Pulau Jeju dan keindahan alamnya yang dramatis membuat saya tak akan pernah lupa dengan semua momen di tiap sudutnya. Meski, kini sudah kembali ke tanah air.
Mewakili tim GadgetDiva, saya berkesempatan untuk mengunjungi Pulau Jeju selama 5 hari 4 Malam dalam acara Explore Galaxy Way Trip bersama Samsung Indonesia. Sekaligus, mencoba pengalaman menggunakan Galaxy Z Flip 7.
Pulau Jeju dijuluki sebagai “Samdado” yang berarti Pulau Tiga Banyak, yaitu banyak batu, banyak angin dan banyak perempuan. Dijuluki sebagai banyak batu karena terbentuk dari letusan gunung berapi, sehingga tanahnya penuh batu lava hitam.
Baca Juga
Advertisement
Banyak angin karena letaknya di tengah laut dan pulau ini selalu berangin kencang. Dahulu, angin ini membuat pertaniannya sulit, namun kini justru dimanfaatkan untuk pembangkit listrik bertenaga angin.
Kemudian, dijuluki banyak perempuan karena merupakan tempat kelahiran budaya Hanyeo. Yaitu,penyelam perempuan tradisional yang menyelam tanpa alat bantu untuk mencari hasil laut seperti abalon dan kerang. Sayangnya, saya tidak sempat bertemu dengan perempuan-perempuan ini.
Eksplor Pulau Jeju dengan Asisten Google Gemini di Galaxy Z flip 7
Dengan segala keindahan yang ditawarkan oleh pulau ini, sangat sayang jika setiap sudutnya tidak diabadikan. Galaxy Z Flip 7 bisa menjadi perangkat yang pas untuk membidik semua momen travelling saya di Jeju.
Baca Juga
Advertisement
Galaxy Z Flip 7 dengan kemampuan kamera utama alias FlexCam 50MP pada Flex Screen-nya mampu mengabadikan setiap sudut kota Jeju dengan apik. Mulai dari keindahan lautnya sampai momen sunset.
Apalagi, kamera utama Galaxy Z Flip 7 ditemani dengan lensa wide dengan resolusi 50MP, kamera ultra-wide 12MP dan kamera selfie 10MP. Sehingga, membuat semua hasil foto nampak lebih natural sekaligus dramatis.

Selain itu, karena kini desainnya lebih fleksibel, saya nggak perlu lagi pakai tripod untuk mengambil foto selfie maupun merekam konten. Perangkatnya pun didesain semakin ramping dan ringan, sehingga mudah dibawa kemana-mana dalam tas kecil maupun saku celana.
Baca Juga
Advertisement
Apalagi, ponsel ini sudah dilengkapi dengan Google Gemini yang dapat menjadi asisten digital-mu selama liburan. Mulai dari membuat intenerary, memberi rekomendasi outfit maupun konten yang ingin kamu ambil.
Lebih dari itu, Galaxy AI turut membawa fitur Galaxy AI seperti Audio Eraser untuk meredam bising saat mengambil video, AI Interpreter untuk menerjemahkan bahasa secara real-time. Serta, fitur Auto Trim yang memungkinkanmu semakin sat-set saat mengeksekusi konten.
Dragon Head Rock
Baca Juga
Advertisement
Selama 5 hari 4 malam di Pulau Jeju, ada beberapa tempat wisata yang saya kunjungi. Lokasi pertama bernama Dragon Head Rock alias Yongduam.
Tempat ini merupakan formasi batu basal yang populer di Pulau Jeju. Disebut “Kepala Naga” karena bentuknya yang untuk dan menyerupai kepala naga yang mengadah ke langit.
Saat mengunjungi tempat wisata ini, saya sempat bertanya kepada Google Gemini seputar nilai budaya dari Dragon Head Rock. Hasil pencarian menyatakan bahwa nilai budaya yang ditawarkan oleh Dragon Head Rock terletak pada perannya sebagai simbol mitologi dan keberuntungan.
Baca Juga
Advertisement
Dalam budaya korea, naga merupakan makhluk mitologis yang sangat dihormati. Berikut adalah beberapa foto yang saya ambil di Dragon Head Rock.


Seongsan Ilchulbong
Merupakan salah satu lokasi syuting drama Korea bertajuk “When Life Gives You Tangarine”, Seongsan Ilchulbong cocok banget jadi tempat hiking sambil menikmati matahari terbit. Sesuai dengan artinya, yakni Puncak Matahari Terbit.
Baca Juga
Advertisement
Seongsan Ilchulbong merupakan sebuah kawah gunung berapi yang memiliki luas 99.000 m² dan tinggi 182 m di ujung timur Pulau Jeju. Salah satu fakta menarik dari Seongsan Ilchulbong ialah tempat ini mendapat penghargaan dari UNESCO sebagai bagian dari Situs Warisan Alam pada tahun 2007.
Sayangnya, saya belum sempat sampai kepuncaknya karena cuaca tidak mendukung. Namun, dari tempat saya berpijak saja, pemandangan alam yang disuguhkan sangat menawan. Dari sini, kita dapat melihat city view dan keindahan lautnya yang membentang.


