM yang patuh aturan akan tetap mendapat perlindungan, sementara pedagang yang mencoba memanipulasi sistem akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.