Pernahkah Paradiva membayangkan seorang insinyur teknik kimia yang berkarier di lepas pantai, lalu banting setir mengembangkan bisnis snack sehat untuk anak? Inilah kisah Sandra Alfina, sang pendiri Sunkrisps. Sandra tidak sendiri, dia bahu-membahu mengembangkan bisnisnya bersama suaminya Ricky Chandra.

Perjalanannya membuktikan bahwa passion dan kepedulian terhadap kesehatan bisa melahirkan bisnis yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga memberi dampak positif.
Sebelum mendirikan Sunkrisps, Sandra adalah lulusan ITB Teknik Kimia yang berkarier di dunia minyak dan gas. Namun, gaya hidupnya yang serba cepat dan pola makan tidak teratur membuatnya menyadari pentingnya kesehatan. Keputusan untuk resign bukanlah hal mudah, tetapi tabungannya ia gunakan untuk memulai babak baru: berbisnis makanan sehat.
Baca Juga
Advertisement
Awalnya, Sandra mencoba berbagai produk, dari kue hingga roti. Namun, titik terang muncul justru dari sebuah observasi sederhana. “Dari trial di bisnis sebelumnya, saya melihat yang banyak membeli snack sehat justru para ibu untuk anak-anak mereka,” ujarnya. Pada 2017, pasar snack sehat anak masih sangat terbatas. Peluang inilah yang akhirnya mendorongnya untuk fokus dan melahirkan Sunkrisps pada 2018.

Transisi dari insinyur ke pengusaha makanan tentu memiliki tantangan. Sandra yang memiliki idealisme tinggi sempat meluncurkan produk awal seperti Kale Chips. Sayangnya, produk ini belum sepenuhnya diterima pasar karena awareness masyarakat yang masih rendah.
Namun, semuanya berubah setelah ia berkolaborasi dengan seorang dokter anak. Awalnya, Sandra diminta mendukung kelas parenting sang dokter. Dari diskusi inilah, ide brilian muncul. Dokter tersebut menekankan pentingnya stimulasi otot mulut anak dengan makanan bertekstur. “Dia menyarankan bentuknya panjang, tidak terlalu empuk, untuk melatih balita mengunyah makanan yang akan mendukung perkembangan anak,” kenang Sandra.
Baca Juga
Advertisement
Saran ini langsung ia eksekusi. Dengan tetap mempertahankan nilai gizi dari sayuran seperti kale, bit, dan kunyit, terciptalah Rainbow Sticks. Snack ini tidak hanya warna-warni dan menarik, tetapi juga memiliki manfaat untuk tumbuh kembang anak. Paradiva, inilah bukti bahwa kolaborasi dengan ahli dapat melahirkan inovasi yang tepat sasaran.
Pandemi Justru Jadi Momentum Tumbuh
Ketika banyak usaha yang terpuruk di masa pandemi, Sunkrisps justru mencatatkan lonjakan penjualan. Rainbow Sticks terjual hingga ribuan kemasan per bulan hanya melalui platform online seperti Shopee. Strategi pemasaran digital dan kampanye yang intensif menjadi kunci kesuksesan ini. “Kita boost di situ. Walaupun fitur saat itu belum secanggih sekarang, ternyata sangat membantu,” tambah Sandra.
Baca Juga
Advertisement

Kesuksesan ini tidak lepas dari packaging yang eye-catching. Sandra menyadari bahwa daya tarik pertama bagi anak dan orang tua adalah kemasannya. Dengan desain yang cerah dan imajinatif, produk Sunkrisps berhasil diganjari beberapa penghargaan, termasuk dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif.
Dari satu produk andalan, Sunkrisps kini telah memiliki 14 varian produk (SKU). Tentu, proses berkembang tidak selalu mulus. Sandra mengaku sempat memproduksi berbagai macam produk, seperti puding dan abon, yang akhirnya di-discontinue karena pertimbangan efisiensi dan permintaan pasar.

“Tantangan terbesar adalah menyeimbangkan antara keinginan pasar untuk variasi dengan efisiensi produksi,” jelasnya. Strateginya adalah fokus pada kebutuhan utama: menyediakan snack dengan protein tinggi, tekstur yang baik untuk mengunyah, dan pengenalan sayur dalam bentuk yang disukai anak. Dari situlah lahir produk-produk seperti Mie Instan Sehat dan Mini Steak, dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp 7.000 hingga 30 ribuan.
Baca Juga
Advertisement
Memasuki fase pasca-pandemi, Sunkrisps dihadapkan pada tantangan baru. Loyalitas konsumen yang fluktuatif menuntut Sandra dan tim untuk terus berinovasi. “Kita harus kreatif, agak sedikit ‘gila’, agar ide-ide tetap segar,” ujarnya sambil tertawa.

