Sudah bukan rahasia lagi jika ponsel Android kita bisa deteksi gempa dan berperan sebagai seismometer mini yang menyelamatkan nyawa saat gempa. Menurut laporan dari The Independent, Google bekerja sama dengan Lembaga Geologi AS (USGS) dan mitra riset lainnya untuk mengubah jutaan perangkat Android menjadi jaringan deteksi gempa real-time
Sensor Akselerometer sebagai Deteksi Gempa, Getaran Awal
Setiap smartphone Android modern dilengkapi akselerometer — sensor kecil ini biasanya digunakan untuk mengubah orientasi layar atau menghitung langkah. Namun, Google memanfaatkan fitur ini untuk mendeteksi getaran awal (P-wave) deteksi gempa yang biasanya tak terasa oleh manusia. Ketika banyak ponsel di suatu wilayah merekam getaran bersamaan, data ini dikirim ke server Google untuk dianalisis.
Menurut studi terbaru yang dipublikasikan di Science, sistem Android Earthquake Alerts telah mendeteksi lebih dari 1.000 gempa di 98 negara, sejak resmi diluncurkan pada 2021. Sekitar 36% orang yang merasakan gempa menerima peringatan sebelum guncangan tiba. Bahkan untuk gempa besar (magnitudo ≥7), sistem bisa memberikan peringatan hingga 15 detik lebih dulu — waktu krusial untuk berlindung.
Baca Juga
Advertisement

Menurut Financial Times, sistem ini memiliki akurasi deteksi hingga 99%, dengan sangat sedikit false positives. Namun, algoritma sempat mengalami kesalahan saat gempa besar di Turki pada 2023, karena kurangnya data latihan dan beberapa perangkat tidak aktif. Google dan tim tetap berkomitmen memperbaiki deteksi magnitudo dan sensor heterogen dari berbagai perangkat
Deteksi Gempa di Ponsel Dibanding Sistem Tradisional
Tidak seperti sistem EEW (Earthquake Early Warning) tradisional yang membutuhkan infrastruktur seismograf besar, Android memanfaatkan perangkat yang sudah ada. Ini mirip dengan MyShake — aplikasi dari UC Berkeley yang telah gunakan crowdsourcing smartphone sejak 2016. Hanya butuh koneksi internet dan ponsel yang statis untuk deteksi getaran efektif.
Di sisi lain, sistem seperti Jepang (EEW JMA), Amerika Serikat (ShakeAlert) dan China (ICL EEWS) masih menggantungkan pada jaringan sensor fisik yang masif. Android kini melengkapi sistem-sistem tersebut, terutama di wilayah yang belum terlayani.
Baca Juga
Advertisement
Sejumlah negara berkembang masih minim sistem EEW karena biaya tinggi. Dengan Android, sistem ini bisa menyebar lebih murah dan cepat, bahkan tanpa instalasi di wilayah seismik aktif. Sungguh solusi inklusif untuk deteksi dini gempa.
Masa Depan Peringatan Bencana Digital
Dengan semakin banyak data gempa besar, sistem Android akan semakin matang. Google menyatakan akan terus meningkatkan kecepatan dan akurasi peringatan, demi keselamatan kehidupan. Kendati hal ini memunculkan pertanyaan soal kontrol data dan transparansi algoritma — karena sistemnya proprietary — para cendekia mendesak agar Google berbagi secara terbuka demi kemajuan sains.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.