Indonesia Gaet China untuk Revolusi Pertanian & Perikanan Pakai AI

Indonesia ajak Cina dukung pengembangan AI di pertanian & perikanan, kerja sama infrastruktur digital dan talenta Tsinghua di Indonesia.

Blokir Grok
Menteri Komunikasi dan Digital di Kantor Komdigi, Jumat (16/5). [Foto: Nadhira/GadgetDiva].

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan telah mengajak pemerintah negara Tiongkok untuk bersama merevolusi industri pertanian dan perikanan dengan memanfaatkan AI. Kedua industri itu diharapkan bisa meningkatkan produktivitas nasional, sekaligus mendukung perekonomian nasional.

Indonesia memang sedang digeruduk oleh maraknya penggunaan kecerdasan buatan di segala bidang. Maka dari itu, pemerintah aktif mengajak pemerintahan asing untuk mendukung pengembangan kecerdasan buatan di sektor-sektor prioritas seperti pertanian dan perikanan. Inisiatif ini menjadi bagian dari roadmap nasional kecerdasan buatan yang tengah disiapkan dan dijadwalkan selesai bulan depan untuk menarik investasi asing yang lebih besar.

AI
Indonesia Gaet China untuk Revolusi Pertanian & Perikanan Pakai AI 5

Kolaborasi Fokus: Pertanian & Perikanan

Pertanian dan perikanan dipilih karena potensi besar untuk meningkatkan produktivitas nasional. Meutya menyatakan bahwa beberapa wilayah di Indonesia telah mulai menerapkan teknologi kecerdasan buatan, namun dukungan dari Cina dinilai vital untuk meningkatkan kapasitas perangkat kecerdasan buatan, mulai dari sensor, drone, hingga sistem prediksi cuaca dan hasil panen. Harapannya, sinergi ini membuka jalan menuju pertanian presisi dan perikanan cerdas yang efisien dan berkelanjutan.

Advertisement

Selain kolaborasi operasional, pemerintah juga memperluas kerja sama di ranah digital dan akademik. Indonesia berencana memperkuat infrastruktur digital, termasuk jaringan 4G/5G dan pusat-pusat data (computational cluster), dengan dukungan investasi dan teknologi dari Cina.

Dalam bidang talenta digital, Indonesia mendorong kemitraan dengan universitas top Tiongkok seperti Tsinghua University. Sudah banyak talenta muda Indonesia yang belajar di sana, dan sedang digarap kemungkinan membuka cabang kampus Tsinghua di Indonesia khusus bidang kecerdasan buatan.

Roadmap Nasional & Sasaran Talenta Digital

Deputi Menteri Nezar Patria memastikan bahwa roadmap kecerdasan buatan pertama Indonesia akan diterbitkan bulan depan. Dokumen ini memuat strategi investasi, pengembangan infrastruktur, klaster komputasi, dan aplikasi artificial intelligence di sektor kesehatan, pertanian, dan industri. Pemerintah menargetkan menghasilkan 9–12 juta talenta digital hingga 2030, melalui program Digital Talent Scholarship, Digital Leadership Academy, dan AI Talent Factory

Advertisement

Talent Factory menjadi pusat pelatihan talenta yang dipadukan dengan pengembangan cluster nasional dan dukungan infrastruktur digital, bekerja sama dengan universitas dan perusahaan teknologi global

Etika & Kedaulatan Digital sebagai Prioritas

Dalam semua rencana tersebut, Indonesia menegaskan bahwa kerja sama internasional harus menghormati hukum nasional dan kedaulatan data Indonesia. Selain itu, pembangunan kecerdasan buatan yang etis dan inklusif tetap menjadi prinsip utama. Kompilasi dialog kecerdasan buatan dengan Inggris juga menegaskan pentingnya kebijakan artificial intelligence yang berlandaskan etika, inklusivitas, dan kepentingan publik

Kerja sama ini memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Dengan infrastruktur yang lebih kuat, talenta unggul, dan teknologi aplikatif di sektor primer, Indonesia berpeluang meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing ekspor. Namun, tantangan tetap ada: perlunya regulasi kuat terkait data, investasi berkelanjutan, dan kesinambungan kolaborasi publik-swasta.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids.