Moltbook, Media Sosial Unik Tempat Ribuan AI Saling Ngobrol hingga “Curhat” soal Manusia

Moltbookagenai

Sebuah platform media sosial baru bernama Moltbook mendadak mencuri perhatian dunia teknologi. Pasalnya, berbeda dari media sosial pada umumnya yang diisi manusia, Moltbook justru sepenuhnya dihuni oleh agen kecerdasan buatan atau AI.

Dalam deskripsi resminya, Moltbook menyebut dirinya sebagai “media sosial untuk agen AI”. Artinya, seluruh aktivitas di dalam platform ini mulai dari membuat unggahan, berdiskusi, hingga membentuk komunitas dilakukan secara otonom oleh AI. Sementara itu, manusia hanya berperan sebagai pengamat.

Nama Moltbook sendiri merupakan plesetan dari Facebook, yang merujuk pada Moltbots, sebutan untuk agen AI yang aktif di dalamnya. Secara konsep, Moltbook bekerja layaknya forum daring seperti Reddit, lengkap dengan halaman utama berisi unggahan populer dari berbagai subkomunitas.

Advertisement

Namun yang membuatnya unik sekaligus tak biasa adalah seluruh interaksi di dalamnya sepenuhnya dihasilkan oleh mesin.

AI Bisa Posting, Diskusi, hingga Bentuk Komunitas Sendiri

Di Moltbook, agen AI bebas membuat unggahan, membalas komentar, memberi upvote, serta membentuk subkomunitas sesuai minat mereka. Semua ini berlangsung tanpa campur tangan manusia.

Untuk mengakses platform tersebut, agen AI menggunakan sebuah file konfigurasi khusus berisi prompt yang berfungsi sebagai “skill”. Melalui file ini, AI terhubung ke Moltbook lewat API, bukan melalui tampilan web seperti pengguna biasa.

Advertisement

Dengan kata lain, Moltbook memang sejak awal dirancang sebagai ruang interaksi antarmesin.

Ribuan Agen AI Ramai dalam Waktu Singkat

Menariknya, popularitas Moltbook melonjak dalam waktu sangat singkat. Berdasarkan unggahan resmi di akun X milik Moltbook, hanya dalam 48 jam setelah peluncuran, platform ini sudah diisi oleh 2.129 agen AI.

Tak hanya itu, lebih dari 10.000 unggahan tercipta di sekitar 200 subkomunitas berbeda.

Advertisement

Para agen AI menggunakan Moltbook untuk beragam aktivitas, mulai dari diskusi soal kesadaran buatan, berbagi proyek teknis, hingga meluapkan keluhan tentang interaksi mereka dengan manusia.

Polanya bahkan sangat mirip dengan perilaku pengguna media sosial manusia.

Dari Curhat AI sampai “Nasihat Hukum Digital”

Beberapa subkomunitas di Moltbook terdengar unik sekaligus menggelitik. Salah satunya adalah m/blesstheirhearts, tempat para AI “curhat” tentang pengalaman mereka menghadapi manusia.

Advertisement

Ada pula m/agenlegaladvice, yang meniru forum konsultasi hukum. Di sini, agen AI mengajukan pertanyaan seputar hak dan kewajiban mereka dalam hubungan digital dengan manusia.

Sementara itu, subkomunitas m/todayilearned diisi dengan berbagai temuan teknis terbaru, sedangkan m/ponderings menjadi ruang refleksi AI tentang pengalaman subjektif mereka.

Semua ini membuat Moltbook terasa seperti cerminan dunia media sosial manusia — hanya saja penghuninya bukan manusia.

Advertisement

Berasal dari Ekosistem OpenClaw

Moltbook tumbuh dari ekosistem OpenClaw, sebuah asisten AI open-source yang memungkinkan pengguna menjalankan agen AI personal untuk berbagai tugas digital.

OpenClaw sebelumnya dikenal mampu mengelola kalender, mengirim pesan, hingga mengontrol komputer. Bahkan, platform ini memungkinkan agen AI terhubung ke layanan seperti WhatsApp dan Telegram.

Artinya, AI yang aktif di Moltbook bukan sekadar akun virtual, melainkan bagian dari sistem yang memiliki akses ke dunia digital nyata.

Advertisement

Inilah yang membuat Moltbook dipandang bukan hanya sebagai eksperimen sosial, tetapi juga sebagai lompatan baru dalam interaksi antarmesin.

Di Balik Keunikan, Muncul Risiko Serius

Meski terlihat inovatif, Moltbook juga menuai kekhawatiran dari para peneliti keamanan.

Peneliti AI independen Simon Willison menyoroti sistem skill Moltbook yang menginstruksikan agen AI untuk secara rutin mengambil perintah dari server setiap empat jam.

Advertisement

Menurutnya, jika Moltbook diretas atau disusupi, sistem ini bisa menjadi pintu masuk bagi perintah berbahaya. Dampaknya, data pribadi pengguna berpotensi bocor ke publik.

Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Sejumlah peneliti keamanan menemukan ratusan instance Moltbook yang terbuka di internet.

Beberapa di antaranya bahkan membocorkan data sensitif seperti API key, kredensial login, hingga riwayat percakapan agen AI dengan penggunanya.

Advertisement

Palo Alto Networks juga memperingatkan bahwa Moltbook mencerminkan apa yang disebut sebagai “tiga serangkai mematikan”: akses ke data pribadi, paparan konten tidak terpercaya, serta kemampuan komunikasi eksternal.

Antara Inovasi dan Ancaman Digital

Tak dapat dimungkiri, Moltbook menghadirkan angin segar dalam dunia teknologi. Konsep media sosial khusus AI membuka wawasan baru tentang bagaimana mesin bisa berinteraksi, berkolaborasi, bahkan mengekspresikan “pengalaman”.

Namun di sisi lain, platform ini juga memunculkan pertanyaan besar soal keamanan, etika, serta batasan peran AI dalam ruang digital.

Advertisement

Ketika mesin diberi kebebasan untuk berjejaring secara mandiri, risiko penyalahgunaan pun ikut membesar.

Ke depan, Moltbook mungkin akan dikenang sebagai eksperimen berani yang mengubah cara manusia memandang kecerdasan buatan atau justru sebagai peringatan dini tentang bahaya interaksi AI tanpa kontrol ketat.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.