Jeju Mint Glass House
Baca Juga
Advertisement
Jeju Mint Glass House dikenal sebagai bangunan ikonis karena desain arsitekturnya yang terbuat dari kaca. Cafe ini didesain oleh seorang arsitek asal Jepang Bernama Tadao Ando.
Bangunan ini menawarkan pemandangan alam dari laut di sekitarnya. Kalau Paradiva, berkesempatan ingin mengunjungi tempat ini, kamu wajib pesan makanan dan minumannya.
Ada beberapa rekomendasi menu yang bisa kamu pesan seperti cafe latte, flat white dan americano. Sambil meminum kopi, kamu juga bisa pesan kue atau roti sebagai pelengkapnya.
Baca Juga
Advertisement




Selama berjalan menuju kafe ini, saya merasa sangat familiar dengan mercusuar yang ada di dekatnya. Tanpa berpikir panjang, saya langsung bertanya kepada Gemini Live apakah tempat ini pernah menjadi lokasi syuting film atau drama.
Menurut jawaban dari ‘asisten digital’ saya tersebut, tempat ini pernah menjadi lokasi syuting drama All in. Drama ini dibintangi oleh Song Hye Kyo dan Lee Byung Hun.

Jeju Rasa Puncak
Baca Juga
Advertisement
Hari ketiga di Jeju, kami mengunjungi Osulloc Tea Museum yang merupakan salah satu tempat wisayat paling popular untuk pecinta teh. Museum ini dibuka oleh Amorepacific pada tahun 2001 yang bertujuan untuk mengenalkan dan menyebarkan budaya teh tradisional.
Di sini, Paradiva bisa mencicipi berbagai produk olahan teh hijau. Mulai dari es krim teh hijau yang popular, roll cake hingga berbagai jenis teh berkualitas tinggi.
Mueseum ini juga menyuguhkan pemandangan kebun teh. Saat berada di sana, saya merasa seperti berada di Puncak, Jawa Barat.
Baca Juga
Advertisement
Tempat ini juga berdekatan dengan Innisfree Jeju House karena berada di satu Kawasan. Di Innisfree Jeju House, Paradiva bisa membeli beragam produk kecantikan dari Innisfree.



Sinchang Windmill
Destinasi selanjutnya ialah Sinchang Windmill yang merupakan salah satu tempat lokasi syuting drama Korea “Welcome to Samndal-ri”. Tempat ini dikelilingi dengan kincir angin raksasa yang berjejer di sepanjang jalan.
Baca Juga
Advertisement
Sinchang Windmill berada di sisi barat laut Pulau Jeju. Tempat ini juga dikelilingi oleh laut yang membentang.




Tempat ini cocok jadi spot terbaik untuk menikmati matahari terbenam. Kombinasi siluet kincir angin dengan warna langit jingga dan keemasan saat senja menciptakan suasana yang romantic dan fotogenik.
Menariknya lagi, di Sinchang Windmill terdapat jembatan yang membentang di atas laut. Dari sini, Paradiva bisa melihat kincir-kincir angin lebih dekat.
Baca Juga
Advertisement
Salah satu fakta menarik dari Sinchang Windmill ini ialah kincir anginnya merupakan bagian dari pembangkit listrik enaga angin lepas pantai. Fungsinya untuk menghasilkan energi bersih di Pulau Jeju.
Sunset di Aewol Cafe Street
Aewol Cafe Street merupakan sebuah kawasan yang menawarkan perpaduan antara budaya kafe dengan pemandangan alam pesisir laut yang menawan. Keindahan pada Aewol Cafe Street terletak pada lokasinya yang menghadap ke barat.
Baca Juga
Advertisement
Di Kawasan ini, kami mengunjungi Bonmal Cafe untuk menangkap momen matahari terbit. Kafe ini berada tepat di tepi laut dengan pemandangan yang langsung menghadap ke Samudera Pasifik dan Singchang Windmill.





Suasana Malam di Jeju
Setelah beraktivitas, saya bersama beberapa rekan media dan tech reviewers memanfaatkan waktu bebas kami untuk menjelajahi wilayah sekitar hotel. Sambil menyusuri jalan, saya mengabadikan beberapa foto malam. Berikut hasilnya.
Baca Juga
Advertisement




Keasyikan mengambil foto dan menikmati suasana malam di kota Jeju yang sepi ini, saya sampai kebingungan mencari jalan kembali ke hotel. Untung ada Google Gemini yang bisa membantu saya saat tersesat seperti ini.
Tinggal foto situasi sekitar, kemudian kirim ke aplikasi Gemini dan minta diarahkan ke lokasi tujuan saya. Jadi, nggak perlu lagi panik saat tersesat.
Saat tersesat selama travelling seperti ini, Paradiva juga bisa menggunakan fitur live yang ada di aplikasi. Lalu, arahkan kamera ke gedung atau jalan di sekitarmu, kemudian langsung sebutkan prompt yang kamu inginkan. Contohnya, “Gemini, aku lagi berada di lampu merah ini. Aku mau ke hotel Ramada Jeju, ada di mana ya? Arahin dong!”
Baca Juga
Advertisement


Kesimpulan
Selama menggunakan Galaxy Z Flip 7 sebagai travel companion, saya dapat menyimpulkan bahwa perangkat ini sangat kompatibel untuk digunakan selama perjalanan. Mulai dari desain fleksibelnya yang memungkinkan saya merekam konten tanpa harus menggunakan tripod, FlexCam 50MP yang mumpuni untuk merekam semua momen di Jeju Bersama teman-teman hingga fitur-fitur Galaxy AI dan Google Gemini yang dapat dijadikan seabgai asisten digital.

Google Gemini dalam Galaxy Z Flip 7 nggak hanya dapat membantu saya untuk merangkum itinerary, namun juga bisa digunakan untuk mengarahkan jalan saat tersesat, memberi rekomendasi konten hingga memilih outfit yang cocok untuk digunakan selama perjalanan. Nggak akan nyesel deh pakai smartphone ini.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.