Trump Umumkan Xi Jinping Setuju Kesepakatan TikTok: Investor AS Pegang Kendali

Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mencuri perhatian dunia internasional. Kali ini, ia mengumumkan bahwa Presiden China Xi Jinping telah memberi lampu hijau atas kesepakatan penting terkait aplikasi populer TikTok. Dengan restu tersebut, jalan bagi konsorsium investor asal Amerika Serikat untuk mengambil alih kendali TikTok U.S semakin terbuka.

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menuliskan bahwa percakapannya dengan Xi Jinping berlangsung positif. “Pembicaraan melalui telepon berlangsung sangat baik, kami akan berbicara lagi, dan saya mengapresiasi persetujuan TikTok,” tulis Trump. Pernyataan itu seolah mengonfirmasi bahwa kesepakatan TikTok menjadi salah satu topik utama dalam diskusinya bersama Presiden China tersebut.

ByteDance Tegaskan Komitmen

Tidak hanya dari Trump, pihak ByteDance—perusahaan induk TikTok—juga memberikan pernyataan resmi. Dilansir dari Tech Crunch, ByteDance menyampaikan terima kasih kepada Presiden Xi Jinping dan Presiden Trump atas peran mereka menjaga keberlangsungan TikTok di Amerika Serikat.

Advertisement

“ByteDance akan bekerja sesuai hukum yang berlaku untuk memastikan TikTok tetap tersedia bagi pengguna AS melalui TikTok U.S,” tulis perusahaan tersebut dalam situs resminya. Komitmen ini menegaskan bahwa TikTok tidak akan hilang dari pasar Amerika meski sempat terancam dilarang.

Mengatasi Ancaman Larangan

Perjalanan TikTok di Amerika memang penuh liku. Sejak Januari lalu, aplikasi ini sempat menghadapi larangan resmi dengan alasan keamanan nasional. Pemerintahan Trump menuding bahwa TikTok berpotensi menjadi ancaman karena dugaan akses data pengguna oleh pihak asing.

Namun, larangan tersebut beberapa kali ditangguhkan. Alasannya sederhana: tekanan publik. Para kreator konten dan pengguna aktif TikTok di AS menolak keras kebijakan itu. Gelombang protes digital mendorong pemerintah untuk mencari jalan tengah, dan kini kesepakatan dengan investor AS menjadi solusinya.

Advertisement

Isyarat Kesepakatan

Sebelum pengumuman resmi, Trump sebenarnya sudah memberi sinyal. Lewat Truth Social pekan ini, ia sempat menulis bahwa kesepakatan hampir selesai dan calon pembeli akan segera diumumkan. Pernyataan itu memicu spekulasi luas di kalangan media dan pelaku bisnis, hingga akhirnya dikonfirmasi lewat telepon dengan Xi Jinping.

Investor AS Jadi Pemegang Mayoritas

Menurut laporan The Wall Street Journal, kesepakatan ini akan melibatkan sejumlah nama besar di dunia investasi Amerika. Oracle, Silver Lake, dan Andreessen Horowitz disebut-sebut akan menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi hingga 80 persen di TikTok U.S. Sementara itu, sisanya tetap dipegang oleh pemegang saham asal China.

Tidak hanya saham, struktur kepemimpinan juga berubah signifikan. Dewan direksi TikTok U.S nantinya akan didominasi oleh orang Amerika. Bahkan, satu kursi akan disediakan khusus untuk perwakilan pemerintah AS, sebuah langkah yang menunjukkan betapa seriusnya isu keamanan nasional dalam kesepakatan ini.

Advertisement

Apa Artinya Bagi Pengguna?

Bagi pengguna TikTok di Amerika Serikat, kesepakatan ini membawa angin segar. Mereka tak perlu lagi khawatir kehilangan akses pada aplikasi favorit yang telah menjadi bagian dari gaya hidup digital. Dari sisi kreator konten, kesepakatan ini juga berarti kelanjutan peluang bisnis, iklan, dan popularitas yang selama ini terbangun di platform tersebut.

Di sisi lain, kehadiran investor besar asal AS juga dipandang sebagai cara menenangkan keresahan pemerintah terhadap isu keamanan data. Dengan kendali mayoritas berada di tangan investor domestik, pemerintah bisa lebih leluasa melakukan pengawasan.

Simbol Politik dan Ekonomi

Lebih dari sekadar urusan bisnis, kesepakatan TikTok ini sarat dengan simbol politik. Trump berhasil menunjukkan bahwa ia mampu menekan China sekaligus membuka peluang ekonomi bagi investor Amerika. Sementara itu, Xi Jinping, dengan memberikan restu, menunjukkan fleksibilitasnya dalam menjaga stabilitas hubungan ekonomi dengan Washington.

Advertisement

Meski demikian, banyak pihak masih menunggu detail lebih lanjut dari kesepakatan tersebut. Apakah benar TikTok U.S akan sepenuhnya bebas dari pengaruh ByteDance? Bagaimana bentuk pengawasan pemerintah Amerika terhadap operasionalnya nanti? Pertanyaan-pertanyaan itu masih menggantung, setidaknya sampai rincian resmi diumumkan.

Kesepakatan ini bisa dibilang sebagai kompromi besar antara dua negara dengan kepentingan yang sama-sama kuat. Di satu sisi, Amerika ingin melindungi keamanan nasionalnya. Di sisi lain, China melalui ByteDance tentu ingin mempertahankan salah satu produk global paling suksesnya.

Bagi pengguna, kabar ini membawa kelegaan. TikTok tetap hidup di Amerika, sementara investor lokal mendapatkan panggung besar dalam industri teknologi. Yang jelas, drama panjang TikTok kini memasuki babak baru, dan semua mata tertuju pada bagaimana implementasi kesepakatan ini akan berjalan.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.