Aplikasi kencan khusus wanita, Tea Dating Advice, tengah dilanda skandal kebocoran data besar-besaran. Aplikasi populer ini dirancang untuk membantu perempuan memverifikasi calon pasangan, memeriksa status kriminal, dan memerangi penipuan kencan online. Namun, data pribadi yang paling sensitif — termasuk ratusan ribu foto verifikasi pengguna — justru bocor ke tangan hacker.
Pada Juli 2025, Tea Dating Advice mengonfirmasi bahwa sebanyak 72.000 foto pengguna yang diunggah selama proses verifikasi ID diretas. Parahnya, begitu banyak di antaranya menunjukkan pemegang kartu identitas — meski janji aplikasi kencan menyatakan foto akan dihapus segera setelah verifikasi selesai.
Tea Dating Advice Sebuah Aplikasi Kencan

Dalam skandal ini, sekitar 59.000 gambar lain — termasuk posts, comments, dan direct messages — juga diakses tanpa izin. Meskipun Tea menyatakan foto verifikasi tidak bisa dikaitkan langsung ke akun pengguna, terbukanya riwayat komunikasi mengguncang kepercayaan komunitas mengenai keamanan privasi digital.
Baca Juga
Advertisement
Dengan pengguna aktif lebih dari 1,6 juta anggota, jumlah informasi sensitif yang terekspos ini menimbulkan risiko reputasi, penyalahgunaan data, dan kekhawatiran serius soal identitas digital. Secara khusus, karena banyak pengguna memanfaatkan sistem “red flag” dan “green flag” untuk melaporkan mantan pacar atau potensi penipuan, identitas anonim mereka kini berada di titik yang rapuh.
Dari perspektif lifestyle, aplikasi ini awalnya dirancang untuk memperkuat keamanan wanita dalam kehidupan kencan digital. Fitur seperti reverse-image search dan pemeriksaan calon pasangan melalui database pelaku kejahatan seksual menjadi andalan. Namun kini, informasi ini malah melemahkan perlindungan yang dimaksud.
Secara teknologi, kasus ini menunjukkan titik lemah pengelolaan data di platform privasi tinggi. Meskipun Tea menyatakan bertindak cepat dan bekerja sama dengan ahli keamanan siber, insiden ini memperlihatkan bahwa sistem verifikasi ID pihak ketiga bisa menjadi pintu masuk kebocoran privasi dalam skala besar.
Baca Juga
Advertisement
Ketidakamanan ini juga mengundang pertanyaan soal perlindungan hukum terhadap data pribadi pengguna, serta bagaimana regulasi seharusnya mengatur penyimpanan dan proses penghapusan data sensitif. Ditambah lagi, penggunaan algoritma AI dalam menghapus data secara otomatis tanpa audit independen bisa saja lewatkan celah keamanan serius.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.