Google: AI Berpotensi Sumbang Rp910 Triliun bagi Ekonomi Indonesia

Foto 2

Paradiva, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diprediksi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia. Google memperkirakan pemanfaatan AI secara lebih luas, khususnya di sektor usaha kecil dan menengah (UKM), mampu menciptakan nilai ekonomi hingga Rp910 triliun sekaligus membuka sekitar 510 ribu lapangan kerja baru.

Prediksi tersebut mengacu pada AI Economic Opportunity Report 2026 yang disusun Public First. Laporan itu menunjukkan AI tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mempercepat inovasi, memperkuat layanan publik, hingga mendorong lahirnya berbagai model bisnis baru.

Foto 5 Foto 4 Markham Erickson Vice President Of Government Affairs Public Policy Centers Of Excellence Google Memaparkan Potensi Ai Di Industri Ekonomi Kreatif Indonesia
Google: AI Berpotensi Sumbang Rp910 Triliun bagi Ekonomi Indonesia 6

Country Director Google Indonesia Veronica Utami mengatakan teknologi akan memberikan manfaat terbesar ketika mampu memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya.

Advertisement

“Kami selalu memegang satu keyakinan utama, teknologi berada pada titik terbaiknya ketika menjadi mitra yang memberdayakan kreativitas manusia,” ujar Veronica.

Menurutnya, dampak tersebut sudah terlihat melalui ekosistem YouTube di Indonesia. Berdasarkan YouTube Impact Report, platform tersebut menyumbang lebih dari Rp8,4 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan mendukung lebih dari 190 ribu lapangan kerja sepanjang 2025.

Selain itu, sekitar 81 persen kreator Indonesia yang memperoleh penghasilan dari YouTube berhasil menjangkau audiens internasional sehingga membuka peluang pasar yang sebelumnya sulit diakses.

Advertisement

Veronica menambahkan, memasuki era AI, kolaborasi antara teknologi, pemerintah, pelaku industri, dan kreator menjadi semakin penting agar ekosistem digital Indonesia tetap terbuka, inklusif, serta aman.

“Google dan YouTube berkomitmen menjadi mitra terpercaya dalam membangun ekonomi digital dan ekonomi kreatif Indonesia yang semakin berdaya AI,” katanya.

Adopsi AI UKM Masih Rendah

Advertisement

Sementara itu, Markham Erickson, Vice President of Government Affairs & Public Policy, Centers of Excellence Google, mengungkapkan Indonesia memiliki peluang ekonomi yang sangat besar jika adopsi AI semakin merata.

Img 8271
Google: AI Berpotensi Sumbang Rp910 Triliun bagi Ekonomi Indonesia 7

Saat ini, baru sekitar 14,5 persen UKM yang telah memanfaatkan AI, jauh di bawah perusahaan berskala besar yang tingkat adopsinya mencapai 62,5 persen.

Padahal, apabila UKM mampu mengadopsi AI setara perusahaan besar, Indonesia diperkirakan memperoleh tambahan nilai ekonomi hingga Rp910 triliun atau sekitar 3,8 persen PDB nasional.

Advertisement

Menurut Markham, AI juga berpotensi melahirkan produk, layanan, hingga industri baru yang mampu menyerap sekitar 510 ribu tenaga kerja.

“AI bukan sekadar meningkatkan kemampuan dalam pekerjaan yang sudah ada, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru. Transformasi itu sudah mulai kita lihat saat ini,” jelasnya.

Ia juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap teknologi AI. Bahkan, Gemini menjadi AI assistant yang paling banyak dicari di Indonesia, dengan 84 persen pengguna mengaksesnya menggunakan Bahasa Indonesia.

Advertisement

Markham menilai kemampuan AI memahami bahasa dan budaya lokal menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi teknologi di Indonesia.

Industri Kreatif Ikut Tumbuh

Selain sektor UKM, Google melihat industri kreatif menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari perkembangan AI.

Advertisement

Laporan tersebut memperkirakan penggunaan teknologi Generative AI mampu menciptakan nilai ekonomi hingga Rp66 triliun per tahun bagi sektor kreatif dan media.

Tak hanya itu, pekerja kreatif diperkirakan dapat menghemat sekitar 390 jam kerja per tahun, atau setara dengan 50 hari kerja, sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan ide, memperkuat storytelling, dan menghasilkan karya yang lebih inovatif.

Di sisi lain, teknologi penerjemahan otomatis, subtitle, dan dubbing berbasis AI diproyeksikan mampu meningkatkan nilai ekspor industri kreatif Indonesia hingga Rp6,7 triliun setiap tahun melalui perluasan pasar internasional.

Advertisement

Google juga mencatat tingkat pemanfaatan AI masyarakat Indonesia sudah semakin matang. Sebanyak 63 persen pengguna AI di Indonesia tergolong pengguna tingkat menengah hingga mahir, lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat yang berada di angka 46 persen.

Pemerintah Dorong Kolaborasi

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai masyarakat Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus menjadi pelaku utama yang ikut menentukan arah perkembangan ekosistem digital.

Advertisement

Menurut Irene, data dan riset yang secara konsisten disampaikan Google dapat menjadi dasar bagi pemerintah, industri, komunitas, hingga platform digital untuk bersama-sama merancang solusi yang mampu memperkuat daya saing Indonesia di era AI.

“Seluruh pemangku kepentingan perlu duduk bersama untuk membangun ruang digital yang lebih baik dan menentukan aturan main baru secara kolektif,” ujarnya.

Google Perkuat Keamanan Ekosistem AI

Advertisement

Seiring meningkatnya penggunaan AI, Google juga terus memperkuat perlindungan terhadap kreator dan pemilik hak cipta.

Salah satunya melalui SynthID, teknologi watermark digital yang dapat menandai teks, gambar, audio, hingga video hasil AI. Secara global, teknologi ini telah digunakan pada lebih dari 100 miliar gambar dan video.

Selain itu, Google tetap mengandalkan Content ID di YouTube untuk membantu melindungi hak cipta sekaligus memastikan kreator memperoleh pengakuan dan kompensasi yang layak atas karya mereka.

Advertisement

Tak hanya menghadirkan teknologi, Google juga menjalankan program peningkatan keterampilan digital Bangkit Bersama AI, yang hingga kini telah melatih lebih dari 380 ribu masyarakat Indonesia.

Menutup uraiannya, Irene menegaskan bahwa dengan memaksimalkan kombinasi teknologi AI, pengembangan talenta digital, serta ekosistem yang aman dan terbuka, Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.