Jaringan telekomunikasi di Provinsi Aceh berangsur pulih pasca bencana banjir dan lognsor. Kendati demikian, belum semua jaringan pulih.
Menurut penjelasan dari Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, hanya sekitar 50% jaringan telekomunikasi di Aceh yang sudah pulih. Angka ini meningkat dari 40% pada beberapa waktu lalu.
“Hingga saat ini di Sumatra Barat sudah stabil di angka 98%. Di Sumatra Utara, kurang lebih di angka 96% dan untuk Aceh, kita sekarang tengah fokus untuk meningkatkan. Tadi saya sampaikan Telkomsel sudah 50%, beberapa hari lalu kita masih 40%,” ungkap Menkomdigi Meutya Hafid dalam acara Deklarasi Arah Indonesia Digital: Terhubung, Tumbuh, Terjaga di Jakarta, Rabu (10/12).
Baca Juga
Advertisement
Pihaknya kini terus memastikan percepatan pemulihan jaringan. Salah satunya dengan berkoordinasi bersama pihak operator di Indonesia.
Di samping itu, Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria berharap pemulihan jaringan telekomunikasi di Aceh bisa pulih hingga 75% selama masa tanggap darurat. Oleh sebab itu, pihaknya berkoordinasi dengan PLN terkait listrik.
“Tapi yang listrik, listrik kita masih up and down. Jadi, kita terus koordinasi dengan PLN untuk soal ini. Kita targetnya bisa 75% dulu lah. Paling tidak bisa ter-cover daerah-daerah yang masih kritikal. Dan, butuh bantuan telekomunikasi agar memperlancar jalur bantuan logistik ke daerah-daerah yang terdampak,” jelas Nezar.
Baca Juga
Advertisement
Komdigi turut berkolaborasi dengan Pertamina dalam menyedikaan BBM untuk genset yang digunakan dan menyuplai listrik. Nezar juga memastikan suplai BBM berangsur membaik, sehingga masalah-masalah tersebut dapat teratasi.
Lebih lanjut, Nezar menambahkan pemulihan terus dilakukan. Tim Balai Monitoring dan tim Satgas yang dibuat bersama opsel terus bekerja di tempat terdampak.
Wamen Nezar Patria Pastikan Layanan Starlink Gratis di Wilayah Bencana
Wamenkomdigi Nezar menegaskan bahwa bantuan internet berbasis satelit, Starlink di wilayah terdampak dipastikan gratis. Pembebasan biaya berlaku selama sebulan dan masuk dalam kebijakan dari perusahaan.
Baca Juga
Advertisement
“Enggak, starlinknya itu kan gratis ya. Berdasarkan yang diumumkan oleh starlink untuk daerah bencana di Aceh. Selama satu bulan diberikan gratis. Ini layanan starlink memang sudah jadi kebijakan perusahaan mereka untuk membantu daerah-daerah bencana. Jadi bukan cuma di Aceh saja atau di Sumatera saja,” jelasnya.

Ia menjelaskan Starlink yang diberikan pemerintah juga dipastikan gratis. Layanan ini ditempatkan di beberapa titik, khusus untuk Provinsi Aceh, berada di daerah Pidi Jaya Bireun, Tamiang dan bener Meriah.
Nezar turut berterima kasih kepada kebijakan Starlink. Sebab, dapat memenuhi konektivitas yang dibutuhkan di wilayah terdampak bencana.
Baca Juga
Advertisement
Ia juga menilai jaringan yang disediakan Starlink telah bekerja dengan baik. Masyarakat yang terdampak telah memanfaatkan secara optimal.
Di samping itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Marwan O. Baasir menjelaskan infrastruktur seperti listrik, jalan, akses dan air menjadi masalah dalam pemulihan. Pihak opsel terus berupaya memulihkan sekaligus memberikan layanan bagi wilayah terdampak.
“Usaha teman-teman operator usaha memulihkan segera networknya. Listrik, infrastruktur, genset dicari, semua dicari, semua diupayakan. Starter pack, kuota, produk, mereka udah upaya semuanya. Tapi, memang ini tergantung betul banget listrik,” ungkap Marwan.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.