Upaya meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda kembali mendapat dorongan baru. PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) bersama Ikatan Alumni Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (IA-SBM ITB), serta dua platform pendukung UATAS dan Bantusaku menggelar Kuliah Umum Edukasi Keuangan Pribadi untuk mahasiswa S1 dan S2 SBM ITB. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Fintech Nasional yang diinisiasi Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).
Langkah kolaboratif ini bukan sekadar agenda seremonial. Justru, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman finansial dasar yang sangat dibutuhkan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja dan mulai membangun kehidupan mandiri. Dalam era layanan keuangan digital yang makin mudah diakses, literasi keuangan menjadi kebutuhan yang tak bisa ditawar.
Dorong Literasi di Tengah Akses Fintech yang Kian Luas
Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, menegaskan bahwa sebagai platform pinjaman daring (pindar) berizin OJK, Easycash berkewajiban menghadirkan edukasi yang relevan. “Gen Z dan milenial adalah pengguna digital terbesar. Mereka perlu tahu manfaat sekaligus risiko layanan pindar, serta memahami dasar-dasar manajemen keuangan,” jelas Wildan saat memberi materi di Kampus MBA SBM ITB, Bandung.
Baca Juga
Advertisement
Ia menekankan bahwa kemampuan memahami piramida perencanaan keuangan, risiko layanan fintech, hingga keamanan digital menjadi bekal penting agar mahasiswa dapat mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak. Apalagi, perkembangan layanan keuangan digital berlangsung sangat cepat.
Transisinya pun jelas. Meski Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 mencatat tingkat literasi masyarakat naik menjadi 65,4%, angka ini masih tertinggal dari tingkat inklusi yang mencapai 80,55%. Dengan kata lain, masyarakat sudah lebih dulu mengakses layanan keuangan sebelum memahami cara penggunaannya. Ketimpangan ini menjadi tantangan besar bagi generasi muda yang sebentar lagi akan mengelola pendapatan sendiri.
Tantangan Generasi Muda di Era Ekonomi Digital
Ketua Umum IA-SBM ITB, Novrizal Pratama, menyampaikan bahwa peran kampus, alumni, dan pelaku industri sangat penting dalam mengisi celah pemahaman tersebut. “Pengelolaan keuangan itu bukan sekadar menabung. Ada risiko, ada perencanaan, dan ada kemampuan membedakan layanan legal dengan layanan berpotensi merugikan,” ujarnya.
Baca Juga
Advertisement
Menurutnya, perkembangan pesat layanan digital, terutama platform pindar, membuat mahasiswa perlu lebih cermat dalam membaca informasi, memverifikasi legalitas, dan menjaga keamanan data pribadi. Kehadiran Easycash dalam kegiatan edukasi ini dinilai sangat tepat karena relevan dengan kurikulum bisnis dan manajemen risiko yang diajarkan di SBM ITB.
Modul MOJANG Easycash: Cara Praktis Memahami Keuangan
Dalam sesi kuliah umum tersebut, Easycash memperkenalkan Modul Bijak Keuangan (MOJANG) yang merangkum berbagai prinsip dasar keuangan seperti piramida perencanaan keuangan, metode budgeting 50-30-20, cara membedakan kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya reputasi kredit.
Wildan menyoroti realitas bahwa biaya hidup terus meningkat, sementara pendapatan tak selalu mengikuti. “Inflasi membuat kebutuhan naik setiap tahun. Karena itu, kita harus bijak menentukan prioritas,” ujarnya.
Baca Juga
Advertisement
Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan selalu penuh ketidakpastian mulai dari sakit hingga kebutuhan darurat. Karena itu, asuransi dan dana darurat menjadi bagian penting dari strategi finansial yang sehat. “Tujuan mengatur keuangan bukan sekadar hemat, tapi menjaga masa depan agar tetap aman meski terjadi hal tak terduga.”
Wildan kemudian membagikan tiga tips praktis:
- Catat semua pemasukan dan pengeluaran. Ini membantu menilai kesehatan finansial.
- Gunakan metode budgeting 50-30-20.
– 50% untuk kebutuhan pokok
– 30% untuk keinginan atau cicilan
– 20% untuk tabungan dan investasi - Konsisten membedakan kebutuhan dan keinginan.
Dengan fondasi ini, mahasiswa diharapkan bisa lebih disiplin dan memahami pola keuangan mereka sendiri.
Baca Juga
Advertisement
Waspada Penipuan Digital yang Semakin Canggih
Selain literasi keuangan, Easycash juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penipuan digital. Wildan mengingatkan untuk tidak pernah mengunduh aplikasi dari luar App Store atau Play Store. “Itu salah satu red flag paling umum,” tegasnya.
Selain itu, setiap pengguna harus memperhatikan izin yang diminta aplikasi. Jika sebuah aplikasi meminta akses kontak atau galeri tanpa alasan jelas, besar kemungkinan itu merupakan aplikasi ilegal atau pinjol ilegal.
Bagi masyarakat yang terlanjur terlibat pinjol ilegal, Wildan mengimbau untuk segera melapor ke OJK atau Indonesia Anti Scam Centre (IASC). Hapus aplikasi, ganti password, dokumentasikan bukti, dan periksa legalitas layanan melalui Kontak OJK.
Baca Juga
Advertisement
Ia menutup sesi dengan pengingat penting: “Data pribadi adalah aset paling berharga. Lindungi seperti kamu melindungi uang dan identitasmu.”
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.