Apple dikabarkan membentuk tim bernama Answers untuk mengembangkan pencarian AI mirip ChatGPT miliknya sendiri. Tim ini tengah membangun sebuah “mesin jawaban”.
Informasi ini disampaikan oleh Mark Gurman dari Bloomberg. Ia menyatakan bahwa tim tersebut bernama Answers, Knowledge and Information (AKI) yang tengah menjajaki sejumlah layanan AI internal dengan tujuan menciptakan pengalaman pencarian baru yang mirip ChatGPT.
Layanan yang tengah digarap tim AKI itu disebutnya sebagai “mesin penjawab”, yakni sebuah sistem yang mampu menjelajah web untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan umum. Di samping itu, mereka juga tengah mengembangkan aplikasi mandiri.
Baca Juga
Advertisement
Aplikasi tersebut sedang dalam tahap eksplorasi yang dirancang bersama dengan infrastruktur back-end baru. Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung kemampuan pencarian di Siri, Spotlight dan Safari.
Tim AKI sendiri dipimpin oleh Robby Walker. Ia merupakan direktur senior yang sebelumnya bekerja mengembangkan Siri.
Kemudian, ia kehilangan kendali setelah Siri mengalami beberapa penundaan teknis. Setelah perombakan tersebut, ia ditugaskan untuk menangani inisiatif Answers yang baru.
Baca Juga
Advertisement
Apple sendiri tengah mengiklankan lowongan pekerjaan untuk tim Answers, Knowledge and Information di situs kariernya. Menurut deksripsi pekerjaan yang dicantumkan, lowongan ini mencari seseorang yang siap untuk mengembangkan pengalaman informasi intuitif di beberapa produk Apple seperti Siri, Spotlight, Safari, Messages, Lookup dan lainnya.
“Pekejeraan kami mendorong pengalaman informasi intuitif di beberapa produk Apple yang paling ikonis, termasuk Siri, Spotlight, Safari, Messages, Lookup dan banyak lagi. Bergabunglah dengan kami dalam membentuk masa depan bagaimana dunia terhubung dengan informasi!” tulis Apple yang dikutip dari Bloomberg, Selasa (5/8).
Sebelumnya, Apple menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengembangkan chatbot buatannya sendiri. Sebaliknya, mereka bekerja sama dengan OpenAI untuk mengintegrasikan ChatGPT dalam asisten suara Siri, sehingga memungkinkan penggunanya mengakses “pengetahuan dunia” tanpa membangun produk secara internal.
Baca Juga
Advertisement
Sejak saat itu, para eksekutif perangkat lunak dan pemasaran Apple telah mengabaikan kebutuhan akan chatbot. Alasannya karena minat konsumen yang terbatas.
Apple sendiri memiliki layanan Apple Intelligence yang belum menawarkan kemampuan pencarian. Sistem ini hanya berfokus untuk meringkas notifikasi, menulis ulang teks, membuat gambar Genmoji dan membersihkan foto.
Nantinya, sistem ini juga akan dapat menerjemahkan pesan dan panggilan. Namun, sistem ini tidak memiliki fitur yang menyerupai pengalaman pencarian berbasis AI yang tersedia dari ChatGPT atau Gemini milik Google.
Baca Juga
Advertisement
Sedangkan, Siri masih sangat tidak konsisten dalam menjawab pertanyaan. Hal ini menempatkan Apple pada posisi yang rentan. Perusahaan tersebut belum pernah mengembangkan mesin pencarinya sendiri.
Di saat yang sama, lanksap pencarian berubah dengan cepat. Berkat AI generatif, pasar menjadi lebih demkoratis.
Pengguna internet beralih ke alat seperti ChatGPT dengan cara yang jauh melampaui kueri tradisional. Head of Service Apple Eddy Cue bersaksi di pengadilan bahwa pencarian berbasis AI adalah masa depan. Ia mengonfirmasi bahwa Apple tengah menjajaki kemitraan — termasuk dengan perusahaan rintisan Perplexity — untuk bergerak menuju pengalaman pencarian yang modern.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.