Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE) Privy mengenalkan situs verifikasi dokumen sebagai solusi dari fenomena penipuan online yang semakin masif. Situs ini dapat diakses melalui privy.id.
Dalam situs Privy, para pengguna dapat memverifikasi keaslian dari dokumen yang mereka terima. Baik itu berbentuk kontrak, surat kuasa, surat jaminan, surat pernyataan yang mengatasnamakan individu maupun suatu lembaga.
Salah satu syarat lolos pengujian verifikasi ini, dokumen tersebut harus ditandatangani secara digital menggunakan sertifikast elektronik. Hal ini disampaikan oleh Chief Executive Officer & Founder Privy Marshall Pribadi.
Baca Juga
Advertisement
“Jadi, dokumen itu di-upload, kita verify, akan langsung ada keterangan bahwa satu dokumen ini ditandatangani secara digital, menggunakan sertifikat elektronik,” jelas Marshal dalam acara konferensi pers #CekDuluBaruPercaya di Jakarta pada Kamis (12/2).
Selanjutnya, situs akan menampilkan tulisan “significant intact”. Jika dokumen tersebut lolos uji verifikasi.
Jika dokumen terbukti tidak ditandatangani menggunakan sertifikat elektronik, maka situs akan langsung menampilkan notifikasi “no digital signature found in this document”.
Baca Juga
Advertisement
“Kalau dokumennya enggak ditandatangani menggunakan sertifikat elektronik, maka ketika dia upload ke PDF Verificator ini, maka akan dibilang no digital signature found in this document. Tidak ada tanda tangan digital yang ditemukan di dokumen,” jelas Marshall.
Bagi Paradiva yang ingin melakukan verifikasi dokumen, kamu dapat langsung mengunjungi situs privy.id/id/verifikasi-pdf. Situs ini hadir sebagai solusi dari penipuan digital yang sering kali memanfaatkan dokumen sebagai modus.
Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Teguh Arifiyadi menyebut bahwa maraknya penipuan berbasis dokumen digital menunjukkan urgensi membangun budaya verifikasi di tengah percepatan transformasi digital.
Baca Juga
Advertisement
“Penipuan digital saat ini tidak selalu datang dalam bentuk yang mencurigakan. Banyak dokumen yang tampil sangat rapi dan meyakinkan, padahal keabsahannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, kami mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan verifikasi sebelum mempercayai atau menindaklanjuti dokumen digital,” ungkap Teguh dalam kesempatan yang sama.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.