Presiden AS Donald Trump dikabarkan mendesak Microsoft untuk memecat President of Global Affairs perusahaan bernama Lisa Monaco. Ia dituduh menyebarkan akses ke informasi yang sangat sensitif.
Dalam postingan resmi Trump di platform media sosial Truth Social, ia menyatakan bahwa peran Lisa Monaco saat ini memberinya akses ke informasi yang sangat sensitif yang dianggap tak dapat diterima. Oleh sebab itu, Microsoft harus segera mengakhiri pekerjaannya.
“Menurut pendapat saya, Microsoft harus segera mengakhiri pekerjaan Lisa Monaco,” tulis Trump yang dikutip dari TechCrunch, Selasa (30/9).
Baca Juga
Advertisement
Lisa sebelumnya pernah menjabat sebagai asisten senior Keamanan Nasional di bawah periode Presiden Barack Hussein Obama dan Wakil Jaksa Agung di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden. Diketahui, Trump telah mencabut izin keamanannya awal tahun ini, dalam perintah yang sama dengan Biden, Kamala Harris, Hillary Clinton dan keluarga Biden.
Juru bicara Microsoft menolak mengomentari isu ini. Selanjutnya, Lisa sendiri bergabung dengan perusahaan pada bulan Mei. Ia berperan mengawasi kebijakan keamanan siber Microsoft dan hubungannya dengan pemerintah dunia.
Ini bukan pertama kalinya Trump menyerang seorang eksekutif teknologi sejak ia kembali menjabat. Sebelumnya, ia menyatakan bahwa Presiden Intel Lip-Bu Tan harus segera mengundurkan diri karena dugaan konflik kepentingan.
Baca Juga
Advertisement
Kemudian, setelah Intel memberikan 10% saham kepada pemerintah sebagai imbalan atas pendanaan yang telah dijanjikan oleh pemerintahan Biden, Trump menyebut Tan sebagai CEO yang sangat dihormati.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.