Komputasi Kuantum Siap Masuk Arus Utama, Pakar Prediksi Akan Hadir “Momen ChatGPT” di Dunia Teknologi

Chatgpt

Komputasi kuantum kini tidak lagi menjadi sekadar atraksi pinggiran dalam ajang teknologi dunia. Di gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2026, teknologi ini justru tampil sebagai salah satu bintang utama yang menyedot perhatian ribuan pengunjung dari berbagai negara.

Jika sebelumnya komputer kuantum hanya menjadi topik diskusi para ilmuwan di laboratorium riset, kini ceritanya mulai berubah. Di CES Foundry, sebuah zona teknologi canggih yang berlokasi di hotel Fontainebleau, Las Vegas, ruang-ruang pameran kuantum selalu dipadati pengunjung. Bahkan, antrean panjang terlihat di luar ruangan hanya untuk menyaksikan sistem kuantum beroperasi secara langsung.

Tak hanya itu, berbagai sesi presentasi yang membahas teknologi ini pun sering kali penuh sesak. Banyak peserta terpaksa berdiri karena kursi yang tersedia sudah habis. Antusiasme tersebut menjadi sinyal kuat bahwa komputasi kuantum mulai menarik perhatian publik luas, bukan hanya kalangan akademisi.

Advertisement

Dari Laboratorium Menuju Dunia Nyata

Seiring waktu, para eksekutif industri menilai bahwa komputasi kuantum tengah berada di ambang titik balik penting. Momen ini bahkan kerap disebut sebagai “momen ChatGPT”, merujuk pada saat kecerdasan buatan melejit ke arus utama setelah peluncuran ChatGPT pada 2022.

Sebagai teknologi yang memanfaatkan prinsip fisika kuantum, komputer kuantum dirancang untuk menyelesaikan persoalan yang terlalu kompleks bagi komputer konvensional. Oleh karena itu, potensinya sangat besar, mulai dari penemuan obat, pemodelan keuangan, optimisasi rantai pasok, hingga keamanan siber.

“Momentumnya benar-benar meningkat,” ujar Pouya Dianat, Chief Revenue Officer Quantum Computing Inc. Menurutnya, perkembangan komputasi kuantum bergerak jauh lebih cepat dibandingkan perkiraan banyak pihak beberapa tahun lalu.

Advertisement

Dengan kata lain, apa yang dulu tampak seperti mimpi ilmiah kini perlahan berubah menjadi realitas komersial.

Terpengaruh Ledakan AI

Menariknya, lonjakan minat terhadap komputasi kuantum juga dipicu oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Dalam berbagai diskusi panel di CES, para pakar membandingkan situasi saat ini dengan kondisi AI sebelum ChatGPT meledak dan digunakan secara masif.

Saat itu, teknologi AI sebenarnya sudah ada. Namun, dampaknya belum terasa luas hingga ChatGPT muncul dan membuka mata dunia akan potensi besar kecerdasan buatan.

Advertisement

Kini, banyak pelaku industri percaya bahwa komputasi kuantum berada di fase yang sama. Produk-produk awal memang sudah tersedia, tetapi dampak besarnya belum sepenuhnya terlihat. Namun, begitu titik kritis tercapai, adopsinya bisa melonjak secara drastis.

Perhatian Pemerintah dan Regulator

Tak hanya menarik minat pelaku industri, komputasi kuantum juga mencuri perhatian pemerintah. Lebih dari 200 pejabat internasional dan Amerika Serikat menghadiri CES 2026, termasuk sejumlah senator serta pimpinan Federal Trade Commission (FTC) dan Federal Communications Commission (FCC).

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa teknologi ini bukan hanya soal inovasi, tetapi juga berkaitan dengan strategi nasional, pertahanan, dan keamanan digital. Para analis kebijakan bahkan menilai bahwa komputasi kuantum akan menjadi salah satu fondasi penting dalam persaingan teknologi global.

Advertisement

Menuju Titik Balik Komersial

Ariel Braunstein, Chief Product Officer IonQ, membandingkan kondisi komputasi kuantum saat ini dengan AI tepat sebelum terobosan besar ChatGPT. Menurutnya, perusahaan-perusahaan yang bergerak terlalu lambat bisa tertinggal ketika adopsi mulai melaju kencang.

Senada dengan itu, Jean-Francois Bobier dari Boston Consulting Group menilai bahwa begitu teknologi ini menunjukkan nilai komersial yang jelas, masa depannya akan berubah dari “belum pasti” menjadi “tidak terhindarkan”.

Ia menyebut fase tersebut sebagai “momen ChatGPT” bagi dunia kuantum — sebuah titik ketika teknologi keluar dari ruang riset dan masuk ke dunia bisnis secara luas.

Advertisement

Sementara itu, Joseph S. Broz dari IBM mengungkapkan bahwa jarak antara kemampuan komputer kuantum saat ini dan kebutuhan bisnis semakin menyempit. Artinya, peluang pemanfaatan teknologi ini dalam skala industri semakin terbuka lebar.

Adopsi Bisa Meledak Secara Tiba-tiba

Meski demikian, beberapa pihak menilai bahwa titik balik tersebut mungkin masih membutuhkan waktu. Rebecca Krauthamer, CEO perusahaan keamanan kuantum QuSecure, memperkirakan momen besar itu masih beberapa tahun lagi.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa begitu momen itu tiba, adopsi bisa melonjak secara tiba-tiba dan sulit dibendung. Dengan kata lain, perusahaan yang tidak bersiap dari sekarang berisiko tertinggal jauh.

Advertisement

Di sisi lain, Dianat menegaskan bahwa komputasi kuantum tidak akan bersaing dengan AI, melainkan berkembang berdampingan. Bahkan, saat ini sudah mulai muncul aplikasi hibrida yang menggabungkan kekuatan AI dan komputasi kuantum untuk memecahkan persoalan kompleks.

CES 2026 Pecahkan Rekor

Sebagai panggung utama inovasi global, CES 2026 sendiri mencatat rekor baru. Lebih dari 4.100 perusahaan memamerkan produknya di 13 lokasi berbeda, sementara sekitar 6.600 jurnalis dari berbagai negara turut meliput acara ini.

Selain itu, CES menerima 3.600 entri untuk penghargaan inovasi dan menggelar lebih dari 400 sesi konferensi yang menghadirkan sekitar 1.300 pembicara.

Advertisement

Melihat antusiasme yang begitu besar, jelas bahwa komputasi kuantum kini berada di jalur cepat menuju arus utama. Jika prediksi para pakar terbukti benar, dunia mungkin hanya tinggal menunggu waktu hingga teknologi ini mengalami “momen ChatGPT”-nya sendiri sebuah era baru di mana komputasi kuantum menjadi bagian dari kehidupan digital sehari-hari.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.