Pemerintah Hong Kong melakukan penyelidikan atas kasus kebocoran data Louis Vuitton yang berdampak kepada sekitar 419.000 pelanggan. Penyelidikan tersebut dilakukan oleh badan pengawas privasi.
Melansir dari South China Morning Post, data 419.000 pelanggan yang bocor tersebut mencakup nama, nomor paspor, tanggal lahir, alamat, alamat email, nomor telepon, riwayat belanja dan preferensi produk. Kantor Komisaris Privasi untuk Data Pribadi menyatakan pada hari Sabtu bahwa Louis Vuitton Hong Kong telah mengumukan terkait pelanggaran tersebut pada hari Kamis.
Menurut pengawas, perusahaan tersebut menyatakan kantor pusatnya di Prancis. Awalnya, mendeteksi aktivitas mencurigakan dalam sistem komputernya pada tanggal 13 Juni.
Baca Juga
Advertisement
Lembaga pengawas menyatakan kantor pusat menemukan pada tanggal 2 Juli bahwa insiden tersebut telah memengaruhi pelanggan di kota tersebut. Serta, Louis Vuitton Hong Kong mengetahuinya pada hari yang sama.
“Kantor Komisioner Privasi untuk Data Pribadi telah meluncurkan penyelidikan terhadap Louis Vuitton Hong Kong sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, termasuk apakah insiden tersebut melibatkan pemberitahuan yang tertunda. Sejauh ini belum ada keluhan atau pertanyaan terkait yang diterima,” ungkap badan pengawas tersebut.
Dalam balasannya keapda Post, Louis Vuitton Hong Kong menyatakan bahwa mereka baru-baru ini menemukan pihak yang tidak berwenang telah mengakses beberapa daat yang dimilikinya untuk klien dan pihaknya segera mengambil langkah-langkah untuk menyelidiki serta mengatasi insiden tersebut dengan dukungan para ahli keamanan siber.
Baca Juga
Advertisement
Berdasarkan penyelidikan tersebut, pihaknya memastikan bahwa tidak ada informasi pembayaran yang terdapat dalam basis data yang diakses. Pihaknya juga tengah berupaya untuk menginformasikan kepada regulator terkiat dan klien yang terdampak.
“Kami terus berupaya memperbarui langkah-langkah keamanan kami untuk melindungi sistem kami dari lanskap ancaman yang terus berkembang, dan kami telah mengambil langkah-langkah untuk semakin memperkuat perlindungan sistem kami.”
Kepada para pelanggan yang terdampak, Louis Vuitton menghimbau untuk waspada dan mengambil tindakan. Termasuk memperhatikan setiap login yang tidak biasa ke email atau akun pribadi serta meninjau laporan bank untuk mengidentifikasi aktivitas yang tidak sah.
Baca Juga
Advertisement
Mereka juga harus waspada terhadap panggilan, pesan teks atau email yang tidak dikenal atau mencurigakan, menghindari membuka lampiran dan tautan secara acak atau mengungkapkan informasi pribadi. Hal ini memperingatkan mereka agar waspada terhadap phishing dan penipuan lainnya.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.