Di tengah dinamika ekonomi global yang terus bergerak cepat, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali membuktikan perannya sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia. Dengan kontribusi lebih dari 97 persen terhadap struktur usaha nasional, UMKM tidak hanya menopang penciptaan lapangan kerja, tetapi juga menjaga ketahanan ekonomi di berbagai situasi.

Hal tersebut mengemuka dalam acara puncak Final Diplomat Success Challenge (DSC) Season 16, yang menegaskan pentingnya membangun fondasi ekonomi nasional melalui ekosistem wirausaha yang berkelanjutan. Hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, menekankan bahwa kolaborasi jangka panjang menjadi kunci penguatan UMKM Indonesia.
Menurut Maman, konsistensi pendampingan dan penguatan ekosistem wirausaha sangat krusial agar UMKM tidak sekadar bertahan, melainkan mampu naik kelas dan memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar.
Baca Juga
Advertisement
Sejalan dengan itu, DSC Season 16 kembali menegaskan perannya sebagai penggerak ekosistem wirausaha kolaboratif di Indonesia. Tidak hanya berfokus pada performa bisnis, DSC juga menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter wirausaha muda. Ketua Dewan Komisioner DSC, Surjanto Yasaputera, menyampaikan bahwa keberlanjutan usaha lahir dari keseimbangan antara kemampuan bisnis dan kematangan personal.
Paradiva, DSC menilai para challenger melalui pendekatan 3P: Paham, Piawai, dan Persona. Pendekatan ini menilai sejauh mana wirausaha memahami bisnisnya, mampu mengeksekusi strategi, serta memiliki karakter kepemimpinan yang adaptif. “Kami mendorong wirausaha yang tidak hanya kuat dari sisi model bisnis, tetapi juga matang secara karakter,” jelas Surjanto.
Salah satu inovasi utama di DSC Season 16 adalah Founder’s Arena, tahapan yang dirancang untuk menguji ketangguhan para founder. Dalam fase ini, peserta dihadapkan pada berbagai simulasi yang menuntut kemampuan mengambil keputusan cepat, beradaptasi di bawah tekanan, serta membangun kolaborasi yang efektif. Nilai-nilai ini dipandang sebagai pondasi kepemimpinan wirausaha jangka panjang.
Baca Juga
Advertisement
Pada malam puncak Final DSC Season 16, Jonathan Holiyanto, pendiri Lean Lab, berhasil meraih penghargaan Best of The Best. Ia menerima hibah modal usaha sebesar Rp320 juta disertai pendampingan intensif. Lean Lab dikenal lewat inovasi selai bubuk sehat rendah lemak dan tinggi protein, yang relevan dengan gaya hidup modern. Brand ini juga tercatat sebagai finalis Food Startup Indonesia (FSI), mitra strategis DSC Season 16.
Surjanto menambahkan bahwa Jonathan menunjukkan keseimbangan ideal antara pemahaman bisnis, eksekusi yang piawai, serta persona kepemimpinan yang kolaboratif. “Inilah standar wirausaha masa depan yang ingin kami dorong melalui DSC,” katanya.
Secara keseluruhan, DSC Season 16 menyalurkan total hibah usaha senilai Rp2,5 miliar kepada para finalis terpilih. Selain Lean Lab, penerima hibah lainnya berasal dari berbagai sektor, mulai dari F&B seperti Rumah Tempe Indonesia dan Roti Kembang, teknologi seperti Revelware Technology dan Vityuu Sweet Block Spray, hingga kriya dan fesyen melalui Klab Serru!.
Baca Juga
Advertisement

Tak hanya itu, DSC juga memberikan dua penghargaan khusus. The Most Innovative Business diraih oleh Ganari dengan solusi penyerapan karbon berbasis mikroalga, sementara The Most Creative Business dianugerahkan kepada Sigma Project, brand sepatu dengan misi sosial bagi anak-anak underprivileged di Papua.
Memasuki tahun ke-16, DSC terus memperluas kolaborasi pentahelix dengan menggandeng pelaku usaha, pemangku kebijakan, institusi pendidikan, hingga komunitas budaya. Wakil Sekretaris APINDO, Lucia Karina, menilai kolaborasi ini penting agar UMKM Indonesia mampu bersaing di rantai pasok nasional maupun global.
Sementara itu, Program Initiator DSC, Edric Chandra, menjelaskan bahwa sepanjang 2025 DSC memperluas kemitraan strategis, termasuk dengan APINDO, Food Startup Indonesia, Mangkunegaran, Batik Iwan Tirta, serta Universitas Katolik Parahyangan. Langkah ini bertujuan mendorong praktik bisnis berkelanjutan berbasis ESG sejak tahap awal pertumbuhan usaha.
Baca Juga
Advertisement
“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci membangun ekosistem wirausaha berkelanjutan. Inilah wujud sinergi kolaborasi untuk masa depan kewirausahaan Indonesia,” tutup Edric.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.