Ke depan, tujuan Sunkrisps adalah menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia. Saat ini, produknya sudah tersedia di berbagai marketplace online dan toko offline, seperti perlengkapan bayi dan supermarket lokal. Namun, Sandra memiliki ambisi untuk masuk ke jaringan minimarket nasional.
“Kami sedang melakukan product development untuk menyesuaikan dengan kebutuhan channel tersebut. Target tahun depan semoga bisa terealisasi,” harapnya. Asal tahu saja, saat ini official store Sunkrisps telah diikuti sepuluh ribu lebih pengguna Shopee.
Baca Juga
Advertisement
Sukses mengembangkan bisnis camilan yang disukai anak-anak, namun Sandra dan Ricky mengaku masih menjadi “pejuang dua garis biru”. Meski demikian pasangan ini tetap dengan serius mengembangkan produk terbaik untuk anak-anak. “Saat ini kami baru dikaruniai anabul (anak bulu atau kucing),” ungkap Sandra sambil tersenyum,
Prestasi dan Pengakuan Nasional
Komitmen Sandra terhadap inovasi produk sehat telah membuahkan hasil yang membanggakan. Brand Sunkrisps berhasil mengantongi dua penghargaan nasional bergengsi. Pertama, juara ketiga dalam Indonesia Food Innovation yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian untuk kategori end product. Kedua, meraih Anugerah Bagabuatan Indonesia dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (kini Kemenparekraf) untuk kategori manufaktur
Baca Juga
Advertisement

“Pada 2020, kami harus bersaing dengan produsen alat medis yang sedang naik daun. Penghargaan ini membuktikan bahwa produk makanan sehat tetap relevan dan dibutuhkan masyarakat, terutama di masa pandemi,” kenang Sandra dengan bangga.
Prestasi Sandra terus berlanjut dengan terpilihnya sebagai salah satu dari 10 finalis Kompetisi Jagoan UMKM Shopee – program reality show pertama yang fokus memberikan kesempatan pengembangan usaha bagi pelaku UMKM. Program yang menawarkan total hadiah Rp1 Miliar ini menjadi platform penting bagi Sandra untuk mengembangkan Sunkrisps ke level berikutnya.

Jagoan UMKM Shopee Naik Kelas hadir dalam format reality show yang atraktif, menampilkan 20 finalis dari lebih 1.300 pendaftar UMKM seluruh Indonesia. Program yang tayang setiap Minggu pukul 19.00 WIB mulai 5 Oktober 2025 di YouTube Shopee Indonesia ini menghadirkan 6 episode dengan 6 tantangan berbeda yang menguji kemampuan para pengusaha UMKM.
Baca Juga
Advertisement
Menurut Satrya Pinandita, Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia, “UMKM merupakan pilar penting bagi perekonomian Indonesia. Program ini hadir dengan semangat untuk mempromosikan lebih banyak usaha UMKM melalui tayangan atraktif, agar masyarakat lebih mengenal kualitas produk dan pengusaha UMKM di Indonesia.”
Bagi Sandra, menjadi bagian dari program ini membawa manfaat yang signifikan. “Kami mendapatkan kesempatan pengembangan usaha melalui networking, mentorship, coaching dari para pakar, promosi usaha, dan tentunya akses terhadap modal usaha,” ujarnya.

Paradiva, melalui program seperti inilah pengusaha UMKM seperti Sandra bisa mendapatkan pengetahuan tentang strategi pemasaran digital, manajemen operasional, dan pengembangan produk yang sesuai dengan tuntutan pasar modern.
Baca Juga
Advertisement
Pengalaman Sandra sebagai salah satu dari 10 finalis Jagoan UMKM Shopee menjadi titik penting dalam perjalanan bisnisnya. Program tersebut tidak hanya memberinya akses pada mentorship, tetapi juga komunitas yang solid. “Saya belajar banyak, misalnya tentang strategi ads untuk produk makanan yang berbeda dengan fashion. Teman-teman sesama finalis juga saling mendukung dan berbagi ilmu,” kenangnya.
Paradiva, bagi Anda para pelaku UMKM, Sandra berpesan bahwa kunci bertahan di tengah persaingan adalah kemampuan beradaptasi, konsistensi, dan kegigihan untuk terus belajar. Bisnis adalah sebuah perjalanan yang penuh liku, tetapi dengan passion dan strategi yang tepat, kesuksesan bukanlah hal yang mustahil.
Dari seorang insinyur di tengah laut, Sandra Alfina telah membuktikan bahwa perubahan bisa membawa pada tujuan yang lebih bermakna. Melalui Sunkrisps, ia tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga berkontribusi menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, dimulai dari camilan yang nikmat dan bergizi
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.