Kemkomdigi Gaspol Pemerataan Internet untuk Pendidikan, Targetkan Kecepatan 100 Mbps dalam 3 Tahun

Kemkomdigi

Pemerintah terus menggenjot pemerataan akses internet sebagai fondasi utama dalam mendukung dunia pendidikan di era digital. Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), negara berupaya memastikan seluruh pelajar, baik yang tinggal di perkotaan maupun di daerah terpencil, memiliki kesempatan belajar yang setara.

Langkah ini dinilai krusial, mengingat internet kini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan telah menjadi kebutuhan utama dalam proses pembelajaran modern. Mulai dari akses materi digital, kelas daring, hingga platform edukasi, seluruhnya bergantung pada kualitas konektivitas.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa pemerataan internet menjadi prioritas pemerintah dalam memperkecil kesenjangan digital di Tanah Air.

Advertisement

“Di wilayah padat penduduk kualitas layanan relatif stabil, sementara di daerah terpencil penguatan infrastruktur terus dilakukan,” ujar Nezar dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta.

Meski demikian, ia mengakui bahwa kualitas layanan internet di Indonesia masih belum merata sepenuhnya. Saat ini, sekitar 97 persen wilayah berpenduduk telah terjangkau akses internet. Namun, kualitas dan kecepatannya masih sangat beragam, terutama antara wilayah perkotaan dan kawasan terpencil.

Oleh karena itu, pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur digital secara bertahap dan berkelanjutan. Tujuannya jelas, yakni menciptakan konektivitas nasional yang merata sekaligus berkualitas.

Advertisement

Selain itu, Nezar menyampaikan bahwa kecepatan internet rata-rata nasional saat ini berada di kisaran 45 Mbps. Angka tersebut masih tertinggal dibandingkan rata-rata kecepatan internet di kawasan Asia Tenggara.

“Kecepatan internet nasional masih berada di bawah rata-rata Asia Tenggara. Karena itu, pemerintah menargetkan peningkatan hingga 100 Mbps dalam tiga tahun ke depan,” jelasnya saat menerima perwakilan Johns Hopkins School of Advanced International Studies di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat.

Tak hanya meningkatkan kecepatan, pemerintah juga menargetkan perluasan jaringan generasi kelima atau 5G. Saat ini, cakupan jaringan 5G di Indonesia masih di bawah 10 persen. Padahal, teknologi ini dinilai mampu menghadirkan konektivitas yang lebih cepat, stabil, dan efisien.

Advertisement

Dengan begitu, penguatan jaringan 5G menjadi bagian penting dari strategi transformasi digital nasional, termasuk dalam sektor pendidikan.

Lebih lanjut, Nezar menegaskan bahwa pemerataan internet bukan sekadar pembangunan infrastruktur semata. Namun, hal ini merupakan bagian dari komitmen negara dalam memenuhi hak dasar masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Sebab, di era digital seperti sekarang, keterbatasan akses internet bisa menjadi penghambat utama bagi pelajar dalam mengembangkan potensi diri.

Advertisement

“Pemerataan akses internet untuk pendidikan merupakan bagian dari upaya negara memenuhi hak belajar dan memperkecil kesenjangan digital,” tegasnya.

Dengan koneksi yang memadai, para pelajar di berbagai daerah diharapkan dapat mengakses platform pembelajaran daring dengan lancar. Mulai dari ruang kelas digital, materi interaktif, hingga pelatihan berbasis teknologi, semuanya dapat dinikmati secara lebih merata.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong agar sekolah dan institusi pendidikan mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Dukungan infrastruktur yang kuat diharapkan menjadi dasar bagi lahirnya kebijakan pendidikan berbasis digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Advertisement

“Dukungan ini menjadi dasar bagi kebijakan pendidikan berbasis digital,” kata Nezar.

Transformasi pendidikan berbasis teknologi memang tidak bisa dilepaskan dari kesiapan infrastruktur. Tanpa internet yang stabil dan cepat, penerapan pembelajaran digital akan sulit diwujudkan secara maksimal.

Karena itu, Kemkomdigi terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, operator telekomunikasi, maupun sektor swasta, untuk mempercepat pembangunan jaringan di seluruh wilayah Indonesia.

Advertisement

Selain pembangunan jaringan baru, peningkatan kualitas layanan di wilayah yang sudah terjangkau juga menjadi fokus utama. Pemerintah berupaya memastikan bahwa koneksi internet tidak hanya tersedia, tetapi juga mampu mendukung aktivitas belajar mengajar secara optimal.

Ke depan, pemerataan akses internet diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan digital yang lebih inklusif. Pelajar di pelosok desa tidak lagi tertinggal dalam mengakses informasi, sementara siswa di kota besar dapat menikmati layanan digital yang semakin canggih.

Dengan strategi yang terarah dan pembangunan yang berkelanjutan, pemerintah optimistis target kecepatan internet 100 Mbps dalam tiga tahun ke depan dapat tercapai. Seiring dengan itu, perluasan jaringan 5G juga akan menjadi tulang punggung konektivitas masa depan.

Advertisement

Pada akhirnya, pemerataan internet bukan hanya tentang teknologi, melainkan juga tentang membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia. Dengan akses digital yang setara, setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.