OpenAI bersiap mengencangkan strategi bisnisnya di segmen enterprise pada 2026. Perusahaan kecerdasan buatan yang dikenal luas lewat ChatGPT ini dilaporkan telah merombak sebagian struktur kepemimpinannya, sekaligus menunjuk sosok lama untuk memimpin ekspansi penjualan AI ke pelanggan korporasi.
Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya tekanan dari para pesaing, khususnya Anthropic dan Google, yang kian agresif menggarap pasar large language model (LLM) untuk kebutuhan bisnis.
Berdasarkan laporan The Information yang mengutip memo internal perusahaan, OpenAI menunjuk Barret Zoph sebagai pemimpin baru yang bertanggung jawab atas penjualan dan pengembangan AI untuk segmen enterprise. Penunjukan ini menjadi sinyal kuat bahwa OpenAI ingin mempercepat pertumbuhan bisnisnya di ranah korporasi, setelah pangsa pasarnya terus tergerus dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga
Advertisement
Sementara itu, TechCrunch menyebut telah menghubungi OpenAI untuk meminta konfirmasi dan keterangan lebih lanjut terkait perubahan struktur kepemimpinan tersebut. Namun, hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi tambahan dari perusahaan.
Menariknya, Barret Zoph bukanlah sosok asing bagi OpenAI. Ia baru saja kembali ke perusahaan tersebut pada pekan lalu, setelah sebelumnya meninggalkan Thinking Machine Labs, startup AI milik mantan CTO OpenAI, Mira Murati. Di perusahaan rintisan itu, Zoph menjabat sebagai salah satu pendiri sekaligus CTO sejak Oktober 2024.
Meski demikian, detail mengenai kepergian Zoph dari Thinking Machine Labs masih belum sepenuhnya jelas. Sejumlah rumor beredar, menyebutkan kemungkinan Zoph dan beberapa eks karyawan OpenAI lainnya keluar, atau bahkan diberhentikan, sebelum akhirnya kembali ke OpenAI. Namun, belum ada konfirmasi resmi terkait spekulasi tersebut.
Baca Juga
Advertisement
Sebelum hengkang, Zoph sempat menjabat sebagai Vice President of Post-Training Inference di OpenAI dari September 2022 hingga Oktober 2024. Kini, perannya berubah drastis. Ia dipercaya mengemban posisi strategis yang berfokus langsung pada pertumbuhan bisnis enterprise—sektor yang saat ini justru menjadi titik lemah OpenAI dibanding para rivalnya.
Sebagai catatan, OpenAI sebenarnya termasuk pemain awal dalam pasar AI enterprise. Perusahaan meluncurkan ChatGPT Enterprise pada 2023, lebih dari satu tahun lebih cepat dibanding Anthropic, dan bahkan beberapa tahun sebelum Google merilis penawaran enterprise-nya.
OpenAI mengklaim produk tersebut telah digunakan oleh lebih dari 5 juta pengguna bisnis, dengan daftar klien besar seperti SoftBank, Target, hingga Lowe’s. Namun demikian, keunggulan sebagai pelopor ternyata tidak otomatis menjamin dominasi pasar.
Baca Juga
Advertisement
Data terbaru menunjukkan bahwa pangsa pasar OpenAI di segmen enterprise justru mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan laporan Desember dari firma modal ventura Menlo Ventures, Anthropic kini memimpin penggunaan LLM di sektor enterprise dengan pangsa pasar sekitar 40%. Angka ini meningkat dari estimasi 32% pada Juli sebelumnya.
Perlu dicatat, Menlo Ventures memang menjadi salah satu investor besar Anthropic. Meski begitu, tren pertumbuhan yang dicatat tetap menunjukkan posisi Anthropic yang semakin kuat di pasar AI bisnis.
Di sisi lain, adopsi Google Gemini terbilang lebih stabil. Google meluncurkan produk enterprise-nya pada musim gugur tahun lalu dan mencatat pertumbuhan tipis, dari 20% pada Juli menjadi 21% di akhir tahun, menurut temuan Menlo Ventures.
Baca Juga
Advertisement
Sebaliknya, OpenAI justru mengalami penurunan tajam. Pangsa penggunaan LLM OpenAI di segmen enterprise merosot dari 50% pada 2023 menjadi hanya 27% pada akhir 2025. Tren inilah yang disebut-sebut menjadi perhatian serius internal perusahaan.
Bahkan, CEO OpenAI Sam Altman dikabarkan secara khusus menyoroti pertumbuhan Google Gemini dalam sebuah memo internal beberapa bulan lalu. Altman disebut khawatir ekspansi Gemini mulai menggerus posisi OpenAI di pasar bisnis.
Tak mengherankan jika segmen enterprise kini menjadi fokus utama OpenAI pada 2026. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh CFO OpenAI, Sarah Friar, dalam sebuah unggahan blog pada Minggu lalu. Ia menyebut pertumbuhan bisnis enterprise sebagai salah satu prioritas strategis perusahaan ke depan.
Baca Juga
Advertisement
Sebagai bagian dari strategi tersebut, OpenAI juga telah mengumumkan perluasan kemitraan jangka panjang dengan ServiceNow. Melalui kerja sama ini, pelanggan ServiceNow akan mendapatkan akses langsung ke model-model AI OpenAI, yang diharapkan mampu memperluas jangkauan teknologi OpenAI di lingkungan bisnis global.
Dengan kombinasi perombakan kepemimpinan, kemitraan strategis, dan fokus agresif pada pasar enterprise, OpenAI tampaknya tidak ingin sekadar bertahan. Tahun 2026 akan menjadi momen krusial bagi perusahaan untuk merebut kembali dominasinya di tengah persaingan AI bisnis yang semakin ketat.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.