Startup teknologi berbasis kecerdasan buatan, Higgsfield, kini resmi masuk jajaran perusahaan unicorn setelah berhasil menembus valuasi fantastis sebesar US$1,3 miliar atau sekitar Rp20 triliun. Pencapaian ini diraih setelah perusahaan menambah pendanaan sebesar US$80 juta dalam perpanjangan putaran pendanaan Seri A yang sebelumnya telah ditutup pada September lalu.
Dengan tambahan investasi tersebut, total pendanaan Seri A Higgsfield kini mencapai US$130 juta atau sekitar Rp2 triliun. Angka ini sekaligus menegaskan posisi Higgsfield sebagai salah satu startup AI video dengan pertumbuhan tercepat di dunia saat ini.
Startup AI Video Besutan Mantan Eksekutif Snap
Menariknya, Higgsfield didirikan oleh Alex Mashrabov, sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Head of Generative AI di Snap, perusahaan induk Snapchat. Sebelum membangun Higgsfield, Mashrabov juga dikenal sebagai salah satu pendiri AI Factory, startup AI yang kemudian diakuisisi Snap pada 2020 dengan nilai mencapai US$166 juta.
Baca Juga
Advertisement
Setelah bergabung dengan Snap, Mashrabov memimpin pengembangan teknologi AI generatif di perusahaan tersebut. Namun, ia kemudian memutuskan kembali ke dunia startup dan mendirikan Higgsfield dengan visi membangun platform video berbasis AI yang mudah digunakan oleh siapa saja.
Dengan pengalaman panjang di industri teknologi dan kecerdasan buatan, Mashrabov kini sukses membawa Higgsfield menjadi pemain utama di industri AI video global.
Platform AI Video untuk Kreator dan Brand
Higgsfield menawarkan sebuah platform yang memungkinkan pengguna membuat dan mengedit video berbasis kecerdasan buatan dengan cepat dan praktis. Layanan ini menyasar berbagai segmen, mulai dari kreator konten, tim media sosial, hingga perusahaan dan brand profesional.
Baca Juga
Advertisement
Melalui teknologi AI generatif, pengguna bisa menciptakan video sinematik, konten promosi, storytelling ala Hollywood, hingga visual kreatif untuk kebutuhan pemasaran digital.
Sejak diluncurkan, pertumbuhan Higgsfield terbilang sangat agresif. Dalam lima bulan pertama setelah peluncuran, platform ini telah mencatat 11 juta pengguna aktif dan disebut-sebut sebagai salah satu platform favorit para kreator konten.
Kini, setelah sembilan bulan berjalan, jumlah penggunanya telah menembus 15 juta orang di seluruh dunia.
Baca Juga
Advertisement
Pendapatan Meroket, Target Rp3 Triliun per Tahun
Tak hanya dari sisi pengguna, performa bisnis Higgsfield juga melesat pesat. Perusahaan mengklaim saat ini berada di jalur pendapatan tahunan sebesar US$200 juta atau sekitar Rp3 triliun.
Yang lebih mengejutkan, angka tersebut naik dua kali lipat hanya dalam waktu sekitar dua bulan. Sebelumnya, Higgsfield berada di proyeksi pendapatan US$100 juta per tahun.
Dengan laju pertumbuhan tersebut, Higgsfield menilai dirinya kini berada di jalur pertumbuhan langka yang hanya dicapai segelintir perusahaan teknologi global.
Baca Juga
Advertisement
Lampaui Pertumbuhan OpenAI hingga Zoom
Dalam keterangan resminya, Higgsfield bahkan menyebut pertumbuhan mereka melampaui sejumlah perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Slack, Zoom, Cursor, hingga Lovable pada fase awal pengembangan bisnis mereka.
Hal ini menunjukkan betapa cepatnya adopsi teknologi AI video di kalangan kreator, brand, dan tim pemasaran digital di seluruh dunia.
Seiring meningkatnya kebutuhan akan konten visual yang cepat, menarik, dan efisien, platform seperti Higgsfield menjadi solusi yang sangat relevan di era media sosial saat ini.
Baca Juga
Advertisement
Fokus Jadi Alat Bisnis, Bukan Sekadar Konten Viral
Untuk memperkuat posisinya sebagai platform profesional, Higgsfield kini menegaskan bahwa sebagian besar penggunanya berasal dari kalangan social media marketer dan brand profesional.
Langkah ini dilakukan untuk menggeser citra Higgsfield dari sekadar “mesin konten viral berbasis AI” menjadi sebuah alat bisnis yang serius dan strategis.
Menurut perusahaan, adopsi oleh para pemasar profesional menjadi sinyal penting bahwa platform ini telah berkembang jauh melampaui sekadar hiburan atau konten kasual.
Baca Juga
Advertisement
Tetap Jadi Mesin Konten Viral
Meski berfokus pada segmen bisnis, Higgsfield tetap tak bisa dilepaskan dari sisi viral konten AI. Salah satu video yang sempat ramai diperbincangkan berjudul Island Holiday, yang menggambarkan tokoh-tokoh publik dalam dokumen Epstein berlibur bersama karakter fiksi di sebuah pulau.
Video tersebut menuai kontroversi karena dinilai sensitif dan ofensif. Meski demikian, fenomena ini justru menunjukkan betapa kuatnya daya tarik teknologi AI video di mata publik.
Di sisi lain, banyak pula pengguna Higgsfield yang menghasilkan konten bertema fashion, film pendek sinematik, hingga storytelling bergaya Hollywood.
Baca Juga
Advertisement
Didukung Investor Kelas Dunia
Kepercayaan investor terhadap Higgsfield juga semakin menguat. Dalam perpanjangan pendanaan Seri A ini, Higgsfield didukung oleh sejumlah nama besar di dunia modal ventura, seperti:
- Accel
- AI Capital Partners
- Menlo Ventures
- GFT Ventures
Masuknya investor global ini memperkuat posisi Higgsfield sebagai salah satu startup AI paling menjanjikan saat ini.
Menuju Masa Depan Industri Konten Berbasis AI
Dengan valuasi tembus Rp20 triliun, jutaan pengguna global, serta pendapatan yang terus melonjak, Higgsfield kini berada di garis depan revolusi industri konten berbasis kecerdasan buatan.
Baca Juga
Advertisement
Ke depan, perusahaan ini berambisi menjadi platform utama bagi brand, kreator, dan perusahaan yang ingin memanfaatkan AI untuk mempercepat produksi konten visual.
Di tengah persaingan ketat industri AI generatif, Higgsfield membuktikan bahwa inovasi, pengalaman, dan momentum bisa menjadi kombinasi kuat untuk menciptakan unicorn teknologi baru di era digital.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.