Meta Luncurkan “Meta Compute”, Siapkan Infrastruktur Raksasa untuk Perkuat Dominasi AI Global

Metaai

Meta kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan. Kali ini, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu resmi meluncurkan sebuah inisiatif baru bernama Meta Compute. Program ini dirancang khusus untuk memperkuat infrastruktur AI Meta dalam skala besar dan jangka panjang.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Meta tak main-main dalam persaingan teknologi AI global. Setelah sebelumnya gencar mengembangkan model kecerdasan buatan dan fitur berbasis AI, kini Meta fokus membangun fondasi utama: infrastruktur komputasi raksasa.

Infrastruktur Jadi Kunci Masa Depan AI

Menurut laporan TechCrunch pada Senin (12/1) waktu setempat, CEO Meta Mark Zuckerberg menjelaskan bahwa Meta Compute dibangun sebagai tulang punggung pengembangan AI perusahaan dalam beberapa dekade ke depan.

Advertisement

Dalam unggahan di Threads, Zuckerberg menyebut bahwa Meta berencana memperluas kapasitas energi secara masif demi menopang kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat.

Meta berencana membangun puluhan gigawatt pada dekade ini, dan ratusan gigawatt atau lebih seiring waktu. Cara kami merekayasa, berinvestasi, dan bermitra untuk membangun infrastruktur ini akan menjadi keunggulan strategis, tulis Zuckerberg.

Sebagai informasi, satu gigawatt setara dengan satu miliar watt listrik. Dalam dunia AI, kebutuhan energi memang sangat besar karena proses pelatihan model dan operasional sistem membutuhkan daya komputasi tinggi yang berjalan tanpa henti.

Advertisement

Oleh karena itu, Meta Compute hadir untuk menjawab tantangan utama industri AI saat ini: keterbatasan infrastruktur dan pasokan energi.

Konsumsi Energi AI Diprediksi Meledak

Seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan, konsumsi listrik di Amerika Serikat dan berbagai negara lain diperkirakan melonjak tajam. Bahkan, beberapa analis memprediksi lonjakan kebutuhan daya untuk AI bisa meningkat sepuluh kali lipat dalam satu dekade ke depan.

Jika saat ini konsumsi energi AI berada di kisaran 5 gigawatt, maka dalam beberapa tahun mendatang angkanya bisa menembus 50 gigawatt. Angka tersebut mencerminkan betapa masifnya skala operasional AI modern.

Advertisement

Karena itulah, Meta tidak hanya mengembangkan software dan algoritma, tetapi juga membangun pusat data, jaringan global, serta sistem komputasi yang mampu menopang kebutuhan jangka panjang.

Tiga Tokoh Kunci Pimpin Meta Compute

Untuk memastikan Meta Compute berjalan sesuai visi besar perusahaan, Zuckerberg menunjuk tiga eksekutif utama sebagai pemimpin proyek ini.

Pertama, ada Santosh Janardhan, Kepala Infrastruktur Global Meta yang telah bergabung sejak 2009. Ia dipercaya memimpin pengembangan arsitektur teknis, pembangunan pusat data, hingga pengoperasian jaringan global perusahaan.

Advertisement

Perannya sangat krusial karena ia akan memastikan bahwa seluruh sistem komputasi Meta berjalan stabil, efisien, dan siap menghadapi lonjakan permintaan AI di masa depan.

Kedua, Zuckerberg menunjuk Daniel Gross, yang bergabung dengan Meta tahun lalu dan sebelumnya dikenal sebagai salah satu pendiri Safe Superintelligence. Di Meta, Gross akan memimpin tim baru yang bertanggung jawab atas strategi kapasitas jangka panjang, kemitraan pemasok, analisis industri, hingga perencanaan bisnis.

Dengan kata lain, Gross akan memastikan bahwa Meta Compute tidak hanya besar secara teknis, tetapi juga matang secara strategi bisnis.

Advertisement

Sementara itu, posisi ketiga diisi oleh Dina Powell McCormick, mantan pejabat pemerintahan Amerika Serikat yang kini menjabat sebagai presiden dan wakil ketua Meta. Ia akan berperan dalam menjalin kerja sama dengan pemerintah, lembaga keuangan, dan mitra global untuk membangun, membiayai, serta mengembangkan infrastruktur Meta.

Kolaborasi dengan pemerintah dinilai penting karena pembangunan pusat data berskala raksasa membutuhkan izin, dukungan regulasi, hingga kerja sama energi lintas sektor.

Meta Siapkan Dana Jumbo untuk AI

Sebelum mengumumkan Meta Compute, Meta sebenarnya sudah lebih dulu menyampaikan rencana besar dalam belanja modal atau capital expenditure (capex). Perusahaan menegaskan akan menggelontorkan dana dalam jumlah besar untuk memperluas kapasitas infrastruktur AI mereka.

Advertisement

Investasi ini mencakup pembangunan pusat data baru, pembelian chip komputasi canggih, hingga penguatan jaringan global. Semua langkah tersebut bertujuan agar Meta mampu bersaing dengan raksasa teknologi lain seperti Google, Microsoft, dan Amazon yang juga agresif mengembangkan AI.

Dengan Meta Compute, seluruh investasi tersebut kini berada dalam satu payung besar yang terintegrasi.

Strategi Jangka Panjang Meta di Dunia AI

Melalui inisiatif ini, Meta tidak hanya ingin menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga ingin menjadi pemain utama dalam ekosistem komputasi global. Infrastruktur yang kuat akan memungkinkan Meta mengembangkan model AI lebih canggih, lebih cepat, dan lebih efisien.

Advertisement

Selain itu, Meta Compute juga membuka peluang baru bagi perusahaan untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari penyedia energi terbarukan, produsen chip, hingga operator pusat data global.

Ke depan, AI diprediksi akan menjadi fondasi hampir seluruh layanan digital, mulai dari media sosial, periklanan, metaverse, hingga teknologi komunikasi generasi berikutnya. Maka, siapa yang menguasai infrastruktur AI, dialah yang memegang kendali masa depan teknologi.

Peluncuran Meta Compute menjadi bukti bahwa Meta sedang membangun fondasi jangka panjang untuk menguasai era kecerdasan buatan. Dengan investasi raksasa, tim eksekutif berpengalaman, serta strategi energi berskala global, Meta siap melaju kencang dalam perlombaan AI dunia.

Advertisement

Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah Meta serius di AI, melainkan seberapa jauh mereka akan melesat meninggalkan para pesaingnya.